Laju Pertumbuhan Tanaman krisan (Crhysantemum) pada Pemberian Tambahan Cahaya Lampu LED (Light Emitting Diode) Kombinasi Warna Merah-Biru dengan Metode Siklik
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p19Kata Kunci:
Krisan, produktivitas tanaman, cahaya LED kombinasi warna merah-biru, siklik, fase vegetatifAbstrak
Budidaya krisan di daerah tropis seperti Indonesia, diperlukan pemberian cahaya
tambahan. Penambahan cahaya dilakukan dengan pencahayaan buatan dari lampu listrik
di malam hari selama 4 jam, setelah matahari terbenam. Penelitian ini bertujuan
menentukan pola siklik terbaik untuk menghasilkan laju pertumbuhan tertinggi.
Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah penambahan cahaya lampu LED
kombinasi warna merah-biru secara siklik (off, on, off). Jumlah siklik yang diberikan
adalah 1 siklus, 2 siklus, 3 siklus, 4 siklus, 5 siklus dan kontrol. Data yang diperoleh
analisis secara regresi. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas
kanopi daun, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian
tambahan cahaya LED kombinasi warna merah-biru secara siklus memberikan pengaruh
yang baik terhadap laju pertumbuan tanaman krisan. Penambahan cahaya lampu LED
kombinasi warna merah-biru dengan 1 siklus memberikan pengaruh paling baik terhadap
pertumbuhan tanaman krisan yang ditunjukan dengan menghasilkan laju pertumbuhan
tinggi tanaman tertinggi (y = 1.106x + 2.11), jumlah daun (y = 0.514x + 3.163), luas
kanopi (y = 2.346x + 21.61) dan diameter batang (y = 0.082x + 0.168).
Referensi
Anonim. (2016). Polinomial. https://id.wikipedia.org/wiki/Polinomial
Anonim D. (2015). Fungsi batang bagi tumbuhan. http://www.informasi-pendidikan.com/2015/04/fungsi-batang-pada-tumbuhan.html
Ariesna, F., & Sudiarso. (2014). Respon 3 varietas tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) pada berbagai warna cahaya tambahan. http://download.fortalgaruda.org/article
Ermawati, D., & Indradewa. (2012). Pengaruh warna cahaya tambahan terhadap pertumbuhan dan pembungaan tiga varietas tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) potong. http://jurnal.ugm.ac.id/index.php/jbp/article/download/1354/pdf_4
Galland, P. A. (2005). Magnetoreception in plant. Journal of Plant Research, 118, 371–389.
Nxumalo, S. S., & Wahome, P. K. (2010). Effects of application of short-days at different periods of the day on growth and flowering in chrysanthemum (Dendranthema grandiflorum). Journal of Agricultural and Social Sciences, 6(2), 39–42.
Pertamawati. (2010). Pengaruh fotosintesis terhadap pertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) dalam lingkungan fotoautotrof secara in vitro. http://ejurnal.bppt.go.id
Setyanti, Y. (2013). Karakteristik fotosintetik dan serapan fosfor hijauan alfalfa (Medicago sativa) pada tinggi pemotongan dan pemupukan nitrogen yang berbeda. Animal Agriculture Journal, 2(1), 86–96.
Syarifudin, & Noviani. (2015). Analisis pertumbuhan tanaman krisan pada variabel warna cahaya lampu LED. http://jurtek.akprind.ac.id/sites/default/files/83-87_syarifudin.pdf
Waggoner, P. E., Moss, D. M., & Hesketh, J. D. (1963). Radiation in the plant environment and photosynthesis. Agronomy Journal, 55, 36–38.
Wiguna, I. K. (2015). Respon tanaman terhadap penambahan warna cahaya lampu LED selama 30 hari pada fase vegetatif terhadap produksi dan kualitas bunga krisan (Chrysanthemum) (Skripsi). Universitas Udayana.
Wiguna, I. K. W., Wijaya, I. M. A. S., & Nada, I. M. (2015). Pertumbuhan tanaman krisan (Chrysanthemum) dengan berbagai penambahan warna cahaya lampu LED selama 30 hari pada fase vegetatif. Jurnal BETA, 3(2). http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta/article/view/16659
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/