Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Sampah Buah-Buahan dan Sayuran pada Rasio Bahan dan Headspace yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p15Kata Kunci:
headspace, pengomposan, pupuk organik cair, sampah buah-buahan dan sayuranAbstrak
Pengomposan pupuk organik cair (POC) perbedaan volume bahan dengan headspace bisa dipakai sebagai indeks untuk mengetahui efektivitas pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan dan headspace terhadap laju pengomposan dan kualitas POC yang dihasilkan serta untuk
menentukan rasio bahan dan headspace yang menghasilkan kualitas POC terbaik sesuai dengan persyaratan teknis minimal POC dari Menteri Pertanian Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Pengomposan menggunakan sistem anaerobik dan bahan yang digunakan berupa sampah buah-buahan dan sayuran. Pada penelitian ini memakai metode Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Adapun faktor yang digunakan berupa rasio bahan dan headspace yaitu 1:5, 2:4, 3:3, 4:2, dan 5:1. Kelima perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan sehingga didapat 15 unit percobaan. Parameter penelitian meliputi kadar awal bahan, total mikroba bioaktivator, suhu bahan dan POC, pH bahan dan POC, penyusutan ketinggian bahan, kadar nitrogen (N-total), fosfor (P), kalium (K), C-organik, C/N rasio, bahan organik (OM), electrical conductivity (EC), dan total bakteri POC. Data yang didapat dari hasil pengamatan
dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Secara umum kualitas POC yang dihasilkan sesuai syarat teknis minimal dengan suhu POC 29,3°C-29,8°C, pH POC 5,3-6,3, kadar nitrogen 2,01%-2,15%, fosfor 2,02%-2,09%, kalium 2,03%-2,08%, C-organik 2,39%-3,69%, dan total bakteri POC 5,31×107-3,12×109cfu/ml. Rasio bahan dan headspace berpengaruh terhadap laju pengomposan dan kualitas POC yang dihasilkan. Perlakuan P2 (2:4) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan hasil analisis data dan hasil dari parameter yang digunakan.
Referensi
Addinsyah, A., & Herumurti, W. (2017). Studi
Timbulan dan Reduksi Sampah Rumah
Kompos serta Perhitungan Emisi Gas Rumah
Kaca di Surabaya Timur. Jurnal Teknik ITS,
6(1), 62–67.
https://doi.org/10.12962/j23373539.v6i1.2297
3
Atmaja, I. K. M., Tika, I. W., & Wijaya, I. M. A. S.
(2017). Pengaruh Perbandingan Komposisi
Bahan Baku terhadap Kualitas Kompos dan
Lama Waktu Pengomposan. Jurnal Beta
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 111
119.
Doraja, P. H., Shovitri, M., & Kuswytasari, N. D.
(2012). Biodegradasi Limbah Domestik dengan
Menggunakan Inokulum Alami dari Tangki
Septik. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 1(1), E44
E47.
Ekawandani, N., & Kusuma, A. A. (2018).
Pengomposan Sampah Organik (Kubis dan
Kulit Pisang) dengan Menggunakan EM4.
Jurnal TEDC, 12(1), 38–43.
Faesal, Dj, N., & Soenartiningsih. (2017). Seleksi
Efektivitas Bakteri Dekomposer terhadap
Limbah Tanaman Jagung. Penelitian Pertanian
Tanaman Pangan, 1(2), 105–114.
Graha, T. B. S., Argo, B. D., & Lutfi, M. (2015).
Pemanfaatan Limbah Nangka (Artocarpus
Heterophyllus) pada Proses Pengomposan
Anaerob dengan Menambahkan Variasi
Konsentrasi EM4 (Effective Microorganisme)
dan Variasi Bobot Bulking Agent. Jurnal
Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem,
3(2)(2), 141–147.
Jannah, N. K., Yuliani, & Rahayu, Y. S. (2018).
Penggunaan Pupuk Cair Berbahan Baku
Limbah Air Cucian Beras dengan Penambahan
Serbuk Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan
Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea).
LenteraBio, 7(1), 15–19.
