Penerapan Metode Six Sigma untuk Menurunkan Jumlah Defect pada Produksi Fillet Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer Bloch)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p04Kata Kunci:
Fillet ikan, produk cacat, six sigma, pengendalian mutu, daya saing produkAbstrak
Setiap perusahaan seyogyanya berupaya memperkecil resiko kegagalan dalam berproduksi. Tingginya persentase produk cacat dalam setiap siklus produksi selain berimplikasi terhadap menurunkan kepercayaan konsumen juga menaikkan biaya produksi sehingga berakibat menurunkan daya saing produk di pasar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor utama penyebab cacat pada produk dan menemukan bentuk perbaikan proses dan atau manajemen yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah produk cacat pada proses produksi fillet ikan kakap putih kualitas ekspor pada salah satu perusahaan pengolahahan ikan di Bali menggunakan metode six sigma. Penelitian ini mencakup empat tahapan implementasi six sigma yaitu DMAI (Define, Measure, Analyze, dan Improve) yang melibatkan pihak manajemen dan karyawan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi dua faktor kritis penyebab utama defect fillet ikan kakap putih, yaitu daging pecah/lembek dan berbau, dan pemberian gas CO yang kurang merata. Karakteristik kinerja yang dicapai oleh perusahaan saat ini dicirikan oleh angka DPU (Defect per Unit) sebesar 0,09, DPO (Defect per Opportunities) sebesar 0.045, DPMO (Defect per Million Opportunities) sebesar 45,463 yang setara dengan kinerja pada level 3,125-Sigma sehinga tergolong dalam kategori tingkat kinerja rata-rata industri. Perusahaan berpotensi meraih peningkatan kinerja hingga pada level 4,000-Sigma sepanjang bersedia melakukan sejumlah perbaikan secara berkesinambungan dalam manangani baik terhadap pengawasan mutu bahan baku ikan maupun ketidaksempurnaan pemberiaan gas CO pada produk. Dengan penerapan metode six sigma, maka penyebab utama kegagalan dapat diidentifikasi dan mendapat rekomendasi perbaikan dalam upaya meningkatkan kinerja proses perusahaan.
Referensi
Caesaron, D., & Simatupang, S. Y. P. (2015). Implementasi pendekatan DMAIC untuk perbaikan proses produksi pipa PVC (studi kasus PT. Rusli Vinilon). Jurnal Metris, 16(2), 91-96.
Dewi, D. A. P. M. C., Widia, I. W., & Aviantara, I. G. N. A. Pengaruh Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000: 2005 Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 93-102.
Emilasari, D., & Vanany, I. (2007). Aplikasi six sigma pada produk clear file di perusahaan stationary. Jurnal Teknik Industri, 9(1), 27-36.
Farmayanti, N., & Dinarwan, D. (2006). Perspektif Six Sigma dalam Analisis Manajemen Kualitas Kasus Produksi Fish Fillet di PT Dharma Samudra Fishing Industry, Jakarta. Buletin Ekonomi Perikanan, 6(3), 11025.
Gunawan, C. V., & Tannady, H. (2016). Analisis Kinerja Proses dan Identifikasi Cacat Dominan Pada Pembuatan Bag Dengan Metode Statistical Proses Control (Studi Kasus : Pabrik Alat Kesehatan PT.XYZ, Serang, Banten). J@Ti Undip : Jurnal Teknik Industri, 11(1), 9–14.
Hanidah, I. I., Setasih, I. S., Santoso, M. B., & Mardawati, E. (2018). Upaya Peningkatan Nilai Jual “Pindang Cue” Melalui Teknik Pengemasan. Dharmakarya, 7(1), 14-18.
Korah, H., Ijong, F. G., & Suwetja, I. K. (2015). Salmonella occurrence and myoglobin (mb) in frozen smoked tuna. AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT, 3(2), 45-49.
Latief, Y., & Utami, R. P. (2010). Penerapan Pendekatan Metode Six Sigma Dalam Penjagaan Kualitas Pada Proyek Konstruksi. MAKARA of Technology Series, 13(2), 67–72.
Magar, V. M., & Shinde, V. B. (2014). Application of 7 Quality Control ( 7 QC ) Tools for Continuous Improvement of Manufacturing Processes. International Journal of Engineering Research and General Science, 2(4), 364–371.
Nurjanah, A. A., Sudirman, S., & Tarman, K. (2014). Pengetahuan Bahan Baku Hasil Perairan.
Pangaribuan, B. M., & Handayani, N. U. (2016). Analisis Penyebab Cacat Produksi Roma Kelapa Pada Mesin Oven Dengan Metode Failure Modes Effects Analysis ( Fmea ). Engineering Journal, 1–9.
Prashar, A. (2014). Adoption of Six Sigma DMAIC to reduce cost of poor quality. International Journal of Productivity and Performance Management, 63(1), 103–126.
Rudhaliawan, V. M. (2013). Pengaruh Pelatihan terhadap Kemampuan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan PT. Telkom Indonesia, Tbk Kandatel Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 4(2).
Rohmatulloh, R., Kusumastuti, R., & Shiddiq, J. A. (2017). Penentuan Kriteria Evaluasi Kinerja Widyaiswara Menggunakan Nominal Group Technique. Jurnal Teknik Industri, 17(2), 51.
Sedana, I., Widia, I., & Yulianti, N. (2015). Pengaruh Teknik Bleeding Dan Jenis Media Pendingin Terhadap Mutu Fillet Ikan Kakap Putih(Lates Calcarifer Bloch). BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 3(2), 1–11.
Soemohadiwidjojo, A. T. (2017). Six Sigma Metode Pengukuran Kinerja Perusahaan Berbasis Statistik. Jakarta: Raih Asa Sukses. Suherman, A., & Cahyana, B. J. (2019).
Pengendalian Kualitas Dengan Metode Failure Mode Effect And Analysis ( FMEA ) Dan Pendekatan Kaizen untuk Mengurangi Jumlah Kecacatan dan Penyebabnya. Seminar Nasional Sain Dan Teknologi, 1–9.
Try, N., Sutanaya, A., Ketut, P., Kencana, D., & Arda, G. (2018). Aplikasi asap cair tempurung kelapa mampu meningkatkan umur simpan fillet ikan tuna. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 82–89.
Wahyani, W., Chobir, A., & Rahmanto, D. D. (2010). Penerapan Metode Six Sigma Dengan Konsep Dmaic Sebagai Alat Pengendali Kualitas. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XII, 1–14.
Widiyawati, S., & Assyahlafi, S. (2017). Perbaikan produktivitas perusahaan rokok melalui pengendalian kualitas produk dengan metode six sigma. Journal of Industrial Engineering Management, 2(2), 32-38.
Yuniarto, H. A., Akbari, A. D., & Masruroh, N. A. (2013). Perbaikan Pada Fishbone Diagram Sebagai Root Cause Analysis Tool. Jurnal Teknik Industri, 3(3), 217–224.
Zulkarnain, M., Purwanti, P., & Indrayani, E. (2013). Analysis of Aquaculture Production Value Effect To Gross Domestic Product of Fisheries Sector in. Jurnal ECSOFiM, 1(1), 52–68.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/