Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buze-Kurz) dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Segar
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p12Kata Kunci:
ikan nila, asap cair, lama penyimpanan, konsentrasiAbstrak
Ikan nila segar mudah sekali rusak karena mengalami proses pembusukan oleh bakteri akibat kerusakan fisik, kimiawi, maupun biologis. Asap cair bambu tabah dapat dimanfaatkan karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri oleh kandungan senyawa fenol yang terkandung dalam asap cair bambu tabah. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Bush-Kurz) dan lama penyimpanan terhadap kualitas ikan nila (Oreochromis niloticus) segar serta menentukan konsentrasi asap cair bambu tabah dan lama penyimpanan terbaik untuk menghasilkan ikan nila segar berkualitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi asap cair bambu tabah yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2%, 4% dan 6% dan faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri selama hari ke-0, 1, 2 dan 3. Parameter yang diukur meliputi kadar air, pH, kekerasan, Total Plate Count (TPC) dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara asap cair bambu tabah dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kekerasan, Total Plate Count (TPC), organoleptik mata, insang, daging, bau dan organoleptic kekerasan ikan nila segar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, pH dan organoleptik lendir. Perlakuan asap cair bambu tabah 6% dan lama penyimpanan hari ke-1 merupakan perlakuan terbaik menghasilkan ikan nila segar berkualitas.
Referensi
Alinti, Z., Timbowo, S. M., & Mentang, F. (2018). Kadar Air, pH, dan Kapang Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) Asap Cair yang Dikemas Vakum dan Non Vakum pada Penyimpanan Dingin. Media Teknologi Hasil Perikanan, 6(1), 6.
https://doi.org/10.35800/mthp.6.1.2018.16851 AOAC. (1995). Official Methods of Analysis The Association Official Analytical. Chemists.
Ardiansyah, M., Abustam, E., & Ali, H. M. (2011). Pengaruh Level Asap Cair dan Jenis Otot terhadap Nilai Daya Ikat Air (Dia) dan pH Daging Sapi Bali yang Ditransportasikan. 1–9.
Badan Standarisasi Nasional. (2006). Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. Standar Nasional Indonesia, 2–14.
Bawinto, A. S., Mongi, E. L., & Kaseger, B. E. (2015). Analisa Kadar Air, pH, Organoleptik dan Kapang pada Produk Ikan Tuna(Thunnus Sp) Asap, di Kelurahan Girian Bawah, Kota
Bitung, Silawesi Utara. Media Teknologi Hasil Perikanan, 3(2), 55–65. https://doi.org/10.35800/mthp.3.2.2015.10355
Darmadji, P. (1996). Aktivitas Anti Bakteri Asap Cair yang Diproduksi dari Bermacam - Macam Limbah Pertanian. In Agritech (Vol. 16, Issue 4, pp. 19–22).
Djunaidah, I. S. (2017). Tingkat Konsumsi Ikan di Indonesia: Ironi di Negeri Bahari. Jurnal Penyuluhan Perikanan Dan Kelautan, 11(1), 12–24. https://doi.org/10.33378/jppik.v11i1.82
Dwiyitno, & Riyanto, R. (2006). Studi Penggunaan Asap Cair untuk Pengawetan Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus) Segar. In Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (Vol. 1, Issue 2, p. 143). https://doi.org/10.15578/jpbkp.v1i2.397
Ginting, C., Ginting, S., & Suhaidi, I. (2014). Pengaruh Jumlah Bubuk Kunyit terhadap Mutu Tahu Segar selama Penyimpanan pada Suhu Ruang. Rekayasa Pangan, 9(2), 108–114.
Gómez-Guillén, M. C., Montero, P., Hurtado, O., & Borderías, A. J. (2000). Biological Characteristics Affect the Quality of Farmed Atlantic Salmon and Smoked Muscle. Journal of Food Science, 65(1), 53–60. https://doi.org/10.1111/j.1365-
2621.2000.tb15955.x
Haji, A. G. (2013). Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit. Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, 9(3), 110. https://doi.org/10.23955/rkl.v9i3.779
Indiarto, R., Nurhadi, B., & Subroto, E. (2012). Kajian Karakteristik Tekstur (Texture Profil Analysis) dan Organoleptik Daging Ayam Asap Berbasis Teknologi Asap Cair Tempurung Kelapa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian,
V(2), 106–116.
