Pengaruh Emulsi Minyak Wijen dan Ekstrak Daun Kecombrang sebagai Bahan Pelapis terhadap Atribut Mutu Buah Salak Madu selama Penyimpanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p09Kata Kunci:
salak madu, ekstrak daun kecombrang, minyak wijenAbstrak
Buah salak madu (Salacca amboinensis) merupakan buah perishable dan memiliki umur simpan yang singkat sehingga menyebabkan sulitnya buah dipasarkan. Penelitian ini, bertujuan untuk mencari kombinasi emulsi terbaik dari penambahan ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) dan minyak wijen sehingga mampu untuk menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan. Penelitian ini, menggunakan Rancangan
Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu ekstrak daun kecombrang dengan taraf konsentrasi (0%, 4% dan 8%) dan faktor kedua yaitu minyak wijen dengan taraf konsentrasi (0%, 0,5% dan 1%) dengan parameter yang diuji yaitu susut bobot, kekerasan, color difference, total asam, total padatan terlarut dan intesitas kerusakan. Pengamatan dilakukan selama 16 hari dengan penyimpanan pada suhu ruang (28-31oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal minyak wijen berpengaruh nyata terhadap total asam sedangkan perlakuan tunggal ekstrak daun kecombrang berpengaruh nyata terhadap color difference. Interaksi minyak wijen dan ekstrak daun kecombrang berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut dan intensitas kerusakan. Perlakuan ekstrak daun
kecombrang 8% dan minyak wijen 1% merupakan emulsi terbaik karena mampu menghambat perubahan mutu buah salak madu. Perlakuan tersebut mampu menghambat perubahan kekerasan buah, total padatan terlarut dan susut bobot buah tetapi belum mampu menghambat perubahan total asam dan color difference. Berdasarkan nilai intensitas kerusakan, perlakuan ekstrak daun kecombrang 8% dan minyak wijen
1%mampu menghambat penurunan bobot dan kekerasan hingga hari ke 10 sedangkan menghambat pertumbuhan jamur hingga hari ke 9.
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
[Deptan BPTP] Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Sleman. 2004. Departemen Pertanian Liptan BPTP Yogyakarta, Salak Madu. Badan Litbang Pertanian. Ahmad, R. ., Setyabudi, D. A., dan Wulandari, N. F. Pengembangan Pertanian, 37(1), 17. 2018. The Mold Causing Agent of Rotten Snake Fruit (Salacca zalacca (Gaertn.) from Traditional Fruit Markets. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science,
197(1), 0–8. https://doi.org/10.1088/17551315/197/1/012031
Ahmad, U., Darmawati, E., dan Refilia, N. R. 2014. Kajian Metode Pelilinan Terhadap Umur Simpan Buah Manggis ( Garcinia mangostana ) Semi-Cutting dalam Penyimpanan Dingin. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(2), 104
110.
Ahmad, U., dan Lintang, M. 2010. Application of Edible Film and Modified Atmosphere Packaging To Prolong Shelflife of Minimally Processed Snakefruit. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(3), 163–171.
Angelia, I. O. 2017. Kandungan pH, Total Asam Tertitrasi, Padatan Terlarut dan Vitamin C Pada Beberapa Komoditas Hortikultura. Journal of Agritech Science, 1(2), 68–74.
Darmajana, D. A., Afifah, N., Solihah, E., dan Indriyanti, N. 2018. Pengaruh Pelapis dapat Dimakan dari Karagenan terhadap Mutu Melon Potong dalam Penyimpanan Dingin. Agritech, 37(3), 280. https://doi.org/10.22146/agritech.10377
Delfian, R. 2010. Pelapisan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Adaptasi Suhu terhadap
Perubahan Karakteristiknya Selama Penyimpanan. Institut Pertanian Bogor. Dewi, D. N. N. M., Utama, I. M. S., dan Kencana, P. K. D. 2020. Pengaruh Campuran Minyak Wijen dan APSA 80 Sebagai Bahan Pelapis terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis. BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8. Gallagher, M. J. S., dan Mahajan, P. V. 2011. The Stability and Shelf Life of Fruit and Vegetables. In Food and Beverage Stability and Shelf Life (Issue March). Woodhead Publishing Limited. https://doi.org/10.1533/9780857092540.3.641
Gurning, A. F. K., Utama, I. M. S., dan Yulianti, N. L. 2019. Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Mutu dan Massa Simpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis lour). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(2), 236. https://doi.org/10.24843/jbeta.2019.v07.i02.p03
Herawati, H. 2018. Potensi Hidrokoloid sebagai Bahan Tambahan pada Produk Pangan dan Nonpangan Bermutu. Jurnal Penelitian Dan https://doi.org/10.21082/jp3.v37n1.2018.p1725
Hwa, L., Natalia, S., Happy, C., dan Isnain, N. 2009. Pengaruh Edible Coating Terhadap Kecepatan Penyusutan Berat Apel Potongan. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia-STNKI 2009, 1, 2009. Jaafar, F. M., Osman, C. P., Ismail, N. H., dan Awang, K. 2007. Analysis of essential oils of leaves, stems, flowers and rhizomes of Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith. The Malaysian Journal of Analytical Sciences, 11(1), 269–273.
