PENGARUH EMULSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPANNYA

Penulis

  • Made Arya Nugeraha Inggas Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian Universitas Udayana
  • I Made Supartha Utama Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian Universitas Udayana
  • Gede Arda Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/j.beta.2013.v01.i02.p03

Kata Kunci:

tomat, emulsi minyak, edibel coating, mutu, pasca panen

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ragam emulsi minyak nabati di dalam air, sebagai bahan pelapis, terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di dalam suhu ruang (27-300C). Ragam emulsi sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah emulsi minyak kelapa (E1), emulsi minyak biji bunga matahari (E2), emulsi minyak wijen (E3), dan emulsi minyak kanola (E4) dengan konsentrasi sama yaitu minyak nabati 0,5%. Bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan emulsi adalah tween 80 1%, asam oleat 0,5 %, alkohol 3%. Sebagai pembanding, buah tomat juga diberikan perlakuan lilin pelapis komersial Wax Brogdex dengan konsentasi yang sama (E5) serta buah tomat tanpa diberi pelapisan sebagai kontrol (E0). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis emulsi minyak sebagai bahan pelapis berpengaruh sangat nyata terhadap masa simpan dan mutu buah tomat selama penyimpanan pada suhu ruang. Perlakuan pelapisan dengan emulsi minyak wijen (E3) memberikan pengaruh terbaik dimana mampu menekan perubahan berat, dan intensitas pembusukan serta mempertahankan kekerasan, bila dibandingkan dengan kontrol dan emulsi berbahan Wax Brogdex selama penyimpanan. Sedangkan pelapisan dengan emulsi minyak biji bunga matahari (E2) adalah perlakuan terbaik kedua dalam menekan perubahan berat dan mempertahankan kekerasan, namun, intensita pembusukan masih rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan emulsi minyak lainnya.

Referensi

Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI-Press. Jakarta. hal 485.

Franceschi, S., E. Bidoli, C. LaVeccia. R. Talamini, B. D’Avanzo, and E. Negri. 1994. Tomatoes and Risk of Digestive-tract Cancers. International Journal of Cancer. 59: 181-184.

Inayati, U.K. 2009. Pengaruh Kombinasi Ba Dan Beberapa Jenis Bahan Pelapis Untuk Memperpanjang Daya Simpan Buahn Manggis (Garcinia Mangostana L.). Jurnal. FATETA. Institut Pertanian Bogor.

Kader, A. A. 1992. Postharvest Technology of Horticultural Crops. University of California Division of Agriculture and Natural Resources.

Kremer, Fr. & Unterstenhofer, G. (1967): De l’ emploi de la metode de Townsend et Heuberger dans l’interpretation de results d’essais phytosanitares. Pflanzenschutz Nachrichten, Bayer 4: 625–628.

Maletta, M., W. H. Tietjen, W. P. Cowgill, Jr., and S. A. Johnson. 1995. Tomato Culture--How Does It Affect Yield and Disease?. www. Ext.vt.edu/news/periodicals/commhort/1995-10/commhort- 43.html. Diakses tanggal 23 Maret 2013.

Marpaung, L. 1997. Pemanenan dan Penanganan Buah Tomat. Dalam Duriat A. S., W. W. Hadisoeganda,A. H. Permadi, R. M. Sinaga, Y. Hilman, dan R. S. Basuki (eds.). Teknologi Produksi Tomat. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang.

Mathur, S.S. and Srivastava, H. C. 1995. Effect of skin coating on the storage behaviour of mango, p. 88- 89. In S. K. Mitra (Ed). Postharvest Physiology and Storage of Tropical and Subtropical Fruits. CAB International. London.

Mattoo, A.K., T. Murata, Er. B. Pantastico, K. Chachin, dan C. T. Phan. 1986. Perubahan-perubahan Kimiawi Selama Pematangan dan Penuaan. Dalam Er. B. Pantastico (ed.). Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Sub Tropika. Terjemahan Kamariyani. Gadjah Mada University Press.

Mc Hugh T.H., Krocha J.M. 1994. Permeability Properties Of Edible Films. In Krocha J.M., Baldwin E.A., Nisperos-Carriedo M.O, (eds.) Edibles Coatings and Films to Improve Food Quality. Lancaster. Technomic Pub.Co. Inc.

Mitra, S. K. 1997. Postharvest Physiology and Storage of Tropical and Subtropical Fruits. CAB International. London. 423 p.

Pantastico, Er. B. T. K. Chattopadhayay dan H. Subbramanyam. 1986. Penyimpanan Secara Komersil. Hal 495-533. Dalam Er. B. Pantastico (ed.). Fisiologi Pasca Panen: Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran Tropika dan Subtropika (Terjemahan ). Gajah Mada Univ. Press, Yogyakarta.

Rudito. 2005. Perlakuan Komposisi Gelatin dan Asam Sitrat Dalam Edible Coating yang Mengandung Gliserol Pada Penyimpanan Tomat. Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Shimson, S.P and Straus, M.C. 2010. Post-Harvest technology of Horticultural Crop. Oxford Book Company. India.

Sinaga, R.M. 1984. Penelitian Mutu Fisis Buah Beberapa Varitas Tomat. Buletin Penelitian Hortikultura. Balai Penelitian Hortikultura. Lembang. 11 (4) : 32-37.

Soesanto, T. 1994. Fisiologi dan Teknologi Pascapanen. Academica, Yogyakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2017-09-07

Cara Mengutip

Inggas, M. A. N., Utama, I. M. S., & Arda, G. (2017). PENGARUH EMULSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPANNYA. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 1(2), 1–10. https://doi.org/10.24843/j.beta.2013.v01.i02.p03

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>