Kalista, A., Redjo, A., & Rosidah, U. (2018). Analisis Organoleptik (Scoring Test) Tingkat Kesegaran Ikan Nila Selama Penyimpanan. Fishtech, 7(1), 98–103.
Koswara, S. (2009). Teknologi Pengolahan Kedelai(Teori Dan Praktek). In Ebook Pangan (Vol. 21, Issue 21, pp. 7190–7190).
Kurniawan, R., Yoswaty, D., & Nedi, S. (2012). Analisis Bakteri Pembentuk Histamin pada Ikan Tongkol di Perairan Pasie Nan Tigo Koto Tangah Padang Sumatera Barat. Repository Unri.
Lala, N. S., Pongoh, J., & Taher, N. (2017). Penggunaan Asap Cair Cangkang Pala (Myristica fragrans) sebagai Bahan Pengawet pada Pengolahan Ikan Tongko (Euthinnus affinis) Asap. Media Teknologi Hasil Perikanan, 5(1), 24. https://doi.org/10.35800/mthp.5.1.2017.14905
Lombongadil, G. P., Reo, A. R., & Onibaba, H. (2013). Studi Mutu Produk Ikan Japuh (Dussumieria acuta C.V.) Asap Kering IndustriRumah Tangga di Desa Tumpaan Baru, Kecamatan Tumpaan. Media Teknologi Hasil Perikanan, 1(2).
Munandar, A., Nurjanah, & Nurilmala, M. (2009). Kemunduran Mutu Ikan Nila (Oreochormis niloticus) pada Penyimpanan Suhu Rendah dengan Perlakuan Cara Kematian dan Penyiangan. Jurnal Teknologi Pengolahan
Hasil Perikanan Indonesia, XI(2), 88–101.
Muratore, G., Mazzaglia, A., & Lanza, C. M. (2007). Effect of Process Variables on The Quality of Swordfish Fillets Flavored with Smoke Condensate. Food Processing and Preservation, 31, 167–177. Novita, S. A. (2011). Program Pascasarjana Universitas Andalas Padang. Tesis, 0–16.
Rasydta, H. P. (2015). Penggunaan Asap Cair Tempurung Kelapa Dalam Pengawetan Ikan Bandeng. Indonesian Journal of Chemical Science, 4(1).
Rasydta, H. P., Sunarto, W., & Haryani, S. (2015). Penggunaan Asap Cair Tempurung Kelapa dalam Pengawetan Ikan Bandeng. Indonesian Journal of Chemical Science, 4(1).
Saloko, S., Darmadji, P., Setiaji, B., & Pranoto, Y. (2014). Antioxidative and antimicrobial activities of liquid smoke nanocapsules using chitosan and maltodextrin and its application on tuna fish preservation. Food Bioscience,
7(September), 71–79. https://doi.org/10.1016/j.fbio.2014.05.008
Sasanti, A. D., & Fitria, K. (2012). AKTIVITAS PENGHAMBATAN ISOLAT BAKTERI ASAM. 15, 94–100.
Sulistijowati, R., Djunaedi, O. S., Nurhajati, J., Afrianto, E., & Udin, Z. (2011). Mekanisme Pengasapan Ikan (W. Nadeak (ed.)). Unpad Press.
Sutanaya, A. T. N., Kencana, D. K. P., & Arda, G. (2018). Aplikasi Asap Cair Tempurung Kelapa Mampu Meningkatkan Umur Simpan Fillet Ikan Tuna. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 82–89.
Widowati, I., Efiyati, S., & Wahyuningtyas, S. (2014). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Bakteri Pembusukan Ikan Segar. Universitas Negeri Yogyakarta, IX, 146–157.
Zuraida, I., Hasbullah, R., Sukarno, Budijanto, S., Prabawati, S., & Setiadjit. (2009). Aktivitas Antibakteri Asap Cair dan Daya Awetnya terhadap Bakso Ikan. Ilmu Pertanian Indonesia, 14(1), 41–49
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/