Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-09. Baca versi terbaru.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM TERHADAP BUDIDAYA KENTANG BIBIT (Solanum Tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA KELOMPOK G0

Penulis

  • Jarinsen Yanardo Purba Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Yohanes Setiyo Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Sumiyati Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem , Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p22

Kata Kunci:

arang sekam, bibit kentang G0, media tanam

Abstrak

Bibit merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan menanam kentang. Di Indonesia
ketersediaan bibit kentang berkualitas sangat sedikit. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk (1)
mengetahui komposisi media tanam arang sekam dan tanah terbaik dilihat dari sifat fisik media tanam
dan (2) mengetahui media terbaik yang mampu memproduksi kentang bibit secara optimal dengan
kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama
adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 5 level, faktor kedua adalah waktu pengamatan yang
terdiri dari 4 level. Lima level perlakuan budidaya terdiri dari arang sekam dan tanah, empat level
pengamatan adalah 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu dan 8 minggu. arang sekam 100%, tanah 100%,
arang sekam : tanah 50% : 50%, arang sekam : tanah 75% : 25%, dan arang sekam : tanah 25% : 75%.
Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi porositas media tanam, pH dan electrical
conductivity nutrisi, volume nutrisi terikat media tanam, perkembangan tanaman dan produktivitas.
Dilihat dari sifat fisik, hasil penelitian menunjukkan media arang sekam 100% porositas terbaik 55,35%,
dan nilai pH=6,7. Arang sekam : tanah 50% : 50% menghasilkan ketersediaan air bagi tanaman 22,04
% w.b, paling tinggi mengikat unsur hara dengan nilai 742 µS/cm, tinggi tanaman 74 cm, jumlah daun
paling banyak 14 cabang daun, panjang akar ke bawah 63 cm, dan rata-rata jumlah umbi paling banyak
7 knol/tanaman. Perlakuan Arang sekam : tanah 50% : 50% merupakan yang terbaik mampu
memproduksi kentang bibit dengan menghasilkan berat umbi 240 g/tanaman dan menghasilkan 29 umbi
berukuran S dan M dari 40 umbi.

Referensi

Arsa, I. W., Setiyo, Y., & Nada, I. M. (2015). Kajian

Relevansi Sifat Piskokimia Tanah pada

Kualitas dan Produktifitas Kentang (Solanum

Tuberosum L). Jurnal BETA (Biosistem Dan

Teknik Pertanian), 1(1), 1–10.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2021).

Produksi Kentang Provinsi Bali Menurut

Kabupaten/Kota (Ton) 2019-2021, Denpasar:

BPS Provinsi Bali. Diakses pada 11 oktober

2022,

dari

https://bali.bps.go.id/indicator/55/338/1/produ

ksi-kentang-provinsi-bali-menurut-kabupaten

kota.html.

Batt, P. J., & Rexha, N. (2000). Building trust in

agribusiness supply chains: a conceptual

model of buyer-seller relationships in the seed

potato

industry

International

in

Food

Marketing, 11(1), 1-17.

Asia. Journal

of

& Agribusiness

Heryani, N., Sawiyo, & Pujilestari, N. (2013).

Pemberian

Irigasi

Suplementer

Pada

Lahan Kering Berbasis Kearifan Lokal Untuk

Meningkatkan

Produktivitas

Lahan. Proceedings of the Seminar Nasional

Matematika,

Sain,

Dan

Teknologi,

Yogyakarta, Indonesia.

Sutedjo, M. M.(2010). Pupuk dan Cara Pemupukan.

Jakarta: Rineka Cipta.

Nada, I. M., Merta, M., & Setiyo, Y. (2017).

Optimasi Sifat Fisik Tanah di Zone Perakaran

untuk Peningkatan Produksi dan Kualitas

Umbi Kentang. Jurnal Ilmiah Teknologi

Pertanian AGROTECHNO, 2(1), 147–153.

https://ojs.unud.ac.id/index.php/agrotechno/ar

ticle/view/33235

Prihmantoro, H., & Y.H, I. (2017). Petunjuk praktis

memupuk tanaman sayur. Jakarta: Penebar

Swadaya 2017, 16–30.

Rukmana, R. (1997). Kentang budidaya dan pasca

panen. Kanisius, Yogyakarta.

Sa’id, E.G., (1994). Dampak Negatif Pestisida,

Sebuah Catatan bagi Kita Semua. Agrotek,

Vol. 2(1). IPB, Bogor, hal 71-72.

