Pengaruh Waktu Pelayuan dan Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ

Penulis

  • I Nyoman Cakra Lagawa
  • Pande Ketut Diah Kencana
  • I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p05

Kata Kunci:

teh herbal,, waktu pelayuan, bambu Tabah, suhu pengeringan, fenol, flavonoidv

Abstrak

Teh merupakan minuman herbal yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pengolahan daun bambu tabah
(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) menjadi teh merupakan upaya untuk memanfaatkan senyawa
yang ada di dalamnya yang mampu memberikan karakter tersendiri untuk hasil produk teh nantinya.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan hasil dan karakteristik teh herbal daun bambu
tabah dari perlakuan waktu pelayuan dan suhu pengeringan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama yang digunakan dalam rancangan
penelitian ini adalah waktu pelayuan dan faktor kedua yaitu suhu pengeringan. Faktor pertama terdiri dari
tiga taraf yaitu (P1) : pelayuan 8 jam, (P2) : pelayuan 10 jam, dan (P3) : pelayuan 12 jam. Faktor kedua
terdiri dari tiga taraf yaitu (T1): suhu 50 °C, (T2): suhu 60 °C, dan (T3): suhu 70 °C. Parameter yang
diamati dalam penelitian terdiri dari analisis kimia meliputi kadar air, pH, total asam, total fenol, total
flavonoid dan uji organoleptik terdiri dari warna air seduhan,aroma, dan rasa pada daun teh yang diseduh.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan fenol tertinggi terdapat pada perlakuan waktu pelayuan
12 jam dengan suhu pengeringan 70 o
C yaitu 114,5664 mg/100g. Untuk total flavonoid yang terbaik pada
perlakuan waktu pelayuan 12 jam dengan suhu pengeringan 70o
C yaitu 27.1697 mg/100g

Referensi

Anjarsari, B. 2015. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan

Terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Katuk (Sauropus adrogynus L. Merr) (Doctoral dissertation, Fakultas Teknik Unpas).

Chu, D. C., & Juneja, L. R. 1997. General Chemical Composition of Green Tea and Its Infusion. Chemistry and Applications of Green Tea, 13-22.

Fitrayana, C. 2014. Pengaruh Lama dan Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Teh Herbal Pare (Momordica charantia L) (Doctoral dissertation, Fakultas Teknik Unpas).

Jeong, S. M., Kim, S. Y., Kim, D. R., Jo, S. C., Nam, K. C., Ahn, D. U., & Lee, S. C. 2004. Effect of heat treatment on the antioxidant activity of extracts from citrus peels. Journal of agricultural and food chemistry, 52(11), 3389-3393.

Kencana, P. K. D., Widia, W. And Antara, N. S. 2012. Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz)’, Pp. 1– 69

Kusumaningrum, R., Supriadi, A., & RJ, S. H. 2013. Karakteristik dan Mutu Teh Bunga Lotus (Nelumbo nucifera). Jurnal Fishtech, 2(1), 9- 21.

Lase, V. A. 2010. Laporan Praktek Kerja Lapangan Pada Pengolahan Teh hitam (Orthodox) di TPN IV Sidamanik. Departemen Teknologi pertnian. Fakultas Pertanian Universitas sumatra Utara.

Mahmood, T., Akhtar, N., & Khan, B. A. 2010. The morphology, characteristics, and medicinal properties of Camellia sinensis tea. Journal of Medicinal Plants Research, 4(19), 2028-2033.

Pramono, S. 2006. Penanganan Pasca Panen Dan Pengaruhnya Terhadap Efek Terapi Obat Alami. Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXXVII, Bogor.

Putratama, M. S. W. 2009. Pengolahan Teh Hitam Secara CTC di PT. Perkebunan Nusantara VIII, Kebun Kertamanah Pengalengan-Bandung, Laporan yang tidak dipublikasikan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ramlah, R. 2017. Penentuan Suhu dan Waktu Optimum Penyeduhan Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis L) P+ 2 Terhadap Kandungan Antioksidan Kafein, Tanin dan Katekin (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Satyarno, I., Sulistyo, D., & Prayitno, T. A. 2014. Sifat Mekanika Bambu Petung Laminasi. Dinamika Rekayasa, 10(1), 6-13.

Sayekti, E. D., Asngad, A., & Chalimah, S. 2016. Aktivitas Antioksidan Teh Kombinasi Daun Katuk Dan Daun Kelor Dengan Variasi Suhu Pengeringan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Susanti, D. Y. 2008. Efek suhu pengeringan terhadap kandungan fenolik dan kandungan katekin ekstrak daun kering gambir. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian. Peran

Teknik Pertanian dalam Kedaulatan Pangan dan Energi Hayati Menuju Agroindustri yang Berkelanjutan, hal (pp. 1-49).

Winarno, F.G. 1995. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi, jakarta, kimia pangan dan gizi.

Winarno, F. G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi edisi terbaru. Embrio Biotekindo. Bogor.

Zhang, Y., Bao, B., Lu, B., Ren, Y., Tie, X., & Zhang, Y. 2005. Determination of flavone C-glucosides in antioxidant of bamboo leaves (AOB) fortified foods by reversed-phase high-performance liquid chromatography with ultraviolet diode array detection. Journal of Chromatography A, 1065(2), 177-185.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Lagawa, I. N. C., Kencana, P. K. D., & Aviantara, I. G. N. A. (2026). Pengaruh Waktu Pelayuan dan Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 223–230. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p05

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>