Studi In Silico Kelor (Moringa oleifera) sebagai Agen Antiinflamasi melalui Interaksi dengan Interleukin-4 (IL-4)
DOI:
https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p2Abstract
Moringa oleifera dikenal sebagai tanaman obat dengan beragam kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit kelor yang diprediksi memiliki aktivitas antiinflamasi serta mengevaluasi interaksinya terhadap protein antinflamasi melalui pendekatan in silico. Hasil analisis KNApSack menunjukkan kelor mengandung 72 senyawa metabolit. Hasil analisis prediksi potensi antiinflamasi menunjukkan kelor mengandung 17 senyawa metabolit dengan nilai Pa > 0,7. Hasil analisis metabolit kelor sebagian besar menunjukkan bioavailabilitas oral rendah, BBB permeation sebagian besar negatif sehingga senyawa tidak cocok untuk target sistem saraf pusat, dan sebanyak 36 senyawa dengan Pa >0,5 memiliki kesesuaian Lipinski. Hasil docking antara interleukin-4 (IL-4) dan beberapa metabolit kelor meliputi Alpha-amyrin, Beta-amyrin, Quercetin 3-O-alpha-L-rhamnoside, Kaempferol 3-O-sophoroside, Ellagic acid, dan Astragalin memiliki binding affinity sebesar -10.3 kcal/mol, -10.4 kcal/mol, -8.0 kcal/mol, -7.9 kcal/mol, -7.9 kcal/mol, dan -7.8 kcal/mol, yang mengindikasikan interaksi yang kuat dengan reseptor interleukin-4 (IL-4). Studi in silico ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung penelitian lanjutan secara in vitro maupun in vivo mengenai kemungkinan interaksi metabolit Moringa oleifera dengan interleukin-4 (IL-4) sebagai salah satu target yang berkaitan dengan respons inflamasi.
Kata kunci: Antiinflamasi, bioinformatika, interleukin-4 (IL-4), Moringa oleifera
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Metamorfosa: Journal of Biological Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







