AnalisisNilai Tambah Produk Hortikultura Selada (Lactuca sativa L)di Pasar Modern dengan Proses Penanganan Pascapanen

Penulis

  • Enike Windari Sihite Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud
  • I G.N.Apriadi Aviantara Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p01

Kata Kunci:

Nilai tambah, margin keuntungan, pascapanen, selada

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui penanganan pascapanen yang dilakukan pasar modern sampai selada dipasarkan; (2) menentukan nilai tambah dengan penanganan pascapanen dihitung dengan profit margin di pasar modern. Penelitian ini dilakukan pada awal b ulan September sampai akhir Oktober 2016, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengamatan langsung menggunakan kuisioner untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan disalah satu pasar modern dan pasar tradisional unt uk membandingkan perlakuan penanganan pascapanen terhadap selada. Penanganan pascapanen merupakan salah satu upaya suatu perusahaan untuk memberikan nilai tambah terhadap selada. Pasar modern dengan tingkat penjualan semua jenis selada sebanyak 88,99 kg da pat mengembalikan biaya penanganan pascapanen. Sedangkan pasar tradisional harus menjual selada sebanyak 121,55 kg untuk mengembalikan modal awal. Penanganan pascapanen sangatlah penting untuk mempertahankan umur simpan selada. Selain mempertahankan umur s impan selada, pasar modern memperoleh keuntungan lebih dan mendapat perhatian lebih dari konsumen dibandingkan pasar tradisional. Hasil penelitian ini juga memperoleh profit margin yang berbeda. Profit margin yang diperoleh pasar modern adalah sebesar 129, 87% sedangkan profit margin yang diperoleh dari pasar tradisional adalah sebesar 25,3%. Profit margin yang diperoleh pasar modern sebesar 129,87% menunjukkan bahwa rasio penjualan yang tinggi merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pad a tingkat penjualan tertentu, sebaliknya jika rasionya rendah menandakan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya tertentu, atau biaya yang terlalu tinggi untuk tingkat penjualan tertentu

Referensi

Ahmad Sani Supriyanto, dan Masyhuri Machfudz. (2010). Metodologi riset manajemen sumber daya manusia. Malang: UIN Maliki Press.

Agus Purwanto, Erwan, dan Dyah Ratih Sulistyastuti. (2007). Metode penelitian kuantitatif, untuk administrasi publik, dan masalah-masalah sosial. Yogyakarta: Gaya Media.

Anandita, R. 2004. Pemasaran hasil pertanian. Surabaya: Papyrus.

Anonim. 2004. Budidaya tanaman selada.

Http://www.warinte.progresio.or.id

Dina Wahdatil Hanifah. 2014. “Analisis pengaruh net profit margin (NPM), debt to equity ratio (DER), earning per share (EPS), dan price to book value (PBV) terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar dalam perhitungan Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2010–2013”. Jurnal. Universitas Brawijaya.

Bambang Riyanto. 1999. Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan. Edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.

Bourne, M. C. 1999. Overview of postharvest problem in fruits and vegetables. Second edition. Washington DC: National Academy Press.

Cahyono, B. 2005. Teknik budi daya dan analisa usahatani selada. Semarang: Aneka Ilmu.

Hayami, Y., et al. 1987. Analisis nilai tambah dan distribusi kripik nangka. Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

Haryanto, Eko, dkk. 1995. Sawi dan selada. Jakarta: Penebar Swadaya.

Haryanto, E., T. Suhartini, E. Rahayu, dan H. Sunarjono. 2003. Sawi dan selada (Edisi revisi). Jakarta: Penerbit Swadaya. 112 hal.

Muhtadi, D., dan Anjarsari, B. Meningkatkan nilai tambah komoditas sayuran. Prosiding.

M. Yusuf Samad. 2006. Pengaruh penanganan pascapanen terhadap mutu komoditas hortikultura. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, Vol. 8 No. 1, April 2006, hlm. 31–36.

Mulawarman, Aji. 2009. Konsep nilai tambah syariah: Pengertian dan definisi nilai tambah (62-konsep-nilai-tambah-syariah-pengertian-dan-definisi-nilai-tambah-bagian-pertama.htm). Diakses tanggal 27 Mei 2010.

Nucifera Julduha dan Indra Kusumawardhani. 2013. Pengaruh net profit margin, current ratio, debt to asset ratio dan tingkat suku bunga terhadap beta saham syariah pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Jurnal Buletin Studi Ekonomi, Vol. 18 No. 2, Agustus 2013, hal. 144.

Napitupulu. 2000. Analisis nilai tambah dan distribusi kripik nangka. Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

Rukmana, H. R. 1994. Bertanam selada dan andewi. Jakarta: Kanisius.

Rahmat Rukmana. 1994. “Budidaya selada alias lettuce”. Dalam: Harian Haluan, Kamis 17 Maret 1994.

Samadi, B. 2014. Rahasia budidaya selada. Depok: Pustaka Mina.

Soekartawi. 1995. Analisis usaha tani. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Setyowari, R. N., dan Budiarti, A. 1992. Pasca panen sayur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Singarimbun, M., dan S. Effendi. 1989. Metode penelitian survei. Jakarta: LP3ES.

Sugiyono. (2006). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Uep Tatang Sontani dan Sambas Ali Muhidin. (2011). Desain penelitian kuantitatif. Bandung: Karya Andhika Utama.

Unduhan

Diterbitkan

2018-10-26

Cara Mengutip

Sihite, E. W., Aviantara, I. G., & Yulianti, N. L. (2018). AnalisisNilai Tambah Produk Hortikultura Selada (Lactuca sativa L)di Pasar Modern dengan Proses Penanganan Pascapanen. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 55–63. https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p01

Terbitan

Bagian

Articles