Dinamika Suhu Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Keranjang BioKomposter

Penulis

  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini
  • Ni Nyoman Sulastri

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i18.

Kata Kunci:

household organic waste, rice hulls, temperature, bio composter basket

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur hara makro dan mikro sampah rumah tangga yang divariasikan dengan sekam padi dalam biokomposter atau biore aktor garden bag. Metode pengomposan dalam penelitian ini menggunakan metode windrow system. Material sampah organik rumah tangga berperan sebagai sumber nitrogen dan sekam padi sebagai sumber karbon atau sebagai bulking agent sehingga C/N ratio bahan baku memenuhi syarat pengomposan.Hasil analisis beberapa parameter material sampah organik rumah tangga dan sekam padi yaitu kadar air (%):76,29 dan 9,48, ka dar organik (%): 98,17 dan 77,92, pH: 4,32 dan 6,56, Salinitas (mS/cm): 4,03 dan 0,21, C:N ratio :15,72 dan 112,57, total N (%): 0,87 dan 3,81, kadar lemak (%BB): 13,27 dan 9,48, vitamin C (mg/a00 g): 65,11 dan 92,99 untuk masing-masing bahan. Analisis parameter unsur hara makro dan mikro material sampah organik rumah tangga dan sekam padi menunjukkan bahwa masing-masing bahan baku memenuhi syarat pengomposan. Pada proses pengomposan, suhu diamati dari hari ke-2 sampai hari ke-14. Fase termofilik dicapai pada hari ke-2 yaitu suhu mencapai 43 OC setelah proses aklimasi campuran kedua material. Suhu optimal atau puncak suhu yang dicapai dalam pengomposan sebesar 55 OC pada hari 9 ~10 lalu mengalami penurunan suhu dihari selanjutnya, pengamatan dilakukan selama 14 hari untuk melihat dinamika perubahan suhu dari fase termofilik ke fase mesofilik.

Referensi

Djuarnani, Kristian, dan Setiawan, 2005, Cara Cepat Membuat Kompos, Agromedia Pustaka, Jakarta.

Eriksen, G.N.,F.J.Coale,and G.A. Bollero.1999. Soil Nitrogen Dynamics and Maize Production in Municipal Solid Waste Amended Soil. Agron.J.91:1009-1016

Horisawa, S., Sakuma,Y., Tamai, Y., Doi, Shuichi and Terasawa, M. 2001. Effect of environmental temperature on a small-scale biodegradation system for organic solid waste. The Japan wood Research Society 47:154-158.

Madrini, B., Shibusawa, S., Kojima, Y., and Hosaka, S. 2016. Effect of natural zeolite (clinoptilolite) on ammonia emission of leftover food-rice hulls composting at the initial stage of the thermophilic process.

Pascual, J.A., Garcia, C., Hernandez, T., 1999. Comparison of fresh and composted organic waste in their efficacy for the improvement of arid soil quality. Bioresource Technology. 68, 244-264.

Suller, D.J and Finstein, M.S. 1977. Effect of temperature, aeration and moisture on CO2 formation in bench-scale, continuously thermophilic composting of solid waste. Appl Environ Microbiol 33:345-350.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Madrini, I. A. G. B., & Sulastri, N. N. (2026). Dinamika Suhu Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Keranjang BioKomposter. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(1), 1–4. https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i18.

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>