Studi Pengemasan Plastik Polipropilen Terperforasi terhadap Kesegaran Asparagus (Asparagus officinalis L) Selama Penyimpanan Dingin
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p02Kata Kunci:
asparagus, pengemasan, plastik polipropilen, perforas, penyimpanan dinginAbstrak
Asparagus merupakan sayuran yang sangat mudah mengalami kerusakan fisik setelah dipanen. Untuk
mempertahankan mutu kesegaran asparagus selama penyimpanan perlu pengemasan dan penyimpanan
yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan jumlah perforasi terbaik dalam
pengemasan asparagus menggunakan plastik polipropilen dengan ketebalan 0,03 mm. Asparagus dikemas
dalam plastik polipropilen. Plastik kemudian dilubangi sebanyak 2, 4, 6, 8 dan 10 dengan paku diameter 5
mm, serta tanpa lubang. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan kemudian disimpan dalam lemari
pendingin dengan suhu 6±2 o
C. Hasil penelitian menunjukan bahwa plastik polipropilen terperforasi 2
lubang merupakan kemasan terbaik yang mampu mempertahankan susut bobot 41.3%, tekstur 25.3668 N,
warna (L 50.91, a 4.52, b 33.10), tingkat kesegaran 4 (segar), dan total padatan terlarut 9.4 °Brix asparagus
selama penyimpanan
Referensi
Ahn, H. J., Kim, J. H., Kim, J. K., Kim, D. H., Yook, H. S., & Byun, M. W. (2005). Combined effects of irradiation and modified atmosphere packaging on minimally processed Chinese cabbage (Brassica rapa L.). Food Chemistry, 89(4), 589-597.
Anggraini, R., & Permatasari, N. D. (2018). Pengaruh Lubang Perforasi Dan Jenis Plastik Kemasan Terhadap Kualitas Sawi Hijau (Brassica Juncea L.). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(3), 154-162.
Anonim. 2008. Direktorat Jendral Hortikultura. Departemen pertanian jakarta.
Asgar, A. (2018). Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Jumlah Perforasi Kemasan Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Brokoli (Brassica oleracea var. Royal G) Fresh-Cut. Jurnal Hortikultura, 27(1), 127-136.
Jia, C. G., Xu, C. J., Wei, J., Yuan, J., Yuan, G. F., Wang, B. L., & Wang, Q. M. (2009). Effect of modified atmosphere packaging on visual quality and glucosinolates of broccoli florets. Food Chemistry, 114(1), 28-37.
Muchtadi, D. (1989). Aspek Biokimia dan Gizi dalam Keamanan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Muchtadi, D. (1992). Petunjuk laboratorium Fisiologi Pasca Panen Sayuran dan Buah-Buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor.
Pan, X. C., & Sasanatayart, R. (2016). Effect of plastic films with different oxygen transmission rate on shelf-life of fresh-cut bok choy (Brassica rapa var. chinensis). International Food Research Journal, 23(5).
Samad, M. Y. (2012). Pengaruh penanganan pasca panen terhadap mutu komoditas hortikultura. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 8(1).
Soekarto, S. T. (1985). Penilaian organoleptik: untuk industri pangan dan hasil pertanian. Bhratara Karya Aksara, Jakarta.
Wills, R., B. McGlasson, D. Graham and D. Joyce. 2004. Postharvest; An Introduction to the physiology and Handling of Fruit, Vegetable and Ornamentals. Universitas of New South Wales Press Ltd. Sydney.
Zagory, D., & Kader, A. A. (1988). Modified atmosphere packaging of fresh produce. Food Technol, 42(9), 70-77.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/