Laju Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga pada Berbagai Konsentrasi Mol Air Cucian Beras
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p12Kata Kunci:
kompos, konsentrasi MOL, laju pengomposan, MOL air cucian berasAbstrak
Pengomposan adalah salah satu solusi dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pengomposan sampah organik rumah tangga pada berbagai konsentrasi MOL air cucian beras dan untuk mendapatkan konsentrasi MOL air cucian beras yang menghasilkan kompos sampah organik rumah tangga terbaik sesuai dengan persyaratan teknis minimal kompos padat
berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Perlakuan
dengan menggunakan 30 kg sampah organik rumah tangga untuk satu perlakuan dan masing-masing mengandung konsentrasi MOL air cucian beras 0 ml (kontrol), 30 ml, 60 ml, 90 ml, 120 ml, dan 150 ml. Ke-enam perlakuan tersebut dilakukan 2 kali pengulangan sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi kadar awal bahan, Total Plate Count (TPC), suhu, pH, kadar air, electrical conductivity (EC), karbon, nitrogen, C/N rasio, bahan organik (OM). Data yang diperoleh dianalisis dengan Metode Analisis Statistik Deskriptif. Hasil penelitian pengomposan selama 1 bulan menunjukkan seluruh perlakuan memiliki laju pengomposan yang berbeda-beda. Kompos yang dihasilkan memiliki nilai pH 6,8
7,2, kadar air sebesar 25,97%-33,42%, C-organik 30,13%-34,14%, N-total 1,26%-2,21%, C/N rasio
13,63%-26,37%, dan OM 51,95%-58,86%. Perlakuan penambahan 120 ml MOL air cucian beras pada 30
kg sampah organik rumah tangga adalah perlakuan terbaik karena mencapai suhu lingkungan pada hari ke 25, serta mencapai pH netral pada hari ke-21 dan telah memenuhi syarat kompos padat berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.261/KPTS/SR.310/M/4/ 2019.
Referensi
Cavins, T. J., Gibson, J. L., Whipker, B. E., & Fonteno, W. C. (2000). pH and EC Meters Tools for Substrate Analysis. Journal of Counseling Psychology, 7(1), 62–70. https://doi.org/10.1037/h0048360
Dahlianah, I. (2015). Pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku pupuk kompos dan pengaruhnya terhadap tanaman dan tanah. Jurnal Klorofil, X(1), 10–13.
Dewi, Oktiawan, W., & Zaman, B. (2016). Pengaruh Penambahan Lindi dan Mol Bonggol Pisang Terhadap Waktu Pengomposan Sampah Organik. Jurnal Teknik Lingkungan, 191–199.
Fadel, I., Madrini, I. A. G. B., & Sumiyati. (2021). Pengaruh Penambahan EM-4 Terhadap Kualitas Kompos Kotoran Gajah. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(1), 130–137.
Fatmawati, F., Madayanti, W. F., & Puspasari, M. (2016). Identifikasi Bakteri Potensial Penghasil Enzim Amilase, Selulase, Xilanase dan Lipase Pada Fase Termofilik Kompos Manur Sapi. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 16.
Jumar, Saputra, R. A., & Wafiuddin, M. S. (2020). Teknologi Pengomposan Limbah Kulit Durian Menggunakan EM4. Jurnal Enviro Scienteae, 16(1), 241–251.
Madrini, I. A. G. B., & Sulastri, N. N. (2019). Dinamika Suhu Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Keranjang Bio Komposter. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7, 204–207.
Madrini, Shibusawa, S., Kojima, Y., & Hosaka, S. (2016). Effect of natural zeolite (Clinoptilolite) on ammonia emissions of leftover foodrice hulls composting at the initial stage of the thermophilic process. Journal of Agricultural Meteorology, 72(1), 12–19. https://doi.org/10.2480/agrmet.D-15-00012
Pranata, I. K. A., Madrini, I. A. G. B., & Tika, I. W. (2022). Efek Penambahan Kotoran Sapi Terhadap Kualitas Kompos pada Pengomposan Batang Pisang. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(April).
Seni, I. A. Y., Atmaja, I. W. D., & Sutari, N. W. S. (2013). Analisis Kualitas Larutan MOL (Mikoorganisme Lokal) Berbasis Daun Gamal (Gliricidia Sepium). Journal of Tropical Agroecotechnology, 2(2), 135–144.
Setiyo, Y., Purwadaria, H. K., Yuwono, A. S., & Subroto, M. A. (2007). Pengembangan Model Simulasi Proses Pengomposan Sampah Organik Perkotaan Dalam Bioreaktor. Jurnal Forum Pascasarjana, 30, 1–12.
Subandriyo, Anggoro, D. D., & Hadiyanto. (2012). Optimasi Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Kombinasi Aktivator Em4 Dan Mol Terhadap Rasio C/N. Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(2), 70. https://doi.org/10.14710/jil.10.2.70-75
Sundari, I., Maruf, W. F., & Dewi, E. N. (2014). Pengaruh Penggunaan Bioaktivator Em4 Dan Penambahan Tepung Ikan Terhadap Spesifikasi Pupuk Organik Cair Rumput Laut Gracilaria Sp. Jurnal Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(3), 88–94.
Utomo, P. B., & Nurdiana, J. (2018). Evaluasi Pembuatan Kompos Organik dengan Menggunakan Metode Hot Composting. Jurnal Teknologi Lingkungan, 2, 28–32.
Wijaya, P. P. A. K. (2019). Perbedaan Kualitas Kompos Limbah Ampas Kopi dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan MOL Nasi Basi. Skripsi. Jurusan Kesehatan Lingkungan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar.
Wulandari, R. N. K., Madrini, I. A. G. B., & Wijaya, I. M. A. (2019). Efek Penambahan Limbah Makanan Terhadap C/N Ratio Pada Pengomposan Limbah Kertas. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(1), 103. https://doi.org/10.24843/jbeta.2020.v08.i01.p13
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/