Karakteristik Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Kotoran Kelelawar

Charateristics of Bat Dung-Based Local Microorganism (MOL) Solution

Authors

  • Irwansyah Irwansyah Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Nyoman Sucipta Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Hertiyana Nur Annisa Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Mentari Kinasih Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p12

Keywords:

Mikroorganisme Lokal (MOL), Kotoran Kelelawar, Lama Fermentasi

Abstract

Kotoran kelelawar kaya akan mikroba, termasuk bakteri pelarut fosfat yang mendukung ketersediaan fosfat bagi tanaman. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan lama fermentasi terhadap pembuatan larutan MOL dari kotoran kelelawar. Dalam penelitian ini, dilakukan perlakuan dengan dua faktor utama: konsentrasi kotoran kelelawar dan lama fermentasi. Kotoran kelelawar dilarutkan dalam air kelapa dan ditambahkan gula aren, dengan variasi konsentrasi 150 g, 300 g, 450 g, dan 600 gram. Fermentasi dilakukan selama 1 minggu, 3 - 5 minggu. Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, hingga total terdapat 36 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi Total Plate Count (TPC) dan Bakteri Asam Lactat (BAL). Data diperoleh dianalisis mengunakan analisis ragam Analysis of Varriance (Anova) dengan analisis uji F sesuai perlakuan pengolahan data dengan Software IBM SPSS Statistic versi 25. Hasil uji menyatakan bahwasanya kombinasi perlakuan terbaik untuk pembuatan MOL dari kotoran kelelawar adalah pada perlakuan  konsentrasi 300 gram kotoran kelelawar dan lama fermentasi 5 minggu dengan jumlah koloni bakteri terbanyak sebesar 7.28 x 1010cfu/ml dan jumlah Bakteri asam laktat (BAL) sebesar 3.67 x 108 Penelitian ini memberikan informasi penting dalam mengoptimalkan pembuatan MOL dari kotoran kelelawar untuk meningkatkan kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman.

References

Hidayat, N. 2006. Mikrobiologi industri. Andi offset, Yogyakarta.

Jeksen, J., & Mutiara, C. (2018). Pengaruh Sumber Bahan Organik yang Berbeda terhadap Kualitas Pembuatan Mikroorganisme Lokal (Mol). Agrica, 11(1), 60–72. https://doi.org/10.37478/agr.v11i1.23

Laureys, D., Maarten A., Peter V., and Luc De Vuyst. 2018. Oxygen and diverse nutrient influence the water kefir fermentations proccess. Food Microbiology. 73 : 351-361.

Mutmainnah Heni. 2013. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Probiotik Dari Saluran pencernaan Ayam Kampung Gallus domesticus.Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas SHasanuddin.

Mutmainnah, Hairuddin, R., dan Manulang, M. K. (2022). Respon Pertumbuhan dan Keberhasilan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Klon M45 terhadap Perendaman dan Penyemprotan POCL Biota. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan. 10(1), 169–180. 10.30605/perbal.v10i1.1667

Nur, T., Noor, A. R., Elma, M. 2016, Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sampah Organik Rumah Tangga dengan Penambahan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi, 5(2):5-12.DOI:10.20527/k.v5i2.4766

Nurhayati, Sopiana, Kurniawan, T., Susanto, A., dan Panduwinata, S. (2024). Kualitas Kandungan Unsur Hara Kompos Kotoran Kelelawar dengan Penambahan Sampah Organik. Journal of Agro Plantaion. 03(01), 246–252.

Safitri, W. Amrizal, S. N., dan Apriandi, A. (2023). Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Jeroan Ikan. Jurnal MARINADE, 16(2), 1–7.

Seni, I. A. Y., Atmaja, I. W. D., & Sutari, N. W. S. (2013). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika Analisis Kualitas Larutan Mol (Mikoorganisme Lokal) Berbasis Daun Gamal (Gliricidia Sepium). Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 2(2), 135–144. http://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT

Siagian, L. S., Manalu, K., dan Nasution, R. A. (2024). Isolasi dan Idntifikasi Bakteri Asam Laktat dari Hasil Fermntasi Limbah Organik Kulit Buah (Eco-Enzyme). Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains 7(1), 322–334. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v7i1.9967

Sunaryo, S. & Rahmatiyah, R. (2024). Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan EM4 , Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair. Jurnal Ilmu Pertanian dan Teknologi dalam Ilmu Tanaman, 1(2), 35–49.

Taniwan, S., Suryanto, D., dan Wahyuni, I. (2016). Isolasi Dan Karakterisasi Parsial Bakteri Pelarut Fosfat Dari Guano Gua Kampret dan Uji Kemampuannya dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Biosains, 2(2) https://doi.org/10.24114/jbio.v2i2.4219

Wang, Y., Wu, J., Lv, M., Shao, Z., Hungwe,M., Wang, J., Bai, X., Xie, J. Wang, Y., & Geng, W. 2021. Metabolism Characteristics of Lactic Acid Bacteria and the Expanding Application in Food Industry. Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, 9. https://doi.org/10.3389/fbioe.2021.612285

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Irwansyah, I., Madrini, I. A. G. B., Sucipta, I. N., Annisa, H. N., & Kinasih, M. (2025). Karakteristik Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Kotoran Kelelawar: Charateristics of Bat Dung-Based Local Microorganism (MOL) Solution. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 13(2), 304–309. https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p12

Issue

Section

Articles