Pengaruh Perbedaan Suhu dan Jenis Kemasan Plastik terhadap Kesegaran Buncis (Phaseolus vulgaris L) selama Penyimpanan Dingin
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p11%20Kata Kunci:
buncis, jenis kemasan, penyimpanan dingin, tingkat kesegaranAbstrak
Buncis merupakan salah satu jenis sayuran polong yang mudah mengalami respirasi, sehingga
mempengaruhi kesegaran produk dan menyebabkan penurunan kualitas produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu dan jenis kemasan plastik (PP dan PE) terperforasi terhadap kesegaran buncis untuk mendapatkan perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu suhu penyimpanan dan faktor kedua yaitu jenis kemasan. Faktor pertama terdiri dari suhu 6 ℃, 8 ℃, dan 10 ℃. Faktor kedua terdiri dari jenis kemasan plastik PP dan plastik PE dengan 8 jumlah lubang terperforasi berdiameter 5 mm serta ukuran plastik 11,4 cm x 24 cm yang disimpan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal suhu berpengaruh nyata terhadap susut bobot, total padatan terlarut, warna L a b, mutu visual, organoleptik tekstur, organoleptik aroma, dan penerimaan keseluruhan. Perlakuan tunggal jenis kemasan berpengaruh nyata terhadap susut bobot, total padatan terlarut, dan uji kesegaran.
Interaksi antara jenis kemasan dengan suhu berpengaruh nyata terhadap total padatan terlarut, warna L dan b, dan uji kesegaran (mutu visual, tekstur, aroma, dan pengamatan keseluruhan). Berdasarkan DMRT perlakuan (99lastic PE dan suhu 6 ℃) merupakan penyimpanan dingin terbaik, karena penyusutan bobot terkecil sebesar 6,74%, penggelapan warna (a) sebesar -0,66, penguningan warna (b) sebesar 1,61 dan penurunan nilai rata-rata uji kesegaran terbaik sebesar 0,94 sampai hari ke-15.
Referensi
Ariestiani. (2012). Perubahan karakteristik sayur dan buah yang dikemas dengan kemasan plastik pada berbagai kondisi penyimpanan. Bandung: Universitas Padjadjaran.
Asgar, A. (2017). Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Jumlah Perforasi Kemasan Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Brokoli (Brassica oleracea var. Royal G) Fresh-Cut. Journal Hortikultura, 27(1), 127–136.
BPS. (2014). Statistik Tanaman Sayuran dan Buah- buahan Semusim Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Cahyono, B. (2014). Rahasia Budidaya Buncis. Jakarta: Pustaka Mina.
Darmawati, E. (2010). Upaya Mengurangi Tingkat Kerusakan Buncis Pada Proses Transportasi. Jurnal Pangan, 19(3), 275–281.
Handayani, R. T. (2008). Pengemasan atmosfer termodifikasi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Hodiyah, I., Fitri, K., & Pipit, E. P. (2007). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) yang Diberi Kotoran Ayam Difermentasi “M-BIO.” Tasikmalaya: Universitas Siliwangai.
Jayadi, A., Anwar, B., & Sukainah, A. (2016). Pengaruh Suhu Penyirnpanan dan Jenis Kernasan Terhadap Mutu Abon Ikan Terbang. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 2(1), 62–69.
Kays, S. J., & Paull, R. . (2004). Stress In Harvested Product. In : Postharvest Biology. Exon Press.
Lamona, A., Purwanto, Y. A., & Sutrisno. (2015). Pengaruh Jenis Kernasan dan Penyirnpanan Suhu Rendah Terhadap Perubahan Kualitas Cabai Merah Keriting Segar. Jurnal Keteknikan Pertanian (JTEP), 3(2), 145–152.
Lapanga., Hastian., & Iswahyudi, L. (2020). Pengaruh Jenis Kernasan Plastik Terhadap Perubahan Kirnia, Fisik Dan Organoleptik Jagung Manis (Zea Mays Saccharata) Selama Penyimpanan Pada Suhu Rendah. Sultra Journal of Agricultural Research, 1(1), 36–53.
Mamonto, O. I. C., Lengkey, L. C. C. E., & Wenur, F. (2020). Analisis Penggunaan Beberapa Jenis Kemasan Plastik Terhadap Umur Simpan Sayur Selada (Lactuca Sativa L) Selama Penyimpanan Dingin. Journal COCOS, 4(4), 110–121.
Mannapperuma, J. D., Zagory, D., Singh, R. P., & Kader, A. . (1989). fresh produce. Presented at the Fifth International Controlled Atmoshphere Research Conference. USA: WA.
Mastini, L. P. ., Hartiati, A., & Mulyani, S. (2015). Pengaruh Jenis Pengernas Dan Suhu Penyirnpanan Terhadap Karakteristik Adonan Sate Lilit (Luluh). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 3(4), 1–12.
Muchtadi, D. (1992). Fisiologi Pasca Panen Sayuran dan Buah-buahan. Bogor: Universitas Pangan Dan Gizi IPB. Pantastico, E. . (1997). Fisiologi Pascapanen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika. Penerjemah Kamariani. Yogyakarta: Gajah Mada Press.
Proulx, E., Yagiz, Y., Nunes, M. C. N., & Emon, J. (2020). Quality Attributes Limiting Snap Bean (Phaseolus vulgaris L.) Postharvest Life at Chilling and Non-chilling Temperatures. HortScience, American Society for Horticultural Science, 45(8), 120–131.
Putri, Y. R., Khuriyati, N., & Sukartiko, A. . (2020). Analisis Pengaruh Suhu Dan Kernasan Pada Perlakuan penyirnpanan Terhadap Kualitas Mutu Fisik Cabai Merah keriting (Capsicum Annuml). Jurnal Teknologi Pertanian, 21(2), 80–93.
Soekarto, S. . (1985). Penilaian Organoleptik. Jakarta: Bharata Karya Aksara.
Suhelmi, M. (2007). Pengaruh Kemasan Polypropylene Rigid Kedap Udara Terhadap Perubahan Mutu Sayuran Segar Terolah Minimal Selama Penyimpanan. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Utama, I. M. . (2002). Buku Ajar: Teknologi Pascapanen Produk Hortikultura. Bali: Program Studi Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.
Utama, I. M. S., & Antara, N. S. (2013). Pasca Panen Tanaman Tropika: Buah Dan Sayur. Denpasar: Universitas Udayana.
Widaningrum, N., Setyawan, D. A., & Setyabudi. (2008). Pengaruh Cara Pembumbuan dan Suhu Penggorengan Vakum Terhadap Sifat Kimia dan Sensori Kacang Keripik Buncis (Phaseolus vulgaris, L.) Muda. Jurnal Pascapanen, 3(2), 45–54.
Wills, R., McGlasson, B., Graham, D., & Joyce, D. (2004). Postharvest; An Introduction to the physiology and Handling of Fruit, Vegetable and Ornamentals. Sydney: Universitas of New South Wales Press Ltd.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/