Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Alat Biokomposter Sederhana
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p13%20Kata Kunci:
sampah rumah tangga, sekam padi, biokomposter, komposAbstrak
Sampah rumah tangga dapat diolah menjadi kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi campuran yang baik antara sampah rumah tangga dan sekam padi yang menghasilkan kualitas kompos sesuai SNI dan menentukan biokomposter mana yang paling cepat menghasilkan kompos. Untuk menghasilkan kompos, sampah rumah tangga ditambahkan sekam padi untuk menentukan perbandingan komposisi bahan yang terbaik dan untuk mencapai standar Indonesia dalam bahan kompos yaitu SNI 19- 7030-2004. Perbandingan sampah rumah tangga dan sekam padi untuk A1, A2, dan A3 berturut-turut adalah (1:0), (1:1) dan (1:2). Proses pengomposan dilakukan selama 60 hari dan menggunakan dua model biokomposter yang berbeda yaitu biokomposter termodifikasi dan biokomposter lama. Suhu, pH dan kadar air diukur setiap hari sedangkan bahan organik, konduktivitas listrik (EC) dan rasio C/N diukur pada awal pengomposan dan pada akhir pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu akhir dan pH akhir pada semua biokomposer tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Untuk kadar air terbaik dihasilkan dengan perlakuan A1 (1:0) pada masing-masing bio komposter. Komposisi campuran terbaik dihasilkan pada rasio A1 (1:0) karena limbah rumah tangga yang diperoleh atau bahan baku awal telah memenuhi rasio C/N bahan baku kompos yaitu 45,81. Semua biokomposer memiliki kemampuan menghasilkan kompos dalam waktu 60 hari. Semua bio komposter mencapai suhu termofilik pada hari ke 25 dan semua bio komposter mengalami penurunan suhu pada hari ke 45, karena penambahan air setiap 7 hari selama proses pengomposan.
Referensi
Ajay, K. 2012. Properties and Industrial Applications Of Rice Husk: A Review. Department Of Ceramic Engineering, Indian Institute Of Technology. Varanasi, India
Bsn. 2004. Sni 19-7030-2004 Tentang Spesifikasi Kompos Dari Sampah Organik Domestik.
Badan Standarisasi Nasional, Jakarta. File:///C:/Users/Jamcom/Downloads/Documen ts/Spesifikasi-Kompos-Sni.Pdf
BPS Kabupaten Badung. 2020. Kabupaten Badung Dalam Angka 2021 (CV. Bhineka Karya (Cetakan) (ed.); edisi 1). BPS Kabupten Badung.
Budiarta, I. W., Sumiyati, & Setiyo, Y. 2017. Pengaruh Saluran Aerasi pada Pengomposan Berbahan Baku Jerami The Effect of Aeration Channels on Rise Straw Composting Abstrak. Jurnal Beta, 5(1), 68–75. https://doi.org/http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
Cavins, T. J., Gibson, J. L., Whipker, B. E., & Fonteno, W. C. 2000. pH and EC Meters - Tools for Substrate Analysis. December, 1–4.
Fadel, I. 2020. Pengaruh Penambahan Em-4 Terhadap Pengomposan Dan Kualitas Kompos Kotoran Gajah. Universitas Udayana.
Krisnawan, K. A., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G. B. 2018. Analisis Dinamika Suhu pada Proses Pengomposan Jerami dicampur Kotoran Ayam dengan Perlakuan Kadar Air Analysis of Temperature Dynamic on Composting Process
of Rice Straw Mixed Chicken Manure with Moisture Content Treatment Abstrak. Jurnal Beta, 6(1), 25–32.
Kurnia, V. C., Sumiyati, S., Samudro, G., Lingkungan, T., Teknik, F., Diponegoro, U., Teknik, L., & Universitas, L. 2017. Pengaruh Kadar Air Terhadap Hasil Pengomposan Sampah. Jurnal Teknik Mesin, 06, 58–62.
Madrini, I. A. B., & Sulastri, N. N. 2018. Dinamika Suhu Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Keranjang Bio Komposter. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(1), 204. https://doi.org/10.24843/jbeta.2019.v07.i01.p11
Madrini, I. A. G. B., & Sulastri, N. N. 2019. Dinamika Suhu Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Keranjang BioKomposter Dinamic Temperature of Organic Household Garbage Composting using Bio Composter Basket. Jurnal Beta, 7(1), 204–207.
Pane, M. A., Damanik, M. M. B., & Sitorus, B. 2014. Pemberian Bahan Organik Kompos Jerami Padi dan Abu Sekam Padi dalam Memperbaiki Sifat Kimian Tanah Ultisol Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Online Agroteknologi, 2(2337), 1426–1432.
Pranata, I. K. A., Madrini, I. A. G. B., & Tika, I. W. 2021. Efek Penambahan Kotoran Sapi terhadap Kualitas Kompos pada Pengomposan Batang Pisang. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(1), 95–104.
Subandriyo, S., Anggoro, D. D., & Hadiyanto, H. 2012. Optimasi Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Kombinasi Aktivator Em4 Dan Mol Terhadap Rasio C/N. Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(2), 70. https://doi.org/10.14710/jil.10.2.70-75
Sundari, I., Maruf, W. F., & Eko Nurcahaya. 2014. Pengaruh Penggunaan Bioaktivator Em4 Dan Penambahan Tepung Ikan Terhadap Spesifikasi 133 Pupuk Organik Cair Rumput Laut Gracilaria Sp. Jurnal Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(1), 88–94. https://doi.org/http://www.ejournal- s1.undip.ac.id/index.php/jpbhp Pengaruh
Surakusumah, W. 2008. Permasalahan Sampah Kota Bandung dan Alternatif Solusinya. UniversitasPendidikan Indonesia, 1–35. Http://File.Upi.Edu/Direktori/FPMIPA/JUR._ Pend._Biologi/197212031999031-Wahyu_Surakusumah/Permasalahan_Sampah_ Kota_Bandung_Dan_Alternatif_Solusinya.Pdf
Surjandari, I., Hidayatno, A., & Supriatna, A. 2009. Model Dinamis Pengelolaan Sampah Untuk Mengurangi Beban Penumpukan. Model Dinamis Pengelolaan Sampah Untuk Mengurangi Beban Penumpukan, 11(2), 134–147. https://doi.org/10.9744/jti.11.2.PP.134–147
Widarti, B. N., Wardhini, W. K., & Sarwono, E. 2015. Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos Dari Kubis Dan Kulit Pisang. Jurnal Integritas Proses, 5(2), 75–80 Https://Doi.Org/Http://Jurnal.Untirta.Ac.Id/Index.Php/Jip
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/