Analisis Prioritas Sarana Pacapanen Kopi Robusta (Coffea canephora) untuk Menurunkan Susut Kuantitas dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process)

Priority Analysis of Robusta Coffee (Coffea canephora) Harvesting Facilities to Reduce Quantity Loss Using the AHP (Analytical Hierarchy Process) Method

Penulis

  • Ni Putu Dewi Pradnya Maharani Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung,Bali,Indonesia
  • I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung,Bali,Indonesia
  • I Putu Surya Wirawan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung,Bali,Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p20

Kata Kunci:

kopi robusta, metode AHP, prioritas sarana

Abstrak

Kopi merupakan hasil perkebunan yang menjadi andalan sebagai sumber devisa negara. Kopi robusta menjadi basis produksi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Bali. Di Bali yang menjadi produksi kopi robusta terbanyak berada di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Namun, dengan banyaknya jumlah produksi yang terbilang cukup tinggi kopi robusta di Kecamatan Pupuan masih banyak diolah menggunakan peralatan tradisional. Peralatan tradisioanal ini masih dipertahankan karena nilai investasi sarana pascapanen cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria dan subkriteria yang sesuai dalam menentukan prioritas sarana pascapanen kopi robusta, serta mengetahui prioritas sarana pascapanen kopi robusta yang dapat menekan susut kuantitas. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam memberikan sarana pascapanen kopi robusta yang tepat kepada petani, sehingga dapat menurunkan susut kuatitas dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai metode penentuan responden potensial yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode AHP ( Analytical Hierarchy Process ). Dari hasil analisis ini didapatkan Huller sebagai sarana yang prioritas dalam penanganan pascapanen kopi robusta dan dapat menurunkan susut kuantitas

Referensi

Brunnelli, M. (2015). Introduction to the Analytic Hierarchy Process. In Learning from Failures.

Bourne, M. C. (2014). Food security: Postharvest losses. Encyclopedia of Agriculture and Food Systems, 3(1).

Budihardjo, K., & Fahmi, W. M. (2020). Strategi peningkatan produksi kopi robusta (Coffea L) di Desa Pentingsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 7(2), 373–379.

Chandra, D., Ismono, R. H., & Kasymir, E. (2013). Prospek perdagangan kopi robusta Indonesia di pasar internasional. JIIA Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 1(1), 10–15.

Choiron, M. (2010). Penerapan GMP pada penanganan pasca panen kopi rakyat untuk menurunkan okratoksin produk kopi (studi kasus di Sidomulyo, Jember). Agrointrk, 4(2), 114–120.

Fitriati, D., Hasbullah, R., & Rachmat, R. (2015). Penentuan prioritas sarana pascapanen jagung untuk menurunkan kehilangan hasil dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 12(2), 10–19.

Guenther, H., Hoenicke, K., Steven, B., Gerhard-Rieben, E., & Lantz, I. (2009). Furan in coffee: Pilot studies on formation during roasting and losses during production steps and consumer handling. Food Additives and Contaminants, 05, 507–508.

Hodges, R. J., Buzby, J. C., & Bennett, B. (2011). Postharvest losses and waste in developed and less-developed countries: Opportunities to improve resource use. Journal of Agricultural Science, 149(S1), 37–45. https://doi.org/10.1017/S0021859610000936

Leo, J., Nababan, E., & Gultom, P. (2014). Penentuan komoditas unggulan pertanian dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Saintia Matematika, 2(3), 213–224.

Prastowo, B., Karmawati, E., Rubiyo, Siswanto, Indrawanto, C., & Munarso, S. J. (2010). Budidaya dan pascapanen kopi (p. 62). Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the Analytic Hierarchy Process. International Journal of Services Sciences, 83–98.

Umar, S. (2013). Pengolahan dan pengembangan alsintan untuk mendukung usahatani padi di lahan pasang surut. Jurnal Teknologi Pertanian, 8(2), 37–48.

Windiarti, R., & Kusmiati, A. (2011). Analisis wilayah komoditas kopi di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 5(2), 47–58.

Xue, L., Liu, G., Parfitt, J., Liu, X., Van Herpen, E., Stenmarck, Å., O’Connor, C., Östergren, K., & Cheng, S. (2017). Missing food, missing data? A critical review of global food losses and food waste data. Environmental Science and Technology, 51(12), 6618–6633. https://doi.org/10.1021/acs.est.7b00401

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

Maharani, N. P. D. P., Aviantara, I. G. N. A., & Wirawan, I. P. S. (2024). Analisis Prioritas Sarana Pacapanen Kopi Robusta (Coffea canephora) untuk Menurunkan Susut Kuantitas dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process): Priority Analysis of Robusta Coffee (Coffea canephora) Harvesting Facilities to Reduce Quantity Loss Using the AHP (Analytical Hierarchy Process) Method. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 12(1), 180–186. https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p20

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>