Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Karakter Fisik dan Kimia Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) selama Penyimpanan

Penulis

  • Nyoman Yoga Pradana Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ni Nyoman SulastrI Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p20

Kata Kunci:

Capsicum annum L, edible coating, minyak sereh, minyak wijen

Abstrak

Cabai merah besar merupakan salah satu sayuran hortikultura yang mudah rusak setelah dipanen.
Kerusakan terjadi akibat proses pascapanen seperti kerusakan fisiologis, mekanis maupun mikrobiologis. Salah satu cara untuk mengurangi kerusakan dan memperpanjang masa simpan buah tersebut adalah menggunakan edible coating. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelapisan emulsi minyak wijen dan minyak sereh terhadap karakteristik fisik dan kimia buah cabai merah
besar (Capsicum annum L.) serta untuk memperoleh kombinasi perlakuan minyak wijen dan minyak sereh yang dapat memperlambat kerusakan fisik dan kimia buah cabai merah besar selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah minyak wijen (W) terdiri dari 3 level konsentrasi, yaitu: 0%, 0,5% dan 1% serta faktor kedua adalah minyak sereh (S) yang terdiri dari 3 level konsentrasi: 0%, 0,5% dan 1% dengan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 27unit percobaan. Keragaman data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman dan apabila perlakuan berpengaruh terhadap parameter yang diamati maka dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pemberian emulsi minyak wijen dan sereh berpengaruh terhadap nilai susut bobot, intensitas kerusakan, kadar vitamin C dan total padatan terlarut buah cabai merah besar selama penyimpanan. Perlakuan kombinasi minyak wijen dan minyak sereh dengan konsentrasi masing masing 0,5% (W1S1) merupakan perlakuan
yang menghasilkan nilai terbaik yaitu nilai susut bobot 50,7%, intensitas kerusakan sebesar 43,33%,
kadar vitamin C sebesar 8,9 mg/100g dan total padatan terlarut 3,27 °Brix

Referensi

Apandi, M. (1984). Teknologi Buah Dan Sayur. Alumni. Bandung, 106.

Bankole, S. A., & Joda, A. O. (2004). Effect Of Lemon Grass (Cymbopogon citratus Stapf) Powder And Essential Oil On Mould Deterioration And Aflatoxin Contamination Of Melon Seeds (Colocynthis citrullus L.). African Journal of Biotechnology, 3(1), 52–59.

Bourtoom, T. (2008). Edible Films And Coatings: Characteristics And Properties. International Food Research Journal, 15(3), 237–248.

Cresna, C., Napitupulu, M., & Ratman, R. (2014). Analisis Vitamin C Pada Buah Pepaya Sirsak Srikaya Dan Langsat Yang Tumbuh Di Kabupaten Donggala. Jurnal Akademika Kimia, 3(3), 121–128.

Das, D. K., Dutta, H., & Mahanta, C. L. (2013). Development Of A Rice Starch-Based Coating With Antioxidant And Microbe-Barrier Properties And Study Of Its Effect On Tomatoes Stored At Room Temperature. LWT-Food Science and Technology, 50(1), 272–278.

Delfian, R. (2010). Pelapisan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dan Adaptasi Suhu Terhadap Perubahan Karakteristiknya Selama Penyimpanan.

Harmely, F., Deviarny, C., & Yenni, W. S. (2014). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Edible Film Dari Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum americanum L.) Sebagai Penyegar Mulut. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 1(1), 38–47.

Kamari, F. El, Taroq, A., Atki, Y., Aouam, I.,Oumokhtar, B., Lyoussi, B., & Abdellaoui, A. (2018). Cymbopogon nardus L. Essential Oil: Phytochemical Screening And Its Antibacterial Activity Against Clinical Bacteria Responsible For Nosocomial Infections In Neonatal Intensive Care. Int. J. Pharm. Sci. Rev. Res, 50(1), 14–17.

Krochta, J. M., Baldwin, E. A., & Nisperos-Carriedo, M. O. (1994). Edible Coatings And Films To Improve Food Quality, Technomic Publ. Co., Lancaster, PA, 1–379.

