Model Sistem Dinamik Stok Beras untuk Mendukung Ketahanan Pangan Provinsi Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p02Kata Kunci:
ketahanan pangan, sistem dinamik, stok beras, RMSPEAbstrak
Kapasitas produksi beras yang terbatas dan konsumsi beras yang meningkat membuat kondisi rawan pangan berupa stok beras yang tidak mencukupi menjadi tidak terelakkan. Kompleksitas permasalahan beras di Provinsi Bali tidak hanya terkait dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal tetapi juga bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan sebab akibat dari variabelvariabel yang mempengaruhi keadaan produksi, konsumsi, dan stok beras di Provinsi Bali dengan menggunakan pendekatan sistem dan penerapan teknik pemodelan sistem dinamik. Dalam penelitian ini dibuat Causal Loop Diagram (CLD) dari sistem stok beras berdasarkan keterkaitan antara sub system produksi, sub sistem konsumsi dan sub sistem cadangan beras pemerintah yang melibatkan hubungan 24 variabel untuk menghasilkan output model berupa proyeksi stok beras di Provinsi Bali periode 2021-2030. Validasi hasil simulasi terhadap data aktual pada model dengan menggunakan metode RMSPE menunjukkan nilai 4,7062 persen (<5 persen), hal ini berarti model dikatakan sangat valid. Hasil simulasi model berdasarkan kondisi existing (skenario 0) menunjukkan bahwa stok beras mulai menurun sejak tahun 2018 dengan rata-rata laju penurunan sebesar 19,76 persen/tahun. Defisit stok beras mulai terjadi pada tahun 2026 sebesar 36.458 ton dan berlanjut pada tahun 2030 sebesar 448.162 ton. Kondisi tersebut dapat teratasi apabila Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan kebijakan yang efektif dengan pilihan kebijakan peningkatan produktivitas padi dengan target minimal 6.7148 ton/hektar (skenario 1 optimis) dan atau peningkatan intensitas tanam dengan target minimal 2.0622 (skenario 3 optimis).
Referensi
Aprillya, M. R., Suryani, E., & Dzulkarnain, A. (2019). System Dynamics Simulation Model to Increase Paddy Production for Food Security. Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence, 5(1), 67. https://doi.org/10.20473/jisebi.5.1.67-75
Ardi, R., & Leisten, R. (2016). Assessing the role of informal sector in WEEE management systems: A System Dynamics approach. Waste Management, 57(1), 3–16. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2015.11.038
Aryawati, S. A. N., & Sutami, P. (2020). Keragaan Varietas Padi Sawah Irigasi Dan Peningkatan Pendapatan Melalui Pendampingan Pengendalian Tanaman Terpadu (Ptt) Di Provinsi Bali. Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 22(1), 53–65. https://doi.org/10.21082/jpptp.v22n1.2019.p53-65
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2011-2020). Provinsi Bali Dalam Angka. www.bali.bps.go.id. Diakses pada 28 Januari 2020.
Besiou, M., Georgiadis, P., & Van Wassenhove, L. N. (2012). Official recycling and scavengers: Symbiotic or conflicting? European Journal of Operational Research, 218(2), 563–576. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2011.11.030
Burchi, F., & De Muro, P. (2016). From food availability to nutritional capabilities: Advancing food security analysis. Food Policy, 60(2016), 10–19. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2015.03.008
FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations). (1996). Rome Declaration on World Food Security and World Food Summit Plan of Action. Adopted at the World Food Summit, November 13-17, Rome
Forrester, J. W. (1994). System Dynamics, Systems Thinking, and Soft OR. System Dynamics Review, 10(2), 245–256. https://doi.org/10.1093/clinchem/29.4.741
Forrester, J. W. (1999). System Dynamics: The Foundation Under System Thinking. Sloam School of Management Massachusetts Institute of Technology. Cambridge
Garside, A. K., & Asjari, H. Y. (2015). Simulasi 21 Ketersediaan Beras di Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 14(1), 47–58.
Kelton, W. D., R. P. Sadowski, dan N. B. Swets, 2010. Simulation with Arena. Edisi Kelima. McGraw Hill. New York
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2017). Data Lima Tahun Terakhir. https://www.pertanian.go.id. Diakses pada tanggal 28 Januari 2020
Mahbubi, A. (2013). Model Dinamis Supply Chain Beras Berkelanjutan. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 10(2), 81–89.
Nurliani, & Rosada, I. (2016). Rice-field Conversion and its Impact on Food Availability. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 9, 40–46. https://doi.org/10.1016/j.aaspro.2016.02.121
Nuryanti, S. (2018). Swasembada Beras Berkelanjutan: Dilema antara Stabilisasi Harga dan Distribusi Pendapatan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 35(1), 19–30. https://doi.org/10.21082/fae.v35n1.2017.19-30
Rachmawati, L. F. 2016. Rekayasa Model Sistem Dinamik Komoditas Jagung untuk Mendukung Program Upaya Khusus di Jawa Barat. Dipublikasikan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Suharyanto, Mahaputra, K., Arya, N. N., & Rinaldi, J. (2016). Faktor Penentu Alih Fungsi Lahan Sawah di Tingkat Rumah Tangga Petani dan Wilayah di Provinsi Bali. Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, 19(1), 9–22.
Ustriyana, I. N. G. (2015). Dynamic modeling of rice stock in Bali Province , Indonesia. European Journal of Business and Management, 7(26), 173–180.
Walls, H., Baker, P., Chirwa, E., & Hawkins, B. (2019). Food security, food safety & healthy nutrition: are they compatible? Global Food Security, 21(2019), 69–71. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2019.05.005
Widhianthini, W. (2019). Implementasi Sistem Dinamik Dalam Bidang Pertanian. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 12(2), 161. https://doi.org/10.24843/soca.2018.v12.i02.p03
Yusra, A. H. A., Irham, Hartono, S., & Waluyati, L. R. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi dan Daya Dukung Lahan Pertanian di Kawasan Perbatasan Kabupaten Sambas. Jurnal Social Economic of Agriculture, 7(2), 75–84. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/