Setiyo, Y., Bambang Admadi, & IBW Gunam.

(2021). Buku Teknologi Kentang Bibit.

Malang: Intimedia.

Setiyo, Y., Budi Susrusa, K., Lani Triani, I. G., &

DG Mayun, dan I. (2016). Pengembangan

Sistim

LEISA

untuk

Meningkatkan

Produktivitas dan Kualitas Umbi Kentang

(Solanum Tuberosum L.). Jurnal Ilmiah

Teknologi Pertanian AGROTECHNO, 1(2),

101–106.

Setiyo, Y., I BW Gunam, Sumiyati, dan Manuntun

Manurung. (2013). Optimalisasi Produktivitas

Kentang Bibit Varietas Granola G3 Dengan

Manipulasi Dosis Pemupukan. KARYA

UNUD UNTUK ANAK BANGSA 2013

ISBN: 578-602- 7774-76-0. Universitas

Udayana.

Setiyo, Y., I.B.W. Gunam, I.B.P. Gunadnya, & Budi

Susrusa. (2017). The implementation of low

external input sustainable agriculture system to

increase productivity of potato (Solanum

tuberosum L.). Journal of Food, Agriculture &

Environment, 15 (2), 62–67.

Setiyo, Y., Susrusa, B., IBW Gunam, IBP

Gunadnya, Yulianti, & Wayan Ada. (2017).

AGRIBISNIS

KENTANG.

Denpasar

Sudirman: Udayana University Press.

Setiyo, Y., Yuliadhi, K. A., Triani, I. G. A. L.,

Permana, I. D. G. M., Gunam, I. B. W., &

Antara, N. S. (2018). Application of chicken

manure compost as organic fertilizer to

improve the quality and productivity of Potato

(Solanum

tuberosum

L.). Ecology

Environment Conservation Journal, 24, 621

627.

Sinulingga, M., & Darmanti, S. (2007). Kemampuan

Mengikat Air oleh Tanah Pasir yang

Diperlakukan dengan Tepung Rumput Laut

Gracilaria verrucosa. Ejournal Undip, 15(2),

32–38.

Sitawati, Nugroho, A., Cicik U. dan A. Suryanto.

(1998). Pengaruh Ber-bagai Media dan Hara

terhadap Pertumbuhan Tanaman Lombok

Besar (Capsicum annum L). Jurnal Penelitian

Ilmu Hayati. 10 : 13 – 20.

Sofyan, S. E., Riniarti, M., & Duryat. (2014).

Pemanfaatan Limbah Teh, Sekam Padi, Dan

Arang Sekam Sebagai Media Tumbuh Bibit

Trembesi (Samanea Saman) (Utilitization Of

Tea Waste, Rice Husk And Husk Charcoal As

A Growth Media For Rain Tree Seedling

(Samanea saman)). Jurnal Sylva Lestari, 2(2),

61–70.

Suastika, I., Setiyo, Y., & Sulastri, N. (2021). Kajian

Kemampuan Media Tanam Penyimpan Air dan

Produktivitas Tanaman pada Budidaya Kentang

(Solanum tuberosum L.). Jurnal BETA (Biosistem Dan

Teknik

Pertanian),

10(2),

http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta

269-275.

Sulastri, N. N., Shibusawa, S., & Kodaira, M.

(2020). Soil Electrical Conductivity (Ec)

Mapping Using Real-Time Soil Sensor. Jurnal

Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(1),

9–13.

Surdianto, Y., Sutrisna, N., Basuno, & Solihin.

(2015). Panduan teknik cara membuat arang

sekam padi. Bogor: Balai Pengkajian

Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.

Diakses pada 25 Desember 2022, dari

http://repository.pertanian.go.id/handle/12345

6789/6751.

Utomo, M., Sudatrusono, Rusman, B., Sabrina, T.,

& Lumbanraja, J. (2016). Ilmu Tanah Dasar-

Dasar Pengolahan. Jakarta: Kencana.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30 — Diperbaharui pada 2026-02-09

Versi

Cara Mengutip

Purba, J. Y., Setiyo, Y., & Sumiyati , S. (2026). PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM TERHADAP BUDIDAYA KENTANG BIBIT (Solanum Tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA KELOMPOK G0 . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 435–448. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p22 (Original work published 30 September 2023)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>