Nilai Tambah Pada Rantai Pasok Paprika (Capsicum annuum L) di Desa Candikuning, Tabanan, Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p05Kata Kunci:
nilai tambah, paprika, purposive sampling, snowball samplingAbstrak
Tujuanpenelitianini ialah untuk menentukan nilai tambah pada rantai pasokan paprika di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pengambilan sampel ditingkat pelaku rantai pasokan dilakukan menggunakan metode snowball sampling. Sedangkan pengambilan sampel ditingkat konsumen rumah tangga dilakukan melalui metode purposive sampling dan non probability sampling.Responden dalam penelitian ini yaitu petani, pengepul, pedagang pasar induk Baturiti, pedagang pasar tradisional, pedagang pasar kota, pedagang sayur desa dan konsumen rumah tangga. Sedangkan perhitungan nilai tambahdalam penelitian inimenggunakan metode Hayami dan Kawagoe. Dalam penjualan paprika kepada pengepul diperoleh nilai tambah yaitu sebesar Rp 4.839,24/Kg, dan diperoleh keuntungan sebesar Rp 4.804,59/Kg. Penjualan paprika kepada pedagang Pasar Induk Baturiti diperoleh nilai tambah yaitu sebesar Rp 4.007,84/Kg dengankeuntungan sebesar Rp 3.967,35/Kg. Penjualan paprika pedagang Pasar Induk Baturiti diperoleh nilai tambah yaitu sebesar Rp 3.138,99/Kg perolehan keuntunganRp 3.117,17/Kg. Penjualan paprika pedagang pasar tradisional diperoleh nilai tambah yaitu sebesar Rp 4,325.97/Kg, dan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp 4,297.83/Kg. Dalam penjualan paprika pedagang pasar kota diperoleh nilai tambah yaitu Rp 3,596.00/Kg dengan nisba (rasio) nilai tambah produk 7,55%. Keuntungan yang diperoleh oleh pedagang pasar dari paprika yang dijual yaitu sebesar Rp 3,554.01/Kg. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa petani memiliki nilai tambah tertinggi yaitu sebesar Rp 4.839,24/Kg dengan keuntungan yaitu 13,72%, sedangkan pedagang pasar induk Baturiti memiliki nilai tambah terendah yaitu sebesar Rp 3,138.99/Kg dengan keuntungan yaitu 8,33%.
Referensi
Ansori, M., Mulyani, S., & Admadi, B. (2014). Mempelajari jalur distribusi paprika (Capsicum annuum var. grossum) serta margin pemasaran dan keuntungannya dari Kecamatan Baturiti ke Kota Denpasar. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 2(1), 39–48.
Aviantara, I. G. N. A., & Sarjana, P. (2018). Kajian sistem jaminan mutu pada budidaya paprika di greenhouse Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(2), 338–341.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2018). Statistik hortikultura Provinsi Bali 2018. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.
Dewi, I. G. A. I. K., Aviantara, I. G. N. A., & Widia, I. W. (2020). Distribusi serapan sayur paprika pada rantai pasok di Kecamatan Baturiti hingga ke konsumen. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(1), 122–129.
Febriyanto, G. R. (2016). Strategi pemasaran cabai paprika di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Jurnal DwijenAGRO, 6(2), 10–17.
Hayami, Y., & Kawagoe, T. (1987). The agrarian origins of commerce and industry: A study of peasant marketing in Indonesia. St. Martin Press.
Hidayatulloh, R., Koestiono, D., & Setiawan, B. (2015). Analisis rantai nilai (value chain) usahatani sayuran organik (studi kasus pada Komunitas Organik Brenjonk, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur). Jurnal AGRISE (Agricultural Socio-Economics), 15(1), 155–165.
Makarawung, V., Pangeman, P. A., & Pakasi, C. B. D. (2017). Analisis nilai tambah buah pisang menjadi keripik pisang pada industri rumah tangga di Desa Dimembe, Kecamatan Dimembe. Jurnal AGRISE, 13, 83–90.
Nursidiq, A., Noor, T. I., & Trimo, L. (2020). Analisis kinerja sistem agribisnis paprika di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 4(4), 827–837.
Rahman, S. (2015). Analisis nilai tambah agroindustri chips jagung. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 4(3), 108–111.
Restutningsih, N. L. P., Diarta, I. K. S., & Sudarta, I. W. (2016). Motivasi petani dalam berusahatani hortikultura di Desa Wisata Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism), 5(1), 100–105.
Ruauw, E., Katiandagho, T. M., & Priska, S. (2012). Analisis keuntungan dan nilai tambah agroindustri manisan pala UD Putri di Kota Bitung. Jurnal Agri-SosioEkonomi, 8(1), 31–44.
Sidabutar, N. R., Gunadnya, I. B. P., & Pudja, I. A. R. P. (2020). Analisis tingkat kepuasan petani paprika (Capsicum annuum L.) terhadap penggunaan fungisida kimia (studi kasus Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8, 301–308.
Sihite, E. W., Apriadi, I. G. N. A., & Yulianti, N. L. (2018). Analisis nilai tambah produk hortikultura selada (Lactuca sativa L.) di pasar modern dengan proses penanganan pascapanen. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 2, 55–63.
Tubagus, L. S., Mangantar, M., & Tawas, H. (2016). Analisis rantai pasokan (supply chain) komoditas cabai rawit di Kelurahan Kumelembuai, Kota Tomohon. Jurnal EMBA, 4(2), 613–621.
Widyastuti, P. (2018). Kualitas dan harga sebagai variabel terpenting pada keputusan pembelian sayuran organik. Ekspektra: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 2(1), 17.
Witjaksono, J. (2017). Analisis nilai tambah rantai pasok jagung pakan ternak: Studi kasus di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Pangan, 26(1), 13–22.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/