BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PETANI ANGGUR PADA PENGGEMBURAN TANAH DENGAN CANGKUL TIPE MATA BERBEDA
Kata Kunci:
beban kerja, kelelahan, ergonomi, cangkul, petani anggurAbstrak
Desa Banyupoh, Kabupaten Buleleng, merupakan wilayah agraris dengan komoditas unggulan anggur hitam yang proses budidayanya masih banyak dilakukan secara manual, terutama pada tahap penggemburan tanah. Aktivitas ini berpotensi menimbulkan beban kerja fisik dan mental yang tinggi serta meningkatkan risiko kelelahan petani akibat penggunaan alat kerja yang kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan beban kerja fisik, beban kerja mental, dan tingkat kelelahan petani anggur pada kegiatan penggemburan tanah secara manual menggunakan cangkul tipe mata datar dan cangkul tipe mata garpu di Desa Banyupoh, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain quasi-experiment posttest-only control group design. Sebanyak 30 petani dijadikan responden dan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tipe cangkul yang digunakan. Beban kerja fisik diukur menggunakan Cardiovascular Load (%CVL), beban kerja mental menggunakan NASA–Task Load Index (NASA-TLX), dan tingkat kelelahan menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkul tipe mata datar menghasilkan beban kerja fisik, beban kerja mental, dan tingkat kelelahan yang lebih tinggi dibandingkan cangkul tipe mata garpu, dengan nilai rata-rata %CVL 47,59% dan 36,67%, skor NASA-TLX 71,16 dan 67,02, serta skor FSS 49,1 dan 38,9. Uji independent samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan pada ketiga variabel (p < 0,05). Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan alat pertanian yang ergonomis untuk menurunkan beban kerja dan kelelahan serta meningkatkan kesehatan dan produktivitas petani.
Referensi
Bawa Susana, I. G., & Perdana Putra, I. K. (2024). Aplikasi Alat Bantu Ergonomis Pada Kerja Manual Berdasarkan Kajian Ergo-Mechanical Untuk Petani Kecil. Energy, Materials and Product Design, 3(1), 176–183.
Benos, L., Tsaopoulos, D., & Bochtis, D. (2020). Una revisión sobre la ergonomía en la agricultura. Parte I: Operaciones manuales. Applied Sciences (Suiza), 10(6), 1905.
Budiasa. (2020). Lingkungan Kerja Dan Kinerja SDM. In Suparyanto dan Rosad (2015 (Vol. 5, Issue 3).
Cividino, S. R. S., Zaninelli, M., Redaelli, V., Belluco, P., Rinaldi, F., Avramovic, L., & Cappelli, A. (2024). Preliminary Evaluation of New Wearable Sensors to Study Incongruous Postures Held by Employees in Viticulture. Sensors, 24(17).
Dyall, M., Peachey, K. L., & Lower, T. (2025). Fatigue-related incidents and prevention strategies in Australian grain farming: A mixed-methods feasibility study. Safety Science, 184(January 2024), 1–7.
Fiorentina Cahaya Rizki, Pranadipa Ramadhan Wicaksono, & Fitri Wijayanti. (2024). Peningkatan Kesuburan Tanah Dan Produktivitas Sebagai Hasil Pengolahan Lahan Di Dusun Ngadilegi, Pandaan. Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 01–09.
Hart, S. G., & Staveland, L. E. (1988). Development of NASA-TLX. Human Mental Workload. Advances in Psychology, 52, 139–183.
Khalil, R. (2020). Comparison between Ergonomic and Conventional Hoes to determine Comfortability of Farmers when Hoeing Soil. 13(10), 508–519.
Krisdiana, H. (2022). Hubungan Beban Kerja Tenaga Kesehatan dengan Kelelahan Kerja di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Selama Pandemi. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(3).
Ningrum, S. M., Dewi, E. I., & Kurniyawan, E. H. (2020). Hubungan Stres Kerja dengan Kelelahan Kerja Petani Karet di PTPN XII Kebun Renteng, Ajung-Jember. Pustaka Kesehatan, 8(3), 188.
Praveen, K., Belagalla, N., Dharavat, N., & Corrie, L. (2025). Innovative Blade and Tine Push Weeder for Enhancing Weeding Efficiency of Small Farmers.
Rahmania, A. (2022). Analisis Beban Kerja Fisik Dengan Kelelahan Kerja Petani Gapoktan Di Demangan Ponorogo. Medical Technology and Public Health Journal, 5(2), 171–181.
Riskita, A. (2024). 13 Cara Menggemburkan Tanah dengan Mudah agar Tanah Subur.
Rusila, Y., & Edward, K. (2022). Hubungan Antara Umur, Masa Kerja dan Beban Kerja Fisik dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Pabrik Kerupuk Subur dan Pabrik Kerupuk Sahara Di Yogyakarta. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 1(1), 39–49.
Simanungkalit, A. B., Daulay, I. N., & Siregar, P. A. (2023). Analisis Beban Kerja Mental, Stres Kerja, Dan Tingkat Kelelahan Kerja Secara Ergonomis Pada Karyawan Bagian Operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V Sei Galuh Di Kabupaten Kampar. Bahtera Inovasi, 7(1), 95–106.
Singh, V., Kumar, A., Prasad, P., Upadhyay, A., Dwivedi, U., & Singh, N. (2025). Ergonomic Comparison of Modified Hoe and Chisel Weeders for Enhanced Operator Comfort in Weeding. Current Agriculture Research Journal, 13, 610–618.
Srinidhi, G., Agrawal, K. N., Kumari, S., Potdar, R. R., & Chandel, N. S. (2025). Muscle fatigue assessment using surface electromyography in farm operations performed in protected cultivation. 1–17.
Umamah, A. (2019). Hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan pada Petani Padi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Skripsi. Jember: Universitas Jember.
Wahyuda, H. (2020). Analisis Faktor Kelelahan Kerja Pada Ojek Online Di Kota Batam. (Doctoral Dissertation, Prodi Teknik Industri).
Wulandari, S. R., Wijaya, D., & Ilyas, F. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Gen Z di Wilayah Jakarta Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika, 3(c), 127–134.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Kadek Asih Yuliantini, I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara, Ida Ayu Gede Bintang Madrini, I Nyoman Sucipta

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/