PENGARUH PERLAKUAN SEBELUM SEMAI DANINTERVAL FERTIGASI TERHADAP PRODUKTIVITASMICROGREEN LOBAK (Raphanus sativus)

Penulis

  • Gusti Ayu Putri Mei Ulianti Ulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
  • Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
  • da Ayu Rina Pratiwi Pudja Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
  • Ni Nyoman Sulastri Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p15

Kata Kunci:

Interval fertigasi, microgreen, produktivitas, semai, lobak

Abstrak

Microgreen merupakan sayuran yang dipanen pada usia muda yang berasal dari biji sayuran. Microgreen lobak adalah salah satu jenis microgreen yang paling popular dan memiliki nutrisi yang tinggi . Perlakuan sebelum semai dan pemberian nutrisi pada microgreen diduga menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan sebelum semai dan interval fertigasi serta menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan produktivitas microgreen terbaik. P enelitian ini menggunakan r ancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu perlakuan sebelum semai dan interval fertigasi dengan 3 kali ulangan. Perlakuan sebelum semai yaitu direndam dan tidak direndam serta perlakuan interval fertigasi terdiri dari perlakuan tanpa fertigasi, fertigasi dilakukan setiap hari, fertigasi dilakukan setiap 2 hari, dan fertigasi dilakukan setiap 3 hari. Parameter yang diamati meliputi berat basah, berat kering, tinggi tanaman, dan nilai SPAD daun. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh nyata terhadap variabel berat basah dan berat kering (P<0,05) dan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman dan nilai SPAD daun (P>0,05). Perendaman sebelum semai dengan fertigasi setiap hari menghasilkan nilai produktivitas tertinggi yaitu 0,14 g/cm 2 dan menghasilkan rata - rata tertinggi pada setiap variabel yang diamati yaitu berat basah 108,70 gram, berat kering tanaman 9,70 gram, tinggi tanaman 9,49 cm, dan nilai SPAD daun 45,99 SPAD. Perlakuan direndam dengan interval fertigasi setiap hari pada microgreen lobak merupakan perlakuan yang menghasilkan produktivitas microgreen terbaik

Referensi

Allegretta, I., Gattullo, C. E., Renna, M., Paradiso, V. M., & Terzano, R. (2019). Rapid multi-element characterization of microgreens via total-reflection X-ray fluorescence (TXRF) spectrometry. Food Chemistry, 296, 86–93. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2019.04.054

Barus, W. A., Khair, H., & Pratama, H. P. (2020). Karakter pertumbuhan dan hasil tanaman lobak (Raphanus sativus L.) terhadap aplikasi ampas tahu dan POC daun gamal. Agrium, 22(3), 183–189.

Cotuna, O., & Carmen, D. (2022). Microgreens: Current status, global market trends. January.

Ghasemi, E., Ghahfarokhi, M. G., Darvishi, B., & Kazafi, Z. H. (2015). The effect of hydro-priming on germination characteristics, seedling growth and antioxidant activity of accelerated aging wheat seeds. Cercetari Agronomice in Moldova, 47(4), 41–48. https://doi.org/10.1515/cerce-2015-0003

Haryadi, D., Yetti, H., & Yoseva, S. (2016). Pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan (Brassica alboglabra L.). Jurnal XYZ, 18(2), 33–37.

Idrus, H. A., & Fuadiyah, S. (2021). Uji coba imbibisi pada kacang kedelai (Glycine max) dan kacang hijau (Vigna radiata). Prosiding SEMNAS BIO 2021, 1(4), 710–716.

Kaliky, F., & Ohorella, S. (2011). Biomassa dan karbon dibawah permukaan tanah tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) pada lahan agroforestry. Jurnal Agrohut, 2(2), 110–118.

Kalsumy, U., & Nihayati, E. (2018). Pengaruh interval fertigasi dan perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat cherry (Lycopersicum cerasiformae Mill.) dengan sistem hidroponik. Jurnal Produksi Tanaman, 6(11), 2903–2909.

Kyriacou, M. C., Rouphael, Y., Di Gioia, F., Kyratzis, A., Serio, F., Renna, M., De Pascale, S., & Santamaria, P. (2016). Micro-scale vegetable production and the rise of microgreens. Trends in Food Science & Technology, 57, 103–115. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2016.09.005

Li, T., Lalk, G. T., Arthur, J. D., Johnson, M. H., & Bi, G. (2021). Shoot production and mineral nutrients of five microgreens as affected by hydroponic substrate type and post-emergent fertilization. Horticulturae, 7(6). https://doi.org/10.3390/horticulturae7060129

Li, T., Lalk, G. T., & Bi, G. (2021). Fertilization and pre-sowing seed soaking affect yield and mineral nutrients of ten microgreen species. Horticulturae, 7(2), 1–16. https://doi.org/10.3390/horticulturae7020014

Murphy, C. J., Llort, K. F., & Pill, W. G. (2010). Factors affecting the growth of microgreen table beet. International Journal of Vegetable Science, 16(3), 253–266. https://doi.org/10.1080/19315261003648241

Nasrul, & Fridayanti, N. (2014). Pengaruh lama perendaman dan suhu air terhadap pemecahan dormansi benih sengon. Jurnal ABC, xx(x), xx–xx.

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

Ulianti, G. A. P. M. U., Sumiyati, Pudja, da A. R. P., & Sulastri, N. N. (2024). PENGARUH PERLAKUAN SEBELUM SEMAI DANINTERVAL FERTIGASI TERHADAP PRODUKTIVITASMICROGREEN LOBAK (Raphanus sativus). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 12(1), 134–141. https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p15

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>