PENGARUH TEKNIK BLEEDING DAN JENIS MEDIA PENDINGIN TERHADAP MUTU FILLET IKAN KAKAP PUTIH(Lates calcarifer Bloch)
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2015.v03.i02.p01Kata Kunci:
Barramundi, bleeding technique, cooling medium, filletAbstrak
The aimed of this research were to determine the effect of bleeding techniques and types of cooling mediumon the fillet’s quality of Barramundi (Lates calcalifer Bloch). Experimental design with two factors, namely bleeding technique factor and cooling medium factor was used on this research. Bleeding techniques consist of four treatments, i.e without bleeding, one wounded, two wounded, and ike-jime. Types of cooling medium factor consists of four treatments, i.e without media, cold water, ice flake, and ice slurry. Observed variables were visual, aroma, texture, temperature, pH, TPC, and TVB. The results showed that bleeding techniques and the types of cooling medium affected the fillet’s quality of Barramundi significantly. The interaction between two wounded bleeding technique and ice slurry cooling media showed the best result with the value of aroma,texture, pH, TVB, and TPC quality indicator was 5.6 (rather fresh), 7.07 (fresh), 7.34 (fresh), 6.42, 4.74 mg N/100 g, 4.30x10^3 colony/g, respectively.
Referensi
Badan Standarisasi Nasional, 2006. SNI 01-2332.3-2006: Cara Uji Mikrobiologi – Bagian 3: Penentuan Angka Lempeng Total (ALT) Dewan Standardisasi Nasional. Jakarta
Badan Standarisasi Nasional, 2009. SNI 2354.8:2009: Penentuan Kadar Total Volatil Base Nitrogen (TVB-N) dan Trimetil Amin Nitrogen. Dewan Standardisasi Nasional. Jakarta
Badan Standarisasi Nasional, 2006. SNI 01-2346-2006: Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. http:// sisni.bsn.go.id/ index.php?/ snimain /sni/ detail sni/10904 (Diakses tanggal 2 Desember 2014).
Badan Standarisasi Nasional, 2006. SNI 01-2696.1-2006: Fillet Kakap Beku Bagian 3: Penanganan dan Pengolahan. http://sisni.bsn.go.id /index.php?/ sni main/ sni/detail sni/7551 (Diakses tanggal 2 Desember 2014).
Badan Standarisasi Nasional, 2006. SNI 01-2696-1-2006: Fillet Kakap Beku Bagian 1: Spesifikasi. http:// sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7549 (Diakses tanggal 2 Desember 2014).
Badan Standarisasi Nasional, 2006. SNI 01-2729.1-2006: Ikan Segar Bagian 1: Spesifikasi. http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/14472 (Diakses tanggal 2 Desember 2014).
Badan Standarisasi Nasional, SNI 01-2729-3-2006: Ikan Segar Bagian 3: Pengolahan dan Penanganan. http://sisni.bsn.go.id/index.php?/snimain/sni/detail sni/ 14472(Diakses tanggal 2 Desember 2014).
Farber L. 1965. Freshness Test. Borgstorm G, editor. Di Dalam: Fish as FoodVol IV. New York: Academic Press.
Ilyas S. 1993. Teknologi Refrigerasi Hasil Perikanan Jilid I Teknik Pendinginan Ikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.
Siswanto HP dan Soedarto. 2008. Respon kualitas bandeng (Chanos chanos) asap terhadap lama pengeringan. Berkala Ilmiah Perikanan 3 (1).
Rustamaji. 2009. Aktivitas Enzim Katepsin dan Kolagenase dari Daging Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskall) selama Periode Kemunduran Mutu Ikan. Skripsi IPB. (Diakses tanggal 4 Februari 2015).
Wangsadinata, Vera, 2009. Sistem Pengendalian Mutu Ikan Swanggi (Priacanthus macracanthus), (Studi Kasus di CV. Bahari Express, Palabuhanratu, Sukabumi). Skripsi IPB. (Diakses tanggal 25 Juli 2015).
Wahyono, Agung, 2012. Penanganan Ikan Hasil Tangkap di Atas Kapal. Kementrian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jendral Perikanan Tangkap. https://www.scribd.com/ doc/ 82372123/ Penanganan-Ikan-Di-Atas-Kapal (Diakses tanggal 2 Desember 2014).
Yusra dan Yempita, 2010. Dasar-dasar Teknologi Hasil Perikanan. Buku ajar. Bung Hatta Unipersity Press. fpik.bunghatta.ac.id/request.php?83(Diakses tanggal 1 Desember 2014).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/