Analisis RWS dan RIS Pada Budidaya Padi dengan Metode AWD dan Metode Genangan
DOI:
https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p20Kata Kunci:
AWD, Efisiensi Air, Genangan, Padi, RIS, RWSAbstrak
Pengelolaan irigasi yang efisien sangat krusial dalam budidaya padi untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja tata air pada metode Alternate Wetting and Drying (AWD) dan metode genangan konvensional menggunakan indikator Relative Water Supply (RWS) dan Relative Irrigation Supply (RIS). Penelitian eksperimental ini dilaksanakan di Subak Sigaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AWD secara konsisten lebih efisien dibandingkan metode genangan. Laju perkolasi pada metode AWD (4,82 mm/hari) lebih rendah dibandingkan metode genangan (5,62 mm/hari), yang menunjukkan efisiensi penahanan air yang lebih baik. Nilai RWS pada kedua metode berada di atas 1, namun AWD menunjukkan efisiensi yang lebih unggul dengan nilai yang lebih mendekati batas ideal. Analisis RIS mengungkapkan tingkat pemborosan yang signifikan pada metode genangan (mencapai angka 59,69 pada petakan tertentu), sementara metode AWD berhasil menekan penggunaan air dengan nilai RIS musiman yang jauh lebih rendah (2,46 – 2,62). Uji statistik T-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang sangat nyata (P-value 0,00211 < 0,05) pada efisiensi air irigasi antara kedua metode. Disimpulkan bahwa metode AWD mampu menekan penggunaan air irigasi secara drastis melalui fase pengeringan terkontrol tanpa mengganggu kebutuhan fisiologis tanaman.
Referensi
Arif, C., & Setiawan, B. I. (2019). Pendugaan komponen keseimbangan air di lahan sawah dengan linear programming. Jurnal Irigasi, 14(2), 79–88. https://doi.org/10.31028/ji.v14.i2.79-88
Bagus Budianto, M., Supriadi, A., Hidayat, S., & Salehudin, S. (2020). Model Irigasi Hemat Air Perpaduan System of Rice Intensification (SRI) dengan Alternate Wetting and Drying (AWD) pada Padi Sawah. Jurnal Teknik Pengairan, 11(2), 128–136. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2020.011.02.06
Bolly, Y. Y., & Mutiara, C. (2023). Analisis Kualitas Fisik Tanah Pada Lahan Sawah Di Desa Bangkoor Kabupaten Sikka. Agrica, 16(1), 76–83. https://doi.org/10.37478/agr.v16i1.2671
Carrijo, D. R., Lundy, M. E., & Linquist, B. A. (2017). Field Crops Research Rice yields and water use under alternate wetting and drying irrigation : A meta-analysis. Field Crops Research, 203, 173–180. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2016.12.002
Carthy, B., Somers, B., & Wyseure, G. (2024). Irrigation Performance Assessment, Opportunities with Wireless Sensors and Satellites. Water (Switzerland), 16(13), 1–26. https://doi.org/10.3390/w16131762
Khalid, F., Saleh, E., & Purnomo, R. H. (2019). Penentuan Kebutuhan Air dan Koefisien Tanaman (Kc)Padi (Oryza sativa L.) di Sawah Lahan Rawa Lebak. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal, September, 140–156.
Kirmikil, M. (2025). Irrigation Performance Evaluation for Sustainable Water Management: A Study of Karacabey Water Users Association, Türkiye (2006–2023). Sustainability (Switzerland), 17(9). https://doi.org/10.3390/su17094059
Mawardi, M., & Asykari, S. (2017). Perkolasi dan Rembesan pada Saluran Irigasi Tanah. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB), 5(1), 366–373. https://doi.org/10.29303/jrpb.v5i1.47
Nopitasari, N. P. I., & Putrawan, S. (2013). Konsep Tri Hita Karana Dalam Subak. E-Jurnal Ilmu Hukum Kerta Desa, 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthadesa/article/view/5983
Pratama, P., Tika, W., & Budisanjaya. (2021). subak, irigasi, pergiliran, penghematan air, proporsional. 9.
Rizqi, M., Yasar, M., & Sri Jayanti, D. (2019). Analysis of Irrigation Water Requirement Using CROPWAT 8.0 in Krueng Jreu Irrigation Area of Aceh Besar Regency. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(November), 412–421. www.jim.unsyiah.ac.id/JFP
Setyanto, P., Pramono, A., Adriany, T. A., Susilawati, H. L., Tokida, T., Padre, A. T., & Minamikawa, K. (2018). Alternate wetting and drying reduces methane emission from a rice paddy in Central Java, Indonesia without yield loss. Soil Science and Plant Nutrition, 64(1), 23–30. https://doi.org/10.1080/00380768.2017.1409600
Setyawan, G., & Lestari, P. I. T. (2017). Pengaruh Kontribusi Ketidakpastian Terhadap Pelaporan Nilai Porositas Menggunakan Metode Gravimetri. Jurnal Ilmu Fisika | Universitas Andalas, 9(2), 97–102. https://doi.org/10.25077/jif.9.2.97-102.2017
Siopongco, J. D. L. C., Wassmann, R. and, & Sander, B. O. (2013). Alternate wetting and drying in Philippine rice production : feasibility study for a Clean Development Mechanism. Technical Bulletin, 17, 14.
Sujono, J. (2011). Koefisien Tanaman Padi Sawah pada Sistem Irigasi Hemat Air. Agritech, 31(4), 334–351.
Sumiyati, -, Windia, I. W., & Tika, I. W. (2017). Operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi subak di Kabupaten Tabanan. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 7(1), 121. https://doi.org/10.24843/jkb.2017.v07.i01.p08
Sumiyati, Sutiarso, L., Windia, W., & Sudira, P. (2012). Evaluasi Kinerja Fisik Sistem Subak Yang Berorientasi Agroekowisata Menggunakan Pendekatan Logika Fuzzy. Jurnal Teknik Industri, 12(2), 147–155. https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol12.no2.147-155
Suryawan, N., Wiryawan, I. W., Gata, I. W., & Kandia, I. W. (2023). Subak Bentuk Kearifan Lokal Bali Berbasis Tri Hita Karana dan Tantangannya pada Era Globalisasi. Sphatika: Jurnal Teologi, 14(1), 61–73. https://doi.org/10.25078/sphatika.v14i1.2566
Triadi, I. N. S., Yasa, I. M. T., Mudhina, M., Andayani, K. W., & Parwita, I. G. L. M. (2023). Management of the Jatiluwih Irrigation area with sustainable planting patterns and water balance in Tabanan Regency. International Research Journal of Engineering, IT & Scientific Research, 9(5), 212–222. https://doi.org/10.21744/irjeis.v9n5.2368
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Leonard Tampubolon, I Wayan Tika, I Gusti Ketut Arya Arthawan, Mentari Kinasih

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/