Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Karakteristik Mutu Tepung Rebung BambuTabah (Gigantochloanigrociliata Buse-Kurz) Selama Penyimpanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p16Kata Kunci:
bambu tabah, kemasan, mutu tepung rebung, penyimpananAbstrak
Rebung merupakan tunas atau anakan bambu yang muncul di dasar tanah, rebung diketahui memiliki kandungan air yang sangat tinggi dan biasa dikonsumsi sebagai olahan sayuran seperti tumisan, isian lumpia, gulai, serta asinan. Salah satu jenis rebung bambu yang tumbuh di Bali adalah rebung bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). Melihat kandungan air yang dimiliki rebung sangat tinggi, maka daya simpan dan daya guna rebung dapat ditingkatkan dengan membuatnya menjadi produk setengah jadiberupa tepung. Tepung rebung merupakan salah satu bahan makanan yang bersifat kering dan juga mudah mengalami perubahan komponen. Dalam mempertahankan mutu suatu bahan pangan, kemasan memiliki peranan yang sangat penting. Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan jenis kemasan yang tepat dalam mempertahankan karakteristik mutu tepung rebung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah jenis kemasan yaitu (K1) : polipropilen, (K2) : aluminium foil, dan (K3) : paper sack. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yaitu (H1) : 10 hari, (H2) : 20 hari, (H3) : 30 hari. Parameter yang diamati adalah kadar air, daya serap air, densitas kamba, serat kasar, derajat putih, dan uji sensoris. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan jenis kemasan paper sackdapat lebih mempertahankan karakteristik mutu tepung rebung bambu tabah selama penyimpanan 30 hari dengan nilai kadar air 6,73 %, daya serap air 10,83 %, densitas kamba 0,6445 g/ml, serat kasar 27,16 %, dan derajat putih 49,47 %. Dengan menggunakan kemasan paper sackakan lebih mempertahankan karakteristik mutu tepung rebung selama penyimpanan sehingga tidak cepat mengalami kerusakan.
Referensi
Ajala, A. S., Ajagbe, O. A., Abioye, A. O., & Bolarinwa, I. F. (2018). Investigating the effect of drying factors on the quality assessment of plantain flour and wheat–plantain bread. *International Food Research Journal*, 25(4), 1566–1573.
AOAC (Association of Official Analytical Chemists). (2006). *Official methods of analysis of AOAC International*. Gaithersburg.
Arizka, A. A., & Daryatmo, J. (2015). Perubahan kelembaban dan kadar air teh selama penyimpanan pada suhu dan kemasan yang berbeda. *Jurnal Teknologi Pertanian*, 4(4), 124–129.
Diza, Y. H., Wahyuningsih, T., & Silfia, S. (2014). Penentuan waktu dan suhu pengeringan optimal terhadap sifat fisik bahan pengisi bubur kampiun instan menggunakan pengering vakum. *Jurnal Litbang Industri*, 4(2), 105–114.
Engelen, A. (2018). *Analisis kekerasan, kadar air, warna dan sifat sensori pada pembuatan keripik daun kelor*. Politeknik Gorontalo.
Erni, N., Kadirman, K., & Fadilah, R. (2018). Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap sifat kimia dan organoleptik tepung umbi talas (Colocasia esculenta). *Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian*, 4(1), 95–105.
Indriyani, F., & Suyanto, A. (2014). Karakteristik fisik, kimia dan sifat organoleptik tepung beras merah berdasarkan variasi lama pengeringan. *Jurnal Pangan dan Gizi*, 4(2).
Kencana, P. K. D. (2009). *Fisiologi dan teknologi pascapanen rebung bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) fresh-cut*. Disertasi. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.
Kumalasari, R., Setyoningrum, F., & Ekafitri, R. E. (2015). Karakteristik fisik dan sifat fungsional beras jagung instan akibat penambahan jenis serat dan lama pembekuan. *Jurnal Pangan*, 24(1), 37–48.
Lalel, H. J. D., Zainal, A., & Lewi, J. (2009). Sifat fisikokimia beras merah gogo lokal Ende. *Jurnal Teknologi dan Industri Pangan*, 20(2), 109–116.
Meliko, A. Y., Bilek, S. E., & Cesur, S. (2019). Optimum alkaline treatment parameters for the extraction of cellulose and production of cellulose nanocrystal from apple pomace. *Carbohydrate Polymers*, 215(1), 330–337.
Prabowo, B. (2010). *Kajian sifat fisikokimia tepung millet kuning dan tepung millet merah*. Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Priyanto, G., Sari, G., & Hamzah, B. (2008). Profil dan laju perubahan mutu tepung kecambah kacang hijau selama penyimpanan. *Jurnal Agribisnis dan Industri Pertanian*, 7(3), 347–359.
Purwanto, C. C., Ishartani, D., & Muhammad, D. R. A. (2013). Kajian sifat fisik dan kimia tepung labu kuning (Cucurbita maxima) dengan perlakuan blanching dan perendaman natrium metabisulfit (Na₂S₂O₅). *Jurnal Teknosains Pangan*, 2(2).
Rohmah, M. (2012). Karakteristik sifat fisikokimia tepung dan pati pisang kapas (Musa comiculata). *Jurnal Teknologi Pangan*, 8(1), 20–24.
Rousmaliana, R., & Septiani, S. (2019). Identifikasi tepung ampas kelapa terhadap kadar proksimat menggunakan metode pengeringan oven. *Jurnal Ilmiah Kesehatan*, 1(1), 18–31.
Santoso, B., & Rejo, A. (2007). Peningkatan masa simpan lempok durian ukuran kecil dengan menggunakan empat jenis kemasan. *Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan*, 1(3).
Sari, M. L., Ali, A. I. M., Sandi, S., & Yolanda, A. (2015). Kualitas serat kasar, lemak kasar, dan BETN terhadap lama penyimpanan wafer rumput kumpai minyak dengan perekat karaginan. *Jurnal Peternakan Sriwijaya*, 4(2).
Sudarmadji, S., Haryono, & Suhardi, B. (1997). *Prosedur analisis untuk bahan makanan dan pertanian*. Liberty.
Syafruti, M. I., Syaiful, F., Lidiasari, E., & Pusvita, D. (2020). Pengaruh lama dan suhu pengeringan terhadap karakteristik fisikokimia tepung beras merah (Oryza nivara). *Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian*, 4(2), 103–111.
Tuapattinaya, P. M. J. (2017). Pengaruh lama penyimpanan terhadap kandungan serat kasar tepung biji lamun (Enhalus acoroides) serta implikasinya bagi pembelajaran masyarakat di Pulau Osi Kabupaten Seram Bagian Barat. *Biosel: Biology Science and Education*, 5(1), 46–55.
Vesania, M. B. (2016). *Pengaruh penambahan bubuk daun Stevia rebaudiana (Bertoni) terhadap komposisi fitokimia dan aktivitas antioksidan minuman teh hitam*. Disertasi Doktoral. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Yulmelia, R. M., Nina, D., Trisno, A., Julyanty, S. W., Rafika, N. F., Yuni, H. A., Wijaya, M. Q. A., & Miftachur, R. M. (2014). Penetapan kadar abu (AOAC 2005). Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/