Analisis Kualitas Sifat Fisik Tanah pada Lahan Subak di Bali

Penulis

  • Widyalis Rani Tamara Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Made Anom Sutrisna Wijaya Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p21

Kata Kunci:

jasa lingkungan, , kualitas tanah, parameter fisik tanah, subak

Abstrak

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang ada di Bali yang khusus mengatur sistem pembagian air
secara tradisional di sawah untuk bercocok tanam padi. Dengan perkembangan jaman yang pesat ini,
keberadaan subak terancam karena adanya alih fungsi lahan ke penggunaan lain di luar sektor pertanian
yang menyebabkan ruang terbuka hijau akan semakin berkurang. Jasa lingkungan merupakan jasa yang
diberikan oleh fungsi ekosistem yang memiliki manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap
kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas tanah yang ada di subak
pada saat sebelum tanam dan sesudah panen untuk melihat kontribusi subak terhadap lingkungan. Metode
yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik tanah. Pengambilan
sampel dilakukan secara random sampling, dengan lokasi subak sampel yaitu Subak Kerdung, Subak
Jatiluwih dan Subak Lotunduh. Kualitas tanah dinilai dengan menggunakan teknik penilaian berdasakan
parameter fisik tanah. Parameter yang diamati yaitu sifat fisik tanah yang meliputi tekstur, porositas,
kapasitas lapang, berat jenis dan berat volume. Hasil analisis menunjukkan perubahan kualitas tanah pada
lahan subak menjadi lebih baik. Kontribusi subak dari segi sifat fisik tanah, yaitu dapat meningkatkan
porositas dan menurunkan nilai berat volume tanah subak. Porositas dari Subak Jatiluwih pada fase sebelum
tanam adalah 56,27% dan pada fase sesudah panen meningkat menjadi 66,91%. Penurunan berat volume
terbaik terdapat pada Subak Jatiluwih yaitu pada fase sebelum tanam 1,05 g/cm3 kemudian menurun
menjadi 0,92 g/cm3 pada fase setelah panen. Jasa lingkungan dari sistem subak yaitu mampu menjaga dan
meningkatkan kualitas tanah dengan adanya aktivitas dan pengolahan tanah.

Referensi

Abdul Rahman Arinong, 2013. Fosfor Tanah. Tersedia di www.stppgowa.ac.id. (diakses:

10/08/2019).

Bukcman, H. O. dan N. C. Brady. 1992. Ilmu Tanah. Terjemahan Soegiman. Bhatara Karya Aksara. Jakarta

Cahyadewi, P. E., Diara, I. W., & Arthagama, I. D. M. (2016). Uji Kualitas Tanah dan Arahan Pengelolaannya Pada Budidaya Padi Sawah di Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 232-242.

Damanik, M. M. B., Hasibuan, B. E., Fauzi, S., & Hanum, H. (2011). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Universitas Sumatera Utara Press, Medan.

Foth, H.D. 1998. Dasar-dasar Ilmu tanah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 782 p.

Hanudin, E., Matsue, N., & Henmi, T. (2000). Change in charge characteristics of allophane with adsorption of low molecular weight organic acids. Clay science, 11(3), 243-255.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah Ultisol. Edisi Baru. Akademika Pressindo, Jakarta.

Lal, R. (1994). Methods and Guidelines for Assessing Sustainable use of Soil and Water Resources in the Tropics. Ohio State Univ., Ohio (EUA). Dept. of Agronomy Soil Management Support Services, Washington, DC, (EUA).

Odjak, M. (1992). Effect of Potassium Fertilizer in Increasing Quality and Quantity of Crop Yield. Dalam Peranan Kalium dalam Pemupukan Berimbang untuk Mempercepat Swasembada Pangan. Prosiding Seminar Nasional Kalium. Jakarta (Vol. 4, pp. 94-104).

Pangan, D. P. T. (2011). Hortikultura (DPTPH) Bali. 2007. Fenomena dan Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengentalian Konversi Lahan Sawah di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Rohmah G. 2014. Ecological and Psychological Carrying Capacity of Tourism in Themepark, Case Study: Taman Wisata Matahari Cisarua Bogor [tesis]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.

Sarief, E. S. (1986). Kesuburan dan pemupukan tanah pertanian. Pustaka Buana. Bandung, 182.

Suprayitno. (2008). Teknik Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam. Bogor. Departemen Kehutanan Pusat DIKLAT Kehutanan.

Sutanto, R. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Konsep dan Kenyataan. Kanisius.

Sutawan, N. (2005). Subak Menghadapi Tantangan Globalisasi. Revitalisasi Subak dalam Memasuki Era Globalisasi. Andi: Yogyakarta.

Tangketasik, A., Wikarniti, N. M., Soniari, N. N., & Narka, I. W. (2012). Kadar bahan organik tanah pada tanah sawah dan tegalan di Bali serta hubungannya dengan tekstur tanah. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, 2(2).

Wigati, E. S., & Syukur, A. (2006). Pengaruh Takaran Bahan Organik dan Tingkat Kelengasan Tanah Terhadap Serapan Fosfor oleh Kacang Tunggak di Tanah Pasir Pantai. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 6(2006).

Windia, W., Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira, P., & Arif, S. S. (2005). Sistem Irigasi Subak dengan Landasan Tri Hita Karana (THK) sebagai Teknologi Sepadan dalam Pertanian Beririgasi. SOCA (Socio-Economic of Agriculturre and Agribusiness).

Unduhan

Diterbitkan

2019-11-06

Cara Mengutip

Tamara, W. R., Sumiyati, & Wijaya, I. M. A. S. (2019). Analisis Kualitas Sifat Fisik Tanah pada Lahan Subak di Bali. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 358–363. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p21

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>