Pengomposan Sampah Canang dengan Model Pengomposan di Wadah Berbentuk Silinder
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p10Kata Kunci:
diameter keranjang, , kompos, kotoran sapi, sampah canangAbstrak
Permasalahan sampah sisa upacara keagamaan di Bali seperti canang belum dapat diatasi maksimal, terutama mengolahnya menjadi kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter keranjang pengomposan yang mampu menghasilkan proses pengomposan terbaik dan mendapatkan diameter
silinder wadah pengomposan yang mampu menghasilkan kualitas yang baik pada kompos berbahan baku sampah canang. Percobaan dengan 3 perlakuan diameter keranjang pengomposan yaitu p1 = diameter 20 cm, p2 = diameter 40 cm, p3 = diameter 60 cm, dengan tinggi masing-masing keranjang 100 cm.
Menggunakan perbandingan sampah canang : kotoran sapi 1:1. Analisa dilakukan di laboratorium Ilmu
Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana . Proses pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan
suhu pengomposan mulai dari 29 ̊C sampai 56 ̊C dan pengomposan pada pH mulai dari 4 sampai 6,5. Bentuk fisik kompos sudah menyerupai tanah yang berwarna hitam kecoklatan. Secara umum, kualitas kompos yang dihasilkan dari lima diperlakukan sesuai dengan SNI 19-7030-2004 dengan hasil akhir diameter keranjang 60 cm. Suhu 36,2 ̊C; pH 6.7 ; karbon 12.74 % ; nitrogen 0.95 % dan C/N ratio 13.05%.
Referensi
Arsa, W., Setiyo, Y., dan Nada, I. M. 2013. Kajian relevansi sifat piskokimia tanah pada kualitas dan produktivitas kentang. Skripsi FTP Universitas Udayana. Badung-Bali.
Dewi, N. M. E. Y., Setiyo, Y., dan Nada, I. M., 2017. Pengaruh Bahan Tambahan pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 76-82.
Finstein M.S., Miller, F.C., and Strom, F. 1986. Waste treatment composting as a controlled system. J. Biotechnology 8: 366 – 396.
Gaur, A. C. 1981. Improving Soil Fertility through Organic Recycling: A Manual of Rural Composting. FAO. The United Nation,Rome.
Hermin, P. 2009. Pengaruh Pencampuran Serbuk Gergaji dan Kotoran Sapi dengan Penambahan Natrium Nitrat Pada
Pengomposan Secara Aerob. Jurnal Teknik Lingkungan Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Indrasti, N. S., & Elia, R. R. 2004. Pengembangan media tumbuh anggrek dengan menggunakan kompos. Journal of Agroindustrial Technology, 14(2).
Martin, A. M. (Ed.). 2012. Bioconversion of waste materials to industrial products. Springer Science & Business Media.
Saidi, N., Kouki, S., Fadhel, M. H., Jedidi, N., Mahrouk, M., Hassen, A., & Ouzari, H. 2009. Microbiological parameters and maturity degree during composting of Posidonia oceanica residues mixed with vegetable wastes in semi-arid pedo-climatic condition. Journal of Environmental Sciences, 21(10), 1452-1458.
Sebastiao, M., Setiyo, Y., dan Widia, I. W., 2016. Pengaruh Perbandingan Jerami dan Kotoran Sapi Terhadap Profil Suhu dan Karakteristik Pupuk Kompos yang Dihasilkan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian.
Setiawan, A. 2003. Pemanfaatan Isi Rumen (Kambing dan Domba) Sebagai Inokulan dalam Proses Pengomposan Sampah Pasar (Organik) dengan Kotoran Sapi Perah. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Setiyo, Y., Hadi, K. P., Subroto, M. A., & Yuwono, A. S. 2007. Pengembangan Model Simulasi Proses Pengomposan Sampah Organik Perkotaan. In Journal Forum Pascasarjana (Vol. 30, No. 1, pp. 1-12).
Setiyo, Y., Suparta, U., Tika, W., & Gunadya, I. B. P. 2011. Optimasi Proses Bioremediasi Secara in-Situ Pada Lahan Lahan Tercemar Pestisida Kelompok Mankozeb. Jurnal Teknologi Industri Universitas Muhamadiyah Malang, 12(1), 53-58.
Song, C., Li, M., Jia, X., Wei, Z., Zhao, Y., Xi, & Liu, D. 2014. Comparison of bacterial community structure and dynamics during 85 the thermophilic composting of different types of solid wastes: anaerobic digestion residue, pig manure and chicken manure. Microbial biotechnology, 7(5), 424- 433.
Thomas, G. V., Prabhu, S. R., Reeny, M. Z., & Bopaiah, B. M. 1998. Evaluation of lignocellulosic biomass from coconut palm as substrate for cultivation of Pleurotus sajor-caju (Fr.) Singer. World Journal of Microbiology and Biotechnology, 14(6), 879-882
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/