Dampak Lama Proses Aerasi Terhadap Pembuatan Bio-urine
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2026.v14.i01.p11Kata Kunci:
Bio-urin, Aerasi, Fermentasi, TDS, EC, PH, SUHUAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama proses aerasi terhadap produksi biourin dari urin sapi. Selama penelitian dilakukan pengamatan terhadap empat parameter yaitu TDS (Total Dissolved Solids), EC (Electrical Conductivity), Ph (Derajat Keasaman), dan Temperatur. Temperatur fermentasi urin pada perlakuan A (pengadukan 0 menit), B (pengadukan 30 menit), C (pengadukan 60 menit), D (pengadukan 90 menit), dan E (pengadukan 120 menit). Titik puncak temperatur fermentasi dan gradien perubahan temperatur. Temperatur mengalami peningkatan pada perlakuan pengadukan nol menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit, dan 120 menit berturut-turut yaitu: 0 – 9,56 hari, 0 – 9,02 hari, 0 – 7,31 hari, 0 – 6,0 hari, dan 0 – 7,65. Sedangkan temperatur mengalami penurunan mulai hari ke 9,56; 9,02; 7.31; 6.0 dan 7.65. Penurunan pH yang diamati selama fermentasi disebabkan oleh penguraian bahan organik oleh mikroorganisme menjadi senyawa yang lebih sederhana. Ini termasuk asam organik, selama dekomposisi molase dan pematangan POC. Akibatnya, pelepasan kation berkurang dan produksi asam meningkat, yang mengakibatkan penurunan pH. Laju peningkatan TDS dalam urin sapi fermentasi dengan perlakuan (P1, P2, P3, P4, dan P5) Pada semua perlakuan, hubungan antara waktu fermentasi dan nilai TDS bersifat linear, dengan nilai TDS meningkat seiring bertambahnya waktu fermentasi. Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan nilai EC yang signifikan antar perlakuan (P1, P2, P3, P4, dan P5) selama fermentasi dan di akhir proses. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa pengadukan selama 120 menit merupakan perlakuan terbaik untuk nilai EC. Perubahan nilai EC bio-urin berkaitan dengan proses fermentasi, perubahan pH, dan nilai TDS.
Referensi
Aritonang, M., Setiyo, Y., & Gunadnya, I. B. P. (2013). Optimalisation cow urine fermentation process become to bio-urine. Jurnal BETA, 1, 268–279.
Budiyanti, N. (2011). Pengolahan urin sapi menjadi pupuk organik cair dengan penambahan bahan pengikat nitrogen dan pengaruhnya terhadap tanaman bayam [Skripsi, Universitas Sebelas Maret].
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. (2020, Mei 15). Pemanfaatan urine sapi sebagai pupuk cair. https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pupuk-organik-84distan.bulelengkab.go.id+1distan.bulelengkab.go.id+1
Firdus, F., Fitri, L., Salim, M. N., & Fauziah, F. (2024). Biofermentasi urine sapi menjadi pupuk organik cair di kelompok usaha peternakan sapi masyarakat Desa Pasie Lamgarot, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Pengabdian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan (JP3L), 2(1), 10–14.
Hannayuri. (2011). Pembuatan pupuk cair dari urine sapi [Blog post]. Diakses 6 Mei 2016, dari http://hannayuri.wordpress.com
Martinsari, T. (2009). Optimalisasi fermentasi urine sapi dengan aditif tetes tebu (molases) untuk menghasilkan pupuk organik cair yang berkualitas tinggi [Skripsi, Universitas Negeri Malang].
Mudiarta, I. M., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2018). Study bioslurry of bio-slurry from cow manure fermentation process with addition molasses. JITP Agrotechno, 3(1), 277–283.
Nuraini, Y., & Asgianingrum. (2017). Improving the quality of cattle biourin with the addition of biofertilizers and molasses and their effect on growth and productivity of pakchoy. Journal of Indonesian Horticulture, 8(3), 183–191.
Paramita, P., Shovitri, M., & Kuswytasar, N. D. (2012). Biodegradation of market organic waste using natural microorganisms in septic tanks. Jurnal Sains dan Seni ITS, 1.
Putra, J. K. G., Setiyo, Y., & Sucipta, I. N. (2022). Impact of addition Nitrosomonas bacterial at cow urine fermentation to produce liquid organic fertilizer. Jurnal BETA, 10(1), 12–22. http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Tri Martinsari. (2009). Optimalisasi fermentasi urine sapi dengan aditif tetes tebu (molases) untuk menghasilkan pupuk organik cair yang berkualitas tinggi. Universitas Negeri Malang.
Kariada, I.K., Aribawa, I.B., & Hosang, E. (2005). Pengaruh Pupuk Organik Cair (Bio Urine Sapi) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung QPM. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.
Kunaepah, U. (2008). Pengaruh Lama Fermentasi dan Konsentrasi Glukosa terhadap Aktivitas Antibakteri, Polifenol Total dan Mutu Kimia Kefir Susu Kacang Merah (Tesis, Program Studi Magister Gizi Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang).
Rasyid, W. (2017). Kandungan Fosfor Pupuk Organik Cair (POC) Asal Urin Sapi dengan Penambahan Akar Serai (Cymbopogon citratus).
Huda, M. K. (2013). Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi dengan Aditif Tetes Tebu (Molasses): Metode Fermentasi (Skripsi, Universitas Negeri Semarang).
Suwignyo, A. (2013). penambahan urea pada urine sapi dan sumber karbon.
Koops, H. P., Pommerening-Röser, A., & Wagner, M. (2006). The lithoautotrophic ammonia-oxidizing bacteria. In M. Dworkin et al. (Eds.), The Prokaryotes: Volume 5: Proteobacteria: Alpha and Beta Subclasses (pp. 778–811). Springer.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rambu Aniny Arista Imelda Eky Rambu Andiny, Yohanes Setiyo, Gede Arda

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/