Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Bambu Tabah dan Lama Perendaman t erhadap Masa Simpan Ikan Nila ( Oreochromis niloticus ) Segar
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p25Kata Kunci:
asap cair, ikan nila, konsentrasi, Lama perendaman, masa simpanAbstrak
Mempertahankan mutu ikan nila sebaiknya dapat dilakukan dengan memanfaatkan asap cair dari bambu tabah, karena dapat menghambat perkembangan bakteri (kandungan senyawa fenolik dalam asap cair). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair bambu tabah dan lama perendaman terhadap masa simpan ikan nila, serta menentukan kombinasi perlakuan untuk masa simpan paling panjang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan menggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan lama perendaman (10 menit, 20 menit, 30 menit, dan 40 menit dalam 2 kali ulangan. Parameter yang diukur meliputi pH, kadar air, tekstur, TPC, dan uji organoleptic terhadap kenampakan fisik ikan nila segar seperti mata, insang, daging, aroma, lendir permukaan badan, dan tekstur. Penentukan umur simpan ikan nila menggunakan metode Extended Storage Studies (ESS) dan dilakukan pengamatan setiap 12 jam selama masa penyimpanan pada suhu ruang ± 28°C hingga produk dinyatakan rusak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, konsentrasi asap cair bambu tabah dan lama perendaman berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap perubahan nilai pH, kadar air, tekstur, TPC, dan organoleptik kenampakan fisik ikan nila (mata, insang, daging, aroma, lendir permukaan badan, dan tekstur ikan nila. Kombinasi perlakuan konsentrasi asap cair 20% dengan lama perendaman 40 menit adalah kombinasi yang memberikan masa simpan paling lama yaitu 24 jam. Pada waktu penyimpanan jam ke-36 semua produk dinyatakan rusak.
Referensi
Ali, H., Abustam, E., & Adriansyah, M. (2011). Pengaruh Level Asap Cair dan Jenis Otot Terhadap Nilai Daya Ikat Air (DIA) dan pH Daging Sapi Bali Yang Ditransportasikan. Jurnal Ilmiah Perternakan Tropika, 8(1), 1–9.
Alinti, Z., Timbowo, S. M., & Mentang, F. (2018). Kadar Air , pH , dan Kapang Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Asap Cair Yang Dikemas Vakum. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan, 6(1), 6–13.
AOAC. (1995). Official Methods of Analysis The Association Official Analytical. Chemists.
Badan Standar Nasional. (2009). SNI 2721.1:2009. Ikan asap - Bagian 1: Spesifikasi ICS (pp. 1– 12).
Badan Standar Nasional. (2009). SNI 7388:2009. Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan (p. 17).
Badan Standar Nasional. (2011). SNI 2346:2011. Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori pada Produk Perikanan. Berhimpon, S. (1993). Mikrobiologi perikanan ikan. Universitas Sam Ratulangi. Manado. 52hlm.
Buckle, K.A. (1987). Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press.Jakarta
Diatmika, I. G. N. A. Y. A., Kencana, P. K. D., & Arda, G. (2019). Karakteristik Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) yang Dipirolisis pada Suhu yang Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(2), 271. https://doi.org/10.24843/jbeta.2019.v07.i02.p07
Dwiyitno, D., & Riyanto, R. (2007). Studi Penggunaan Asap Cair Untuk Pengawetan Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus) Segar. In Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (Vol. 1, Issue 2, p. 143). https://doi.org/10.15578/jpbkp.v1i2.397
Enampato, M.H. (2011). Inventarisasi Keragaman Mutu Produk Ikan Tandipang (Dussumieria acuta C.V.) Asap Kering Produksi Rumah Tangga Di Desa Matani I Kecamatan Tumpaan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UNSRAT. Manado.
Green-Petersen, D. M. B., Nielsen, J., & Hyldig, G. (2006). Sensory profiles of the most common salmon products on the danish market. Journal of Sensory Studies, 21(4), 415–427. https://doi.org/10.1111/j.1745- 459X.2006.00073.x
Herawati, H. (2008). Penentuan umur simpan pada produk pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 27(4), 124–130.
Ilyas S. (1983). Teknologi Refrigasi Hasil Perikanan. Jilid I. Teknik Pendinginan Ikan. Jakarta: CV Paripurna
Kalista. A, A. Supriadi, & S. H. Rachmawati J. (2012). Bekasam Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Dengan Penggunaan Sumber Karbohidrat Yang Berbeda. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Sriwijaya,
1(01), 102–110. http://eprints.unsri.ac.id/3797/
Lebois, M., Connil, N., Onno, B., Prévost, H., & Dousset, X. (2004). Effects of divercin V41 combined to NaCl content, phenol (liquid smoke) concentration and pH on Listeria monocytogenes ScottA growth in BHI broth by an experimental design approach. Journal of Applied Microbiology, 96(5), 931–937. https://doi.org/10.1111/j.1365-
2672.2004.02221.x
Muratore, G., Mazzaglia, A. and Lanza, C. M. (2007)‘Effect of Process Variables On The Quality Of Swordfish Fillets Flavored With Smoke Condensate’, Food Processing and Preservation, 31, pp. 167–177. Saloko, S., Darmadji, P., Setiaji, B., & Pranoto, Y. (2014). Antioxidative and antimicrobial activities of liquid smoke nanocapsules using chitosan and maltodextrin and its application on tuna fish preservation. Food Bioscience, 7(October 2018), 71–79. https://doi.org/10.1016/j.fbio.2014.05.008
Santoso, S. (2005). Teknologi dan Pengolahan Kedelai (Teori dan Praktek). Kimia Pangan, 2–7.
Sudarmadji. S., B. Haryono, & Suhardi. (2010). Analisa bahan makanan dan pertanian
Slamet Sudarmadji, Bambang Haryono,Suhardi. Yoyakarta: Liberty Yogyakarta.
Sutanaya, A. T. N., Kencana, D. K. P., & Arda, G. (2018). Aplikasi asap cair tempurung kelapa mampu meningkatkan umur simpan fillet ikan tuna. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 82–89.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/