Pengaruh Lama Waktu Cekaman Anaerobik dan Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah Sebagai Bahan Pelapis Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Tomat

Penulis

  • Ni Putu Nita Lospiani Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Unud
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Unud
  • Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Unud

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i02.p01

Kata Kunci:

Tomat, edible coating, lilin lebah, stres anaerobik

Abstrak

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) termasuk golongan tanaman sayur yang dapat tumbuh di daerah subtropis dan daerah tropis. Buah tomat sangat ringkih mengalami kerusakan selama periode pascapanen. Untuk memperpanjang masa simpan buah tomat dapat dilakukan dengan pelapisan menggunakan bahan edible. Lilih lebah adalah salah satu bahan yang aman dikonsumsi dan dapat digunakan sebagai bahan pelapis pada buah. Cekaman anaerobik yang diberikan pada buah tomat bertujuan untuk mengreasi senyawa volatile anaerobik untuk memperlambat laju kemunduran buah selama periode pascapanen dengan demikian, memperpanjang masa simpan. Pada kondisi anaerobik, ethanol dan acetaldehyde adalah senyawa volatile yang secara alami diproduksi dari buah dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua faktor perlakuan, yaitu lama cekaman anaerobik dan konsentrasi emulsi lilin lebah (o/w), sebagai bahan pelapis, terhadap mutu dan masa simpan buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan, pengaruh dua faktor
perlakuan tersebut secara nyata berinteraksi terhadap mutu dan masa simpan. Cekaman anerobik selama 36 jam dikombinasikan dengan konsesntrasi emulsi lilin lebah berbeda (1.5 dan 3.0%) sebagai bahan pelapis, memperlambat kemunduran mutu dan memperpanjang masa simpan buah tomat. Akan tetapi, bila lama cekaman 72 jam yang dikombinasikan dengan perlakuan pelapisan
emulsi lilin lebah 3%, intensitas kerusakan buah meningkat.

Referensi

Adaskaveg, J. E., Foster, H., & Sommer, N. F. (2002). Principles of postharvest pathology and management decay of edible horticultural crops. In A. Kader (Ed.), Postharvest technology of horticultural crops (4th ed., UC DANR Pub 3311). Oakland, CA.

Apandi, M. (1984). Teknologi buah dan sayur. Alumni, Bandung.

Boersig, M. R., Kader, A. A., & Romani, R. J. (1988). Aerobic-anaerobic respiratory transition in pear fruit and cultured pear fruit cells. Journal of the American Society for Horticultural Science, 111, 869–873.

Harjadi, S. S., & Sunarjono, H. (1990). Budidaya tomat. Dalam S. S. Harjadi (Ed.), Dasar-dasar hortikultura (hlm. 1–26). Jurusan Budidaya Pertanian, Faperta-IPB, Bogor.

Huelin, F. E., & Coggiola, I. M. (1968). Superficial scald, a functional disorder of stored apples. IV. Effect of variety, maturity, oiled wraps and diphenylamine on the concentration of α-farnesene in the fruit. Journal of the Science of Food and Agriculture, 19, 297–301.

Kismaryanti, A. (2007). Aplikasi gel lidah buaya (Aloe vera) sebagai edible coating pada pengawetan tomat (Lycopersicon esculentum). Tidak dipublikasikan. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Klieber, A., Ratanachinakorn, B., & Simone, D. H. (1996). Effect of low oxygen and high carbon dioxide on tomato cultivar ‘Bermuda’ fruit physiology and composition. Scientia Horticulturae, 65, 251–261.

Kremer, Fr., & Unterstenhofer, G. (1967). De l’emploi de la méthode de Townsend et Heuberger dans l’interpretation de résultats d’essais phytosanitaires. Pflanzenschutz Nachrichten Bayer, 4, 625–628.

McGregor, B. M. (1989). Tropical products transport handbook (USDA Agricultural Handbook 668). USDA Office of Transportation.

Nussinovitch, A., Marmur, T., & Elkind, Y. (2013). Edible coating for plant matter (Patent No. WO2013144961 A1).

Rangana, S. C. (1979). Manual of analysis of fruit and vegetable products. Tata McGraw-Hill Publishing Co. Ltd., New Delhi, India.

Saltveit, M. E., & Sharaf, A. R. (1992). Ethanol inhibits ripening of tomato fruit harvested at various degrees of ripeness without affecting subsequent quality. Journal of the American Society for Horticultural Science, 117(5), 793–798.

Weichmann, J. (1986). The effect of controlled atmosphere storage on the sensory and nutritional quality of fruits and vegetables. Horticultural Reviews, 8, 101–127.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-06

Cara Mengutip

Lospiani, N. P. N., Utama, I. M. S., & Pudja, I. A. R. P. (2026). Pengaruh Lama Waktu Cekaman Anaerobik dan Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah Sebagai Bahan Pelapis Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Tomat. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(2), 9–19. https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i02.p01

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>