Juliani, N. K., Utama, I. M. S., dan Aviantara, I. G. N. A. 2017. Pengaruh Pemberian Uap Etanol dan Emulsi Lilin Lebah terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Salak Gulapasir (Salacca zalacca var. amboinensis). Jurnal Beta
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(2), 59–67.
Kusumawati, E., Supriningrum, R., dan Rozadi, R. 2015. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kecombrang Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm Terhadap Salmonella typhi. Jurnal
Ilmiah Manuntung, 1(1), 1–7.
Manurung, V. M., Djarkasi, G. S. S., Langi, T. M., dan Lalujan, L. E. 2013. Analisis Sifat Fisik Dan Kimia Buah Salak Pangu (Salacca zalacca) Dengan Pelilinan Selama Penyimpanan. Cocos, 3(5), 1–9.
Mercier, B., Prost, J., dan Prost, M. 2009. The essential oil of turpentine and its major volatile fraction (α- and β-pinenes): A review. In International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health (Vol. 22, Issue
4, pp. 331–342). https://doi.org/10.2478/v10001-009-0032-5
Naufalin, R., Wicaksono, R., Arsil, P., dan Salman, M. F. 2018. Antimicrobial Coating on Quality Attributes of Sausage During Refrigerated Storage. E3S Web of Conferences, 47. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20184701002
Novita, M., Rohaya, S., Teknologi, J., Pertanian, H., Pertanian, F., dan Kuala, U. S. 2012. Pengaruh Pelapisan Kitosan terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tomat Segar (Lycopersicum pyriformer) pada Berbagai Tingkat Kematangan. Jurnal
Unsyiah, 3, 1–8.
Prastya, O., Utama, I., dan Yulianti, N. 2015. Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen Dan Minyak Sereh Terhadap Mutu Dan Masa Simpan Buah Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill). BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 3(1), 1–11.
Rachmawati, M. 2010. Kajian Sifat Kimia Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw) dengan Pelpisan Kitosan Selama Penyimpanan untuk Memprediksi Masa SImpan. Jurnal Teknologi Pertanian Universitas Mulawarman, 6(1). Roiyana, M., Izzati, M., dan Prihastanti, E. 2012. Potensi Dan Efisiensi Senyawa Hidrokoloid Nabati Sebagai Bahan Penunda Pematangan Buah. ANATOMI Dan FISIOLOGI, XX(2), 4050. https://doi.org/10.14710/baf.v20i2.4771
Rudito. (1997). Perlakuan Komposisi Gelatin dan Asam Sitrat dalam Edible Coating Mengandung Gliserol pada Penyimpanan Tomat. Jurnal Tropika Universitas Muhammadiyah Malang, 1990, 1–6.
Sabarisman, I., Suyatma, N. E., Ahmad, U., dan Taqi, F. M. 2015. Aplikasi Nanocoating Berbasis Pektin dan Nanopartikel ZnO untuk Mempertahankan Kesegaran Salak Pondoh. Jurnal Mutu Pangan, 2(April 2017), 50–56.
Sari, P. R. P., Darmawati, E., dan Ahmad, U. 2020. Aloe Vera and Beeswax Based Coating to Maintain Shelf Life of Salak cv. Madu. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 542(1). https://doi.org/10.1088/17551315/542/1/012014
Utama, I. G. M., Utama, I. M. S., dan Pudja, I. . R. P. 2006. Pengaruh Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah Sebagai Pelapis Buah Mangga Arumanis Terhadap Mutu Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar. BETA (Biosistem Dan Teknik
Pertanian), 4, 81–92.
Yang, C. C., Brennan, P., Chinnan, M. S., dan Shewfelt, R. L. 1987. Characterization of Tomato Ripening Process As Influenced By Individual Seal‐Packaging and Temperature. Journal of Food Quality, 10(1), 21–33.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-10 (3)
- 2026-02-03 (2)
- 2021-09-29 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/