Pengaruh Jenis Media Tanam Organik Terhadap Kualitas Media Tanam
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p20Kata Kunci:
kualitas media tanam, media tanam organik, parameter sifat fisik, parameter sifat kimiaAbstrak
Komponen utama dalam bercocok tanam salah satunya yaitu media tanam.Media tanam yang baik memiliki kriteria yaitu mampu menjaga kelembapan daerah perakaran, terdapat udara yang cukup dan tersedianya unsur-unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan sifat kimia pada media tanam yang dicampur dengan bahan organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuanjenis media tanam terdiri dari tanah 100%(v)sebagai kontrol, tanah campur arang sekam 50%:50%(v/v), tanah campur cocopeat50%:50%(v/v)dan tanah campur serbuk gergaji 50%:50%(v/v). Parameter yang diamati yaitu sifat fisik meliputi tekstur, berat jenis volume, berat jenis partikel dan sifat kimia meliputi kandungan hara N, P, K, pH, EC dan bahan organik. Pada sifat fisik yaitu tekstur media tanam meningkatpada nilaifraksi pasir dan liat, berat jenis volume dan berat jenis partikel mengalami penurunan setelah adanya pencampurandengan bahan organik. Pada sifat kimiakandungan hara(N, P, K), EC dan BOTmengalamipeningkatan. Nilai pH media tanamtanah dantanah campur arang sekam memiliki kriteria pH netral, sedangkan pada media tanam tanah campur cocopeat dan tanah campur serbuk gergaji memiliki kriteria agak masam.
Referensi
Agustin, A. D., Riniarti, M., & Duryat. (2014). Pemanfaatan limbah serbuk gergaji dan arang sekam padi sebagai media sapih untuk cempaka kuning (Michelia champaca). Jurnal Sylva Lestari, 2(3), 49–58.
Binaraesa, N. N. P. C., Suta, S. M., & Ary, M. A. (2016). The EC (electro conductivity) value of plant age for green leaf lettuce (Lactuca sativa L.) using NFT (nutrient film technique) hydroponic systems. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 4(1), 65–74.
Brady, N. C., & Buckman, H. D. P. (1992). Ilmu tanah (Terjemahan Soegiman). Bhatara Karya Aksara.
Dalimoenthe, S. L. (2013). Pengaruh media tanam organik terhadap pertumbuhan dan perakaran pada fase awal benih teh di pembibitan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 16(1), 1–11.
Djajakirana, M. (2001). Pengelolaan bahan organik. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
Fauzi, A. I., Zauyah, S., & Stoops, G. (2004). Karakteristik mikromorfologi tanah-tanah volkanik di daerah Banten. Jurnal Tanah dan Iklim, 22.
Hardjowigeno, S. (1993). Kesesuaian lahan untuk pengembangan pertanian, daerah rekreasi dan bangunan. Institut Pertanian Bogor.
Haryati, U. (2014). Karakteristik fisik tanah kawasan budidaya sayuran dataran tinggi hubungannya dengan strategi pengolahan lahan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8(2), 125–138.
Istifadah, N., Sunarto, T., Kartiwa, D. E., & Herdiyantoro, D. (2008). Kemampuan kompos plus dalam menekan penyakit layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici) pada tanaman tomat. Jurnal Agrikultura, 19(1), 60–65.
Langgeng, R. H., Tini, E. W., & Prakoso, B. (2019). Pertumbuhan bibit cabai pada media serbuk gergaji kayu sengon dengan perendaman air. Agrotechnology Research Journal, 3(2), 97–102.
Millner, P. D., & Kaufman, D. D. (2005). Soil organic matter dynamic and microbial interactions. Agricultural Research Service, U.S. Department of Agriculture.
Onggo, T. M., Kusumiyati, K., & Nurfitriana, A. (2017). Pengaruh penambahan arang sekam dan ukuran polybag terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat kultivar ‘Valouro’ hasil sambung batang. Kultivasi, 16(1), 298–304. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v16i1.11716
Oyetola, E. B., & Abdullahi, M. (2006). The use of rice husk ash in low-cost sandcrete block production. Leonardo Electronic Journal of Practices and Technologies, (8), 58–70.
Riadi, Y. A., Zulfita, D., & Maulidi. (2010). Pengaruh komposisi media tanam dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Untan, 2(1).
Risnawati. (2016). Pengaruh penambahan serbuk sabut kelapa (cocopeat) pada media arang sekam terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) secara hidroponik (Skripsi). UIN Alauddin Makassar.
Rosalyne, I. (2019). Pengaruh pemberian cocopeat terhadap pertumbuhan dan produksi bengkuang (Pachyrhizus erosus). Jurnal Ilmiah Kohesi, 3(1), 23–28.
Ramdani, H., Rahayu, A., & Setiawan, H. (2018). Peningkatan produksi dan kualitas tomat ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) dengan penggunaan berbagai komposisi media tanam dan dosis pupuk SP-36. Jurnal Agronida, 4(1), 9–17.
Soerya, S. F., Bafdal, N., & Kendarto, D. T. (2020). Kajian kualitas air hujan dan NPK budidaya tomat (Solanum lycopersicum Mill. var. pyriforme) apel dengan cocopeat dan kompos. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 8(2).
Soil Survey Staff. (2012). Dasar-dasar ilmu tanah. Erlangga.
Subhan, N., Nurtika, N., & Gunadi, N. (2009). Respons tanaman tomat terhadap penggunaan pupuk majemuk NPK 15-15-15 pada tanah Latosol pada musim kemarau. Jurnal Hortikultura, 19, 40–48.
Tamara, W. R. (2019). Analisis kualitas tanah sebagai parameter jasa lingkungan sistem subak (Skripsi). Universitas Udayana.
Wijayanti, E., & Susila, W. A. (2013). Pertumbuhan dan produksi dua varietas tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) secara hidroponik dengan beberapa komposisi media tanam. Buletin Agrohorti, 1(1), 104–112.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/