Korelasi Nilai SPAD dengan Intensitas Serangan Penyakit Blas Pada Umur Padi Yang Berbeda

Penulis

  • I Made Sudiarta Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali
  • I Made Anom S. Wijaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali
  • Ni Nyoman Sulastri Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p16

Kata Kunci:

Padi, Intensitas Serangan Penyakit, Korelasi, SPAD

Abstrak

Padi merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Kesehatan tanaman padi sangat penting dalam menentukan hasil panen. Nilai klorofil memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan tanaman yang dapat menentukan hasil produksi padi. Jika kesehatan tanaman menurun maka akan mudah terserang penyakit. Penyakit b las merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kesehatan tanaman menurun. Serangan intensitas penyakit dapat dilihat pada kehijauan pada daun. SPAD ( Soil Plant Analysis Development) yaitu sebuah alat sederhana dapat menentukan jumlah klorofil dalam daun tanaman disebut SPAD. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui hubungan SPAD dengan intensitas serangan penyakit blas. (2) Untuk mendapatkan nilai korelasi antara SPAD dengan int ensitas serangan penyakit blas. Pengambilan data dilakukan di Desa Sedang yang berada di daerah Kabupaten Badung. Pengambilan sampel data dari umur padi 71 sampai 94 HST (Hari Setelah Tanam). Untuk mendapatkan data dilakuk an dalam 3 petakan sawah diukur secara diagonal masing - masing petakan sawah diambil 5 titik, masing - masing titik diambil 9 rumpun, pengukuran SPAD setiap rumpun dibagi 3 bagian batang daun atas, tengah, bawah. Setiap daun dibagi 3 atas, tengah. Bawah. Untu k intensitas dilihat dari seberapa sebaran bercak pada daunnya. Perkembangan intensitas dengan umur dan SPAD dengan umur, jika nilai intensitas tinggi maka nilai SPAD rendah sebaliknya jika nilai SPAD tinggi maka nilai intensitas serangan penyakit rendah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan SPAD dengan intensitas memiliki hubungan linier, dengan nilai korelasinya sebesar 0,8634 atau 86%. Data berkorelasi sangat kuat karena nilai korelasi melebihi 0,75 atau 75%.

Referensi

Akhsan, N., & Palupi, P. J. (2015). Pengaruh waktu terhadap intensitas penyakit blast dan keberadaan spora Pyriculla grisea (Cooke) Sacc. pada lahan padi sawah (Oryza sativa) di Kecamatan Samarinda Utara. Ziraa’ah, 40(2), 114–122.

Andika, I. M. P. C. (2019). Pendugaan intensitas serangan penyakit blas pada tanaman padi melalui pendekatan citra NDVI. 51(9), 338–339.

Anggraini, F., Suryanto, A., & Aini, N. (2017). Sistem tanam dan umur bibit pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) varietas Inpari 13. Over The Rim, 1(2), 191–199.

Desi Kharisma, S., Cholil, & Luqman Qurata, A. (2013). Ketahanan beberapa genotipe padi hibrida (Oryza sativa L.) terhadap Pyricularia oryzae Cav., penyebab penyakit blas daun padi. Jurnal HPT, 1(2), 19–27.

Dewi, I. M., Cholil, A., & Muhibuddin, A. (2013). The relationship between leaf tissue characteristics and the rate of attack of leaf blast disease (Pyricularia oryzae Cav.) in several rice genotypes (Oryza sativa L.). Pests of Plant Diseases, 1(2), 10–18.

Donggulo, C. V., Lapanjang, I. M., & Made, U. (2017). Pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) pada berbagai pola jajar legowo dan jarak tanam. J. Agroland, 24(1), 27–35.

Hanna, A. N., McDonald, J. S., Miller, C. H., & Couri, D. (1989). Pretreatment with paracetamol inhibits metabolism of enflurane in rats. British Journal of Anaesthesia, 62(4), 429–433. https://doi.org/10.1093/bja/62.4.429

Lestari, T. A. (2019). Pengamatan penyakit-penyakit tanaman sistem jajar legowo di Desa Sako Rambutan, Sub-District Banyuasin. Jurnal Ilmiah Sinus (JIS).

Miftahuddin, M., Pratama, A., & Setiawan, I. (2021). Hubungan antara kelembaban relatif dengan beberapa variabel iklim dengan pendekatan korelasi Pearson di Samudera Hindia. Jurnal Siger Matematika, 2(1), 25–33. https://doi.org/10.23960/jsm.v2i1.2753

Nasution, F. H., Santosa, S., & Putri, R. E. (2019). Model prediksi hasil panen berdasarkan pengukuran non-destruktif nilai klorofil tanaman padi. AgriTECH, 39(4), 289. https://doi.org/10.22146/agritech.34893

Nurul Musdalifah. (2021). Identifikasi keragaman cendawan pada jaringan pohon eboni (Diospyros celebica Bakh.) dan tanah di Kampus Universitas Hasanuddin Tamalenrea, Makassar. 3(2), 6.

Retnawati, H. (2017). Pengantar analisis regresi dan korelasi. Universitas Negeri Yogyakarta. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132255129/pengabdian/4-materi-Pengantar%20Analisis%20Regresi-alhamdulillah.pdf

Safitri, W. R. (2014). Analisis korelasi dalam menentukan hubungan antara kejadian demam berdarah dengue dengan kepadatan penduduk di Kota Surabaya pada tahun 2012–2014. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 1–9.

Suganda, T., Yulia, E., Widiantini, F., & Hersanti, H. (2016). Intensitas penyakit blas (Pyricularia oryzae Cav.) pada padi varietas Ciherang di lokasi endemik dan pengaruhnya terhadap kehilangan hasil. Agrikultura, 27(3), 154–159. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v27i3.10878

Yulianto. (2017). Pengendalian penyakit blas secara terpadu pada tanaman padi. Iptek Tanaman Pangan, 12(1), 25–34.

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

Sudiarta, I. M., Wijaya, I. M. A. S., & Sulastri, N. N. (2024). Korelasi Nilai SPAD dengan Intensitas Serangan Penyakit Blas Pada Umur Padi Yang Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 12(1), 142–146. https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p16

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>