Liao, P. H., Jones, L., Lau, A. K., Walkemeyer, S.,
Egan, B., & Holbek, N. (1997). Composting of
Fish Wastes in a Full-Scale in-Vessel System.
Bioresource Technology, 59(2-3), 163–168.
Makiyah, M. (2013). Analisis Kadar N, P dan K pada
Pupuk Cair Limbah Tahu dengan Penambahan
Tanaman Matahari Meksiko (Thitonia
diversivolia). In Skripsi. Jurusan Kimia,
Universitas Negeri Semarang.
Marjenah, Kustiawan, W., Nurhiftiani, I., Sembiring,
K. H. M., & Ediyono, R. P. (2017).
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah-Buahan
Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk
Organik Cair. Ulin-J Hut Trop, 1(2), 120–127.
Muhajir, A. (2019). Inilah Data dan Sumber Sampah
Terbaru
di
Bali.
Pertumbuhan Lactuca sativa L.var. crispa
dengan
Sistem
Vertikultur.
Jurnal
Metamorfosa, 4 (2), 152–158.
Purwanto, E., Sunaryo, Y., & Widata, S. (2019).
Pengaruh Kombinasi Pupuk AB Mix dan Pupuk
Organik Cair (POC) Kotoran Kambing
Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi
(Brassica juncea L.) Hidroponik. Jurnal Ilmiah
Agroust, 2(1), 11–24.
Rijal, S., & Ermayani. (2020). Kualitas NPK Pupuk
Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga di
Dusun Bat Rurung Desa Barejulat Kecamatan
Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal
Sanitasi Dan Lingkungan, 1, 1–7.
Safitri, N. D. (2017). Uji Pemanfaatan Pupuk
Organik Cair Lindi dengan Penambahan
Bakteri
Starter
Terhadap
Pertumbuhan
Tanaman Pangan (Sorghum bicolor dan Zea
mays). In Skripsi. Teknik Lingkungan. Institut
Teknologi Sepuluh Nopember.
Santhi, D. G. D. D. (2017). Uji Total Plate Count
(TPC) pada Produk Udang Segar. 1–7.
Sitompul, E., Wardhana, I. W., & Sutrisno, E. (2017).
Studi Identifikasi Rasio C/N Pengolahan
Sampah Organik Sayuran Sawi, Daun
Singkong, dan Kotoran Kambing dengan
Variasi Komposisi Menggunakan Metode
Vermikomposting. Jurnal Teknik Lingkungan,
6(2).
Sobieraj, K., Stegenta-Dąbrowska, S., Koziel, J. A.,
& Białowiec, A. (2021). Modeling of CO
Accumulation in the Headspace of the
Bioreactor During Organic Waste Composting.
Energies,
14(5),
Mongabay.
https://www.mongabay.co.id/2019/07/02/inila
h-data-dan-sumber-sampah-terbaru-di-bali/
Muhsinin, S., Dinata, D. I., Andriansyah, I., &
Asnawi, A. (2019). Peningkatan Potensi Ibu
Rumah Tangga dalam Mengolah Sampah
Organik Rumah Tangga Menggunakan Metode
Takakura di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten
Bandung.
Jurnal
Masyarakat,
Pengabdian
4(2),
Pada
179–186.
1–59.
https://doi.org/10.3390/en14051367
Sundari, E., Sari, E., & Rinaldo, R. (2012).
Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan
Bioaktivator Biosca dan EM4. Prosiding SNTK
Topi, 5(2), 5.
Widarti, B. N., Wardhini, W. K., & Sarwono, E.
(2015). Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku pada
Pembuatan Kompos dari Kubis dan Kulit
Pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75–80.
Wulandari, N. K. R., Madrini, I. A. G. B., & Wijaya,
I. M. A. S. (2020). Efek Penambahan Limbah
Makanan
terhadap
https://doi.org/10.30653/002.201942.110
Muliani, E., Noli, Z. A., & Periadnadi. (2017).
Pemanfaatan Sampah Organik Kota Sebagai
Bahan Dasar Pupuk Organik Cair (POC) untuk
C/N Ratio pada
Pengomposan Limbah Kertas. Jurnal Beta
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(1), 103
112.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/