Penentuan Umur Simpan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Asap pada Konsentrasi Asap Cair Bambu Tabah dan Suhu Pengovenan yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p08Kata Kunci:
Ikan Nila, Asap Cair, Konentrasi, Suhu Pengovenan, Umur SimpanAbstrak
Pengolahan ikan nila dapat dilakukan dengan memanfaatkan asap cair bambu tabah, karenadapat menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh bakterioleh kandungan senyawa fenol yang terkandung dalam asap cair bambu tabah. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh konsentrasiperendaman asap cair bambu tabah dan suhu pengovenan, terhadap karakteristik ikan nila asapdan menentukan kombinasi konsentrasi perendaman asap cairbambu tabahdan suhu pengovenanyang memberikan masa simpan paling panjang.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan menggunakan dua faktor, yaitu kadar konsentrasi asap cair (K) sebanyak 5 taraf perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan suhu pengovenan (S) sebanyak 3 taraf yaitu 600C, 800C, dan 1000C, dioven selama 4 jam, perlakuan dilakukan dalam 2 kali ulangan.Parameter yang diukur meliputi karakteristik yang mempengaruhi umur simpan seperti pH, Kadar air, Kekerasan, Total Plate Count(TPC), dan untuk menentukan umur simpan ikan nila olahan menggunakan metode Extended Storage Studies (ESS) melalui uji sensoris Kenampakan, Aroma, Tekstur, dan Rasa setiap 24 jam selama masa penyimpananpada suhu ruang ±280C, hingga produk dikatakan rusak. Dapat disimpulkan bahwa, konsentrasiperendaman asap cair bambu tabah dan suhu pengovenan, memberikan pengaruh nyata (P<0.05)terhadap perubahan pH,kadar air, kekerasan, TPC, dan organoleptik kenampakan, aroma, tektur, dan rasa ikan nila asapcair bambu tabah. Kombinasiperendaman asap cair20%dan suhu pengovenan1000C adalah kombinasi yang memberikan masa simpan paling panjangselama 24 jam.
Referensi
Alinti, Z., Timbowo, S. M., & Mentang, F. (2018). Kadar air, pH, dan kapang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L.) asap cair yang dikemas vakum dan nonvakum pada penyimpanan dingin. Media Teknologi Hasil Perikanan, 6(1), 6. https://doi.org/10.35800/mthp.6.1.2018.16851
AOAC. (1995). Official methods of analysis. Association of Official Analytical Chemists.
Apriani, R., Ferasyi, R., & Razali, R. (2017). Jumlah cemaran mikroba dan nilai organoleptik ikan tongkol (Euthynnus affinis). JIMVET, 1(3), 598–603.
Arnanda, Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. L. G. B. (2019). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–300.
Asdak, C. (2018). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.
Badan Standardisasi Nasional. (2006). SNI 2346-2006: Ikan olahan. BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2009a). SNI 2725:2009: Ikan asap. BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2009b). SNI 7388:2009: Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. BSN.
BMKG. (2020). Prakiraan musim kemarau 2020 di Indonesia. BMKG.
Dharmananta, I. D. P. G. A., Suyarto, R., & Trigunasih, N. M. (2019). Pengaruh morfometri DAS terhadap debit dan sedimentasi DAS Yeh Ho. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika.
Dipayana, K. A., Tika, I. W., & Sumiyati, S. (2017). Analisis pemakaian air irigasi pada budidaya padi beras merah dengan sistem tanam Legowo Nyisip (Studi kasus di Subak Sigaran). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 131–138.
Dwiyitno, & Riyanto, R. (2006). Studi penggunaan asap cair untuk pengawetan ikan kembung (Rastrelliger neglectus) segar. Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 1(2), 143–149.
Fitriati, U., Novitasari, N., Rusdiansyah, A., & Rahman, A. (2015). Studi imbangan air pada daerah irigasi Pitap. Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil, 4(1).
Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D. (2016). Kajian kebutuhan air dan produktivitas air padi sawah dengan sistem pemberian air SRI dan konvensional menggunakan irigasi pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23–32.
Guillen, M. D., & Sopelana, P. (2000). Polycyclic aromatic hydrocarbons in liquid smoke flavorings obtained from different types of wood. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 48, 5083–5087.
Handika, I. P. R., & Wijaya, I. M. A. S. (n.d.). Analisis neraca air irigasi untuk tanaman padi pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 3(2).
Hasanah, H., Jannah, A., & Fasya, A. G. (2012). Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol tape singkong (Manihot utilissima Pohl). Alchemy, 2(1), 68–79. https://doi.org/10.18860/al.v0i0.2294
Herawati, H. (2008). Penentuan umur simpan pada produk pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 27(4), 124–130.
Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B. (2020). Analisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi pada lahan sawah: Studi kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah dan Iklim, 41(2), 135.
I Diatmika, I. G. N. A., Kencana, D., & Arda, G. (2019). Karakteristik asap cair batang bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata) yang dipirolisis pada suhu berbeda. Jurnal BETA, 7, 278–285.
Jailani. (2005). Kajian debit banjir Sungai Way Laay Kecamatan Karya Penggawas Kabupaten Lampung Barat (Tesis Magister). Institut Teknologi Bandung.
Kalista, A., Redjo, A., & Rosidah, U. (2018). Analisis organoleptik tingkat kesegaran ikan nila selama penyimpanan. Fishtech, 7(1), 98–103.
Kaban, H. D., et al. (2019). Analisa kadar air, pH, dan kapang pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L.) asap yang dikemas vakum pada penyimpanan suhu dingin. Media Teknologi Hasil Perikanan, 7(3), 72–79.
Leroi, F., & Joffraud, J. J. (2000). Salt and smoke simultaneously affect chemical and sensory quality of cold-smoked salmon during 5°C storage. Journal of Food Protection, 63(9), 1222–1227.
Mediani, A., Fajar, M., Basuki, A., & Finesa, Y. (2019). Analisis neraca air dan kebutuhan air tanaman padi guna ketahanan pangan dalam upaya mitigasi bencana kekeringan pada Sub DAS Samin.
Muratore, G., Mazzaglia, A., & Lanza, C. M. (2007). Effect of process variables on the quality of swordfish fillets flavored with smoke condensate. Journal of Food Processing and Preservation, 31, 167–177.
Priyonugroho, A. (2014). Analisis kebutuhan air irigasi (Studi kasus daerah irigasi Sungai Air Keban Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(3), 457–470.
Purnama, I. L. S., Trijuni, S., Hanafi, F., Aulia, T., & Razali, R. (2012). Analisis neraca air di DAS Kupang dan Sengkarang.
Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (n.d.). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.) di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 204–210.
Sitanggang, S., Pudja, I. A. R. P., & Gunadnya, I. B. P. (2020). Pendugaan umur simpan metode ESS ikan kakap putih olahan dengan asap cair bambu tabah. Jurnal BETA, 8(1), 45–54.
Swastawati, F., et al. (2013). Karakteristik kualitas ikan asap yang diproses menggunakan metode dan jenis ikan berbeda. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 2(3). https://doi.org/10.17728/jatp.v2i3.142
Tumonda, S., Mewengkang, H. W., & Timbowo, S. M. (2017). Kajian mutu ikan cakalang asap terhadap kadar air dan pH selama penyimpanan. Media Teknologi Hasil Perikanan, 5(2), 64. https://doi.org/10.35800/mthp.5.2.2017.14937
Wijaya, M., et al. (2008). Karakterisasi asap cair dan pemanfaatannya sebagai biopestisida. Bionature, 9(1), 34–40.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/