Pengaruh Ketebalan Plastik Polietilen Densitas Rendah sebagai Bahan Kemasan terhadap Mutu Daun Seledri (Apium Gravelens L.) Selama Penyimpanan Dingin
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p07Kata Kunci:
Daun seledri, ketebalan plastik LDPE, penyimpanan dinginAbstrak
Salah satu cara yang dilakukan untuk mempertahankan kualitas daun seledri dan memperpanjang umur
simpan adalah menggunakan pengemasan dengan ukuran ketebalan plastik polietilen densitas rendah
(LDPE) yang tepat dan penyimpanan pada suhu rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh ketebalan plastik polietilen densitas rendah sebagai bahan kemasan terhadap mutu daun seledri
selama penyimpanan dingin dan untuk mengetahui tingkat ketebalan plastik polietilen densitas rendah
berapakah yang dapat mempertahankan mutu daun seledri yang terbaik. Metode penelitian ini
menggunakan penelitian eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan perlakuan ketebalan plastik polietilen densitas rendah dengan ukuran ketebalan
0,02 mm; 0,03 mm; 0,04 mm; 0,05 mm, 0,06 mm. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari sekali dan setiap
perlakuan diulang sebanyak 3 kali pada suhu penyimpanan 10 ± 20
C selama 18 hari penelitian. Parameter
dalam penelitian ini adalah susut bobot, kadar air, warna, tekstur, tingkat kesegaran, dan aroma. Hasil
analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan ketebalan plastik LDPE sebagai bahan kemasan daun seledri
berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap parameter penelitian. Perlakuan terbaik diperoleh dari
ketebalan plastik polietilen densitas rendah ukuran 0,04 mm dengan susut bobot 4,64 %, warna 18,97,
tekstur 0,0455 N, kadar air 90,22 %, tingkat kesegaran 4,87 dan aroma 5,00. Kesimpulan bahwa tingkat
ketebalan plastik LDPE 0,04 dapat mempertahankan mutu daun seledri paling lama diantara ukuran
ketebalan yang lainnya yaitu dengan umur simpan selama 18 hari
Referensi
Afrianto, I. E., dan Liviawaty, I. E. (1989). Pengawetan dan pengolahan ikan. Kanisius.
Anggraini, R., dan Permatasari, N. D. (2018). Pengaruh lubang perforasi dan jenis plastikkemasan terhadap kualitas sawi hijau (brassica juncea l.). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(3), 154-162.
Arisandi, R., dan Sukohar, A. (2016). Seledri (apium graveolensl) sebagai agen kemopreventif bagi kanker. Jurnal Majority, 5(2), 95-100.
Budiyanto, M. P. (2015). Pengaruh jenis kemasan dan kondisi penyimpanan terhadap mutu dan umur simpan produk keju lunak rendah lemak. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Elidar, Y. (2018). Budidaya tanaman seledri di dalam pot dan manfaatnya untuk kesehatan. Jurnal Abdimas Mahakam, 2(1), 42-47.
Fauziah, D., dan Asgar, A. (2016). Pengaruh suhu penyimpanan dan jenis kemasan serta lama penyimpanan terhadap karaktristik tomat (solanum lycopersicum l) organik (Doctoral Dissertation, Fakultas Teknik Unpas).
Fendriansah, Tamrin, dan Oktafri. (2014). Pengaruh media penyimpanan (biji plastik) terhadap umur simpan wortel segar (daucus carrota l.) Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 3 (2), 111-118.
Hartono, N. A. D., Sutrisno, S., dan Darmawati, E. (2018). Pengemasan untuk mengurangi resiko cemaran timbal (pb) dan penurunan mutu pada sistem penjualan buah pedagang kaki lima. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 15(1).
Indrasari, M.A. 2009. Pengemasan atmosfer termodifikasi seledri (apium graveolens L.). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Johansyah, A., dan Kusdiantini, E. (2014). Pengaruh plastik pengemas low density polyethylene (LDPE), high density polyethylene (HDPE) dan polipropilen (PP) terhadap penundaan kematangan buah tomat (Lycopersicon esculentum. Mill). Anatomi Fisiologi, 22(1), 46-57.
Mahendra, I. P. A. O., dan Pudja, I. R. P. (2015). Pengaruh package icing terinterupsi terhadap mutu brokoli (brassica oleracea, l.) selama penyimpanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 4(1).
Muchtadi, T.R. 1992. Fisiologi Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jendral Pendidikan Tinggi. PAU. IPB. Bogor.
Nur’aini, H., dan Apriyani, S. (2015). Penggunaan kitosan untuk memperpanjang umur simpan buah duku (lansiumdomesticum Corr). AGRITEPA, 1(2), 195-210.
Pudja, I. A. R. P. 2009. Laju respirasi dan susut bobot buah salak bali segar pada pengemasan plastik polyethylene selama penyimpanan dalam atmosfer termodifikasi. Agrotekno 15 (1), 8-11.
Riansyah, A., Supriadi, A., dan Nopianti, R. (2013). Pengaruh perbedaan suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik ikan asin sepat siam (trichogaster pectoralis) dengan menggunakan oven. Jurnal Fishtech, 2(1), 53-68..
Rizzo, V., dan Muratore, G. (2009). Effects of packaging on shelf life of fresh Celery. Journal of Food Engineering, 90(1), 124-128.
Rohaeti, E., Syarief, R., dan Hasbullah, R. (2010). Perlakuan Uap Panas (Vapor Heat Treatment) untuk Disinfestasi Lalat Buah dan Mempertahankan Mutu Buah Belimbing (Averrhoa carambola L.). Jurnal Keteknikan Pertanian, 24(1).
Samad, M. Y. (2012). Pengaruh penanganan pasca panen terhadap mutu komoditas hortikultura. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 8(1).
Saragih, H. O., Dharma, I. P., dan Astawa, I. N. G. Pengaruh ketebalan plastik polyethylene densitas rendah terhadap umur simpan bawang daun (allium fistulosum l.). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 363-373.
Sugianti, C., Hasbullah, R., Purwanto, Y. A., dan Setyabudi, D. A. (2012). Kajian pengaruh iradiasi dosis 0.75 kgy terhadap kerusakan dingin (chilling injury) pada buah mangga gedong selama penyimpanan. Jurnal Teknik Pertanian LampungVol, 3(2), 195-204.
Syahidah, F. M., dan Sulistiyaningsih, R. (2018). Potensi seledri (apium graveolens) untuk pengobatan. Farmaka, 16(1), 55-62.
Warisno dan Dahana, K. 2007. Budidaya Rambutan. CV Aneka Ilmu, Semarang.
Wintagata, K. A., Hartiati, A., dan Admadi, B. Aplikasi commodity system assessment method (csam) pada distribusi seledri (apium graveolens l.) dari petani di kecamatan baturiti ke pengecer. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 7(2), 200-211.
Zagory, D., dan Kader, A. A. (1988). Modified atmosphere packaging of fresh produce. Food Technol, 42(9), 70-77.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/