Laura, A., Alvarez-Parrilla, E., & González-Aguilar, G. A. (Eds. ). (2009). Fruit And Vegetable Phytochemicals: Chemistry, Nutritional Value and Stability. Jonh Wiley &Sons.

Lieu, H. K., & Dang, T. Q. (2015). Effect OF Black And White Sesame Cake Extracts On Retarding Lipid Oxidation In Catfish Fat. Journal of Food and Nutrition Sciences, 3(1–2), 39–44.

Nawab, A., Alam, F., & Hasnain, A. (2017). Mango Kernel Starch As A Novel Edible Coating For Enhancing Shelf-Life Of Tomato (Solanum lycopersicum) Fruit. International Journal of Biological Macromolecules, 103, 581–586.

Nurman, S., Muhajir, N., & Muhardina, V. (2018). Pengaruh Konsentrasi Natrium Benzoat Dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Minuman Sari Nanas (Ananas comosus L.). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 15(3), 140.

Prastya, O., Utama, I., & Yulianti, N. (2015). Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen Dan Minyak Sereh Terhadap Mutu Dan Masa Simpan Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill). BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 3(1).

Purnamasari, P., Nashrianto, H., & Rusman, M. S. (2016). Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Citral dalam Sereh Dapur (Cymbopogon citratus) Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) Dan GC-MS. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan, Bogor.

Puspawati, N. M., & Suirta, I. W. (2016). Isolasi, Identifikasi Serta Uji Aktivitas Antibakteri Pada Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt). Jurnal Kimia (Journal of Chemistry), 10(2).

Quintavalla, S., & Vicini, L. (2002). Antimicrobial Food Packaging In Meat Industry. Meat Science, 62(3), 373–380. https://doi.org/10.1016/S0309-

1740(02)00121-3

Rachmawati, R., Defiani, M. R., & Suriani, N. L. (2009). Pengaruh Suhu Dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Vitamin C Pada Cabai Rawit Putih (Capsicum frustescens). Jurnal Biologi, 13(2), 36–40.

Safaryani, N., Haryanti, S., & Hastuti, E. D. (2007). Pengaruh Suhu Dan Lama Penyimpanan Terhadap Penurunan Kadar Vitamin C Brokoli (Brassica oleracea L). Anatomi Fisiologi, 15(2), 39–45.

Siregar, M. R., Harun, N., & Yusmarini, Y. (2018). Pemanfaatan Buah Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L.) dan Buah Nanas (Ananas Comosus L.) dalam Pembuatan Permen Jelly. Riau University.

Suhardi, H. B., & Sudarmadji, S. (2007). Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Yogjakarta: Liberti.

Susiwi, S. (2009). Penilaian Organoleptik. Jurusan Pendidikan Kimia. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Taufik, M. (2011). Analisis Pendapatan Usaha Tani Dan Penanganan Pascapanen Cabai Merah. Jurnal Litbang Pertanian, 30(2).

Utama, I. G. M., Utama, I. M. S., & Pudja, I. (2016). Pengaruh Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah Sebagai Pelapis Buah Mangga Arumanis Terhadap Mutu Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar. J. Biosistem Dan Teknik Pertanian, 4(2), 81-92.

Utama, I. M. S. (2001). Penanganan Pasca Panen Buah dan Sayuran Segar. Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Wojdyła, M., Bała, W., Derkowska, B., Rębarz, M., & Korcala, A. (2008). The Temperature Dependence Of Photoluminescence And Absorption Spectra Of Vacuum-Sublimed Magnesium Phthalocyanine Thin Films. Optical Materials, 30(5), 734–739.

Žnidarčič, D., Ban, D., Oplanić, M., Karić, L., &Požrl, T. (2010). Influence Of Postharvest Temperatures On Physicochemical Quality Of Tomatoes (Lycopersicon esculentum Mill.). J Food Agric Environ, 8(1), 21–25.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-30

Cara Mengutip

Pradana, N. Y., Utama, I. M. S., & SulastrI, N. N. (2023). Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Karakter Fisik dan Kimia Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) selama Penyimpanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(1), 201–208. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p20

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>