Keanekaragaman Jenis Nyamuk (Diptera:Culicidae) di Kawasan Taman Arkeologi Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan  

Authors

  • Munawarah Universitas Sumatra
  • Syahribulan

DOI:

https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p9

Keywords:

keragaman, nyamuk, dominansi, Leang-Leang, indeks

Abstract

Nyamuk adalah salah satu kelompok serangga yang memiliki ragam jenis dan sebagian spesiesnya hidup sebagai ektoparasit dan menjadi vektor penting dalam penyebaran berbagai jenis penyakit. Nyamuk betina hidup dengan menghisap darah inangnya baik itu manusia maupun hewan, sedangkan nyamuk jantan menghisap cairan tumbuhan. Taman Arkeologi Leang-Leang merupakan salah satu situs arkeologi dunia yang menjadi penting karena merupakan salah satu kawasan geopark dengan kekayaan lukisan prasejarah.  Kawasan Leang-Leang disokong oleh berbagai tipe habitat seperti taman batu, gua-gua prasejarah, sungai dan kebun yang berpotensi sebagai tempat berkembang biak dan perlindungan bagi nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis nyamuk yang hidup di kasawan Taman Arkeologi Leang-leang. Sampling nyamuk dilakukan menggunakan metode resting collection pada tiga stasiun, yaitu: stasiun 1 (sekitar Bola Toana), stasiun 2 (tepi sungai dan lapangan) dan stasiun 3 (area parkiran). Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), dominansi Simpson (C), kemerataan Pielou (E) dan kekayaan jenis Margalef (Dmg). Hasil penelitian diperoleh 9 jenis nyamuk tergolong kedalam 4 genus yaitu: Ae. aegypti, Ae. albopictus, Anopheles barbirostris, Armigeres subalbatus, Culex bitaeniorhynchus, Cx. gelidus, Cx. fuschocephalus, Cx. quinquefasciatus dan Cx. tritaeniorhynchus. Hasil analisis indeks menunjukkan keanekaragaman nyamuk sedang (H’= 1,31); kekayaan jenis rendah (Dmg= 1,57); tidak meratanya jumlah individu tiap jenis yang ada pada lokasi penelitian (E= 0,34) karena adanya jenis nyamuk yang mendominasi dalam kawasan (D= 0,59) yaitu nyamuk Ae. albopictus yang dominan ditemukan pada stasiun 1 dan 2, sedangkan pada stasiun 3 adalah nyamuk Cx. quinquefasciatus.

 

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Research Article

How to Cite

Keanekaragaman Jenis Nyamuk (Diptera:Culicidae) di Kawasan Taman Arkeologi Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan  . (2026). Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 13(2), 196-205. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p9