Strategi Pengembangan Agribisnis Beras Putih Organik Dengan Pendekatan Analisis SWOT Dan Matrik QSPM (Studi Kasus: PT Bali Sri Organik)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p14Kata Kunci:
beras putih organik, K-means, Crosstab, SWOT, QSPMAbstrak
Meningkatnya kesadaran konsumen tentang pentingnya keamanan pangan dan pola hidup sehat dapat meningkatkan peluang pasar untuk produsen produk organik di Provinsi Bali. Salah satu perusahan produk pangan organik di Provinsi Bali adalah PT Bali Sri Organik (BSO) dengan komoditi beras putihorganik. Penelitian ini bertujuan menganalisisstrategi alternatif dan strategi prioritas yang dapat dijalankan oleh PT Bali Sri Organik dalam pengembangan agribisnis beras putih organik. Penelitian dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner kepada sumber data. Responden dipilih secara purposive dan teknik snowball sampling mulai dari petani produsen, PT BSO sebagai processor, lembaga pemasaran yang terlibat, dan konsumen. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan literatur yang relevan. Segmentasi pasar beras organik dilakukan menggunakan analisis cluster K-means (SPSS) dan analisis crosstab (SPSS). Perumusan strategi alternatif menggunakan analisis SWOT dan strategi prioritas menggunakan analisis matrik QSPM. Hasil segementasi pasar berasorganik didapatkan dua cluster yang signifikan dari 60 responden yang digunakan sebagai dasar untuk pemasaran dari beras putih organik. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat dilaksanakan oleh PT. Bali Sri Organik dalam pengembangan agribisnis beras putih organik adalah dengan 1) meningkatkan akses pasar, 2) meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi, 3) meningkatkan mutu pengemasan dan branding mutu ekstrinsik, 4) meningkatkan promosi, 5) meningkatkan sistem pengendalian hama dan penyakit, 6) meningkatkan penggunaan teknologi produksi 7) meningkatkan kerjasama dalam sistem rantai nilai global, 8) meningkatkan keterampilan SDM pada subsistem produksi, panen, pascapanen dan konversi produk, 10) meningkatkan kinerja internal control system, dan 11) membangun komitmen yang kuat dalam melaksanakan peran masing-masing rantai dengan baik. Strategi prioritas yang dapat dijalankan oleh PT Bali Sri Organik adalah meningkatkan kreasi nilai melalui sistem rantai nilai yang integrateddan kolaboratif
Referensi
Antara, M., Dewi, N. P. A. Y., & Rantau, I. K. (2017). Strategi segmenting, targeting, dan positioning pemasaran beras merah organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism), 6(4), 10.
Ar-Rozi, M. F., Masitoh, S., & Miftah, H. (2020). Analisis persepsi konsumen beras organik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (kasus orang tua siswa Sekolah Alam Indonesia–Studio Alam, Depok). Jurnal Agribisains, 6(2), 21.
Budiasa, I. W. (2014). Organic farming as an innovative farming system development model toward sustainable agriculture in Bali. Asian Journal of Agriculture and Development, 11(1), 65–75.
Budiyanto, M. A. K. (2012). Tipologi preferensi konsumen terhadap produk pangan organik di Kota Malang. Jurnal Humanity, 7(2), 11.
Chrysanthini, B., Sumarwan, U., & Rifin, A. (2018). Preferensi konsumen terhadap produk sayuran organik (studi kasus konsumen UD Fabela Myfarm) di Bogor, Jawa Barat. Manajemen IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 12(2), 151.
Dewi, L. A., Ambarawati, I. G. A. A., & Budiasa, I. W. (2016). Strategi pengembangan agribisnis beras merah organik di Subak Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Jurnal Manajemen Agribisnis, 4(1), 39–46.
Harnadi, R. V., Ambarawati, I. G. A. A., & Suryawardani, I. G. A. O. (2019). Distribusi nilai tambah beras organik dengan pendekatan konsep rantai nilai. Journal of Agribusiness Management, 7(1), 64.
Kusumah, R. T., & Suryana, H. (2018). Model analisis SWOT dan QSPM dalam pemilihan strategi pemasaran distro Botrock Cianjur. Jurnal IENACO. Fakultas Teknik, Universitas Suryakancana, Cianjur.
Pemerintah Provinsi Bali. (2020). Ekspor manggis dan beras organik. Dokumen Pelaksanaan Anggaran 2020. Bali.
Santoso, S., & Tjiptono, F. (2001). Riset pemasaran: Konsep dan aplikasi dengan SPSS. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Setiawan, A., Zakaria, W. A., & Indriani, Y. (2016). Perilaku konsumen dalam pembelian beras organik di Kabupaten Pringsewu. Journal of Agribusiness Science, 4(2), 8.
Setyorini, H., Effendi, M., & Santoso, I. (2016). Marketing strategy analysis using SWOT matrix and QSPM (case study: WS Restaurant Soekarno Hatta Malang). Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 5(1), 46–53.
Subaktilah, Y., Kuswardani, N., & Yuwanti, S. (2018). Analisis SWOT: Faktor internal dan eksternal pada pengembangan usaha gula merah tebu (studi kasus di UKM Bumi Asih, Kabupaten Bondowoso). Jurnal Agroteknologi, 12(02), 107.
Subejo, Irham, Sari, P. N., Widada, A. W., Nurhayati, A., Devi, L. Y., & Anatasari, E. (2019). Problematika pengembangan padi organik di Sawangan Magelang serta peluang sertifikasi internasional. Jurnal Teknosains, 9(1), 29.
Sudarta, W., Dewi, I. A. R. P., & Ustriyana, I. N. G. (2013). Persepsi konsumen terhadap beras organik dan anorganik di Toko Satvika Boga Sanur Denpasar. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 2(2), 9.
Tisnawati, N. M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen beras organik di Kota Denpasar. Jurnal PIRAMIDA, 11(1), 13–19. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/