Pengaruh Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh sebagai Bahan Pelapis Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) terhadap Mutu selama Penyimpanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p04Kata Kunci:
Psidium guajava L., edible coating, minyak wijen, minyak serehAbstrak
Jambu biji merah (Psidium guajava L.) yaitu buah klimaterik yang cukup dikenali. Jambu biji merah
yakni buah yang dagingnya lunak, cepat rusak serta cepat membusuk. Satu diantara upaya guna
meminimalkan kerusakannya serta memanjangkan waktu penyimpanannya buah jambu biji merah
dengan memanfaatkan edible coating yang bahannya dari pelapis minyak wijen serta minyak sereh.
Maksud penelitian ini yakni guna melihat pengaruh emulsi serta mencari konsentrasi paling baik pada
bahan pelapis campuran minyak wijen dan minyak sereh. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua
aspekial konsentrasi minyak wijen bertaraf (W) yakni : 0%, 0,5%, 1% dan konsentrasi minyak sereh
(S), yakni : 0%, 0,5%, 1% dengan 3 kali ulangan maka dari itu membuahkan 27 unit percobaan.
Perlakuan konsentrasi minyak wijen 0,5% serta minyak sereh 0,5% (W1S1) yaitu perlakuan yang
membuahkan nilai paling baik yakni nilai susut bobot 19,15%, total padatan terlarut 6,63 ºBrix,
intensitas kerusakannya 41,66%, kekerasan buah 20,88%, dan perlakuan konsentrasi minyak wijen 1%
dan minyak sereh 0% (W2S0) mempunyai nilai organoleptik tertinggi pada warna kulit, rasa buah,
aroma buah, dan tekstur buah.
Referensi
Apriyanto, A. (1989). Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Arifiya, N., Purwanto, Y. A., & Budiastra, I. W. (2015). Analisis Perubahan Kualitas Pascapanen Pepaya Varietas IPB9 pada Umur Petik yang Berbeda. Jurnal Keteknikan Pertanian, 3(1), 41–48.
Burt, S. (2004). Essential oils: Their antibacterial properties and potential applications in foods—A review. International Journal of Food Microbiology, 94(3), 223-253. International Journal of Food Microbiology, 94, 223–253. https://doi.org/10.1016/j.ijfoodmicro.2004.03.022
Crisosto, C. H., Garner, D., Doyle, J. F., & Day, K. R. (1993). Relationship between Fruit Respiration, Bruising Susceptibility, and Temperature in Sweet Cherries. Hortscience, 28, 132–135. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:88 342090
Ella, M. (2013). Pengujian Efektivitas Konsentrasi Minyak Atsiri Sereh Dapur (Cymbopogon Citratus (DC.) Stapf) pada Pertambahan Jamur Aspergillus Sp. dengan cara In Vitro. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 2(1), 39–48.
Gardjito, M, & S. A. Wardana. (2003). Hortikultural teknik analisis pasca panen. Penerbit Transmedia Global Wacana. Magelang. Yogyakarta
Hammer, K. A., Carson, C. F., & Riley, T. V. (1999). Antimicrobial activity of essential oils and other plant extracts. Journal of Applied Microbiology, 86(6), 985–990. https://doi.org/10.1046/j.1365-2672.1999.00780.x
Harris. (2001). Kemungkinan Pemanfaatan Edible Film dari Pati Tapioka. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 99-106.
J.M Krochta. (1994). Edible coatings and films to improve food quality. CRC Press. Technomic Publ. Co., Lancaster, Pa.
Kadek Arista Pradika, I Made Supartha Utama, & I Wayan Tika. (2023). Pengaruh Pemberian Uap Etanol dan Pelapisan Kitosan terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.). Jurnal BETA, 11(1), 78-89.
Marlina. (2014). Aplikasi pelapisan kitosan dan lilin lebah guna menaikkan umur simpan salak pondoh. Jurnal keteknikan pertanian, vol. 2,
no. 1.
Meisyahputri, B., & Ardiaria, M. (2017). Pengaruh pemberian kombinasi minyak rami dengan minyak wijen pada kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) pada tikus sprague dawley dislipidemia. Journal of Nutrition36 College, 6(1), 35. https://doi.org/10.14710/jnc.v6i1.16890
Murad, M., Fazilah, A., Hani, N., & Karim, A. (2007). Antibacterial Activity and Mechanical Properties of Partially Hydrolyzed Sago Starch? lginate Edible Film Containing Lemongrass Oil. Journal of Food Science, 72, C324-30. https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2007.00427.
Muchtadi, T. R. (1992). Fisiologi Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan. IPB Bogor: Departemen Pendidikan. Jendral Pendidikan Tinggi.
Novita, M, & rohaya, S. (2012). Effects of chitosan coating on physico-chemical characteristics of fresh tomatoes (lycopersicum pyriforme) in different maturity stages. Jurnal teknologi dan industri pertanian indonesia, 4(3), 1–32.
Nyoman Yoga Pradana, I Made Supartha Utama, & Ni Nyoman Sulastri. (2023). Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Karakter Fisik dan Kimia Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) selama Penyimpanan. Jurnal BETA, 11(1), 175-182.
Panataria, l. R., & saragih, m. K. (2019). Penjarangan buah dan perendaman dalam kitosan pada lama simpan buah stroberi (frsupayaia chiloensis l .) Fruit thinning and chitosan coating on the storage time of strawberry fruit (frsupayaia chiloensis l .). 22(1).
Prastya. (2015). Pengaruh pelapisan emulsi minyak wijen dan minyak sereh pada taraf dan waktu penyimpanannya buah tomat. Jurnal beta (biosistem dan teknik pertanian), 3(1).
Quintavalla, S., & Vicini, L. (2002). Antimicrobial food packaging in meat industry. Meat Science, 62(3), 373–380. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0309-1740(02)00121-3
Rubatzky, V. R. (2018). Handbook of Vegetable Science and Technogogy: Production, Composition, Storage and Processing. In HortTechnology (Vol. 8, Issue 4). https://doi.org/10.21273/horttech.8.4.622
Tarigan, N. Y. S., Utama, I. M. S., & Kencana, P. K. D. (2016). Menjaga Taraf Buah Tomat Segar Dengan Pelapisan Minyak Nabati [Maintaining The Quality Of Fresh Tomatoes With a Coating Of Vegetable Oil]. Jurnal BETA, 4(1), 1–9.
Utama, I. G. M., Utama, I. M. S., Pudja, L. A. R. P. (2016). Pengaruh Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah Menjadi Pelapis Buah Mangga Arumanis Pada Taraf Selama Penyimpanannya Pada Suhu Kamar. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 4(2), 81–92. http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Wolfe, T. K., Kipps, M. S. (1953). Production of Field Crops: A Textbook of Agronomy. McGraw-Hill. https://books.google.co.id/books?id=J0RCA
AAAYAAJ
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/