PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM TERHADAP BUDIDAYA KENTANG BIBIT (Solanum Tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA KELOMPOK G0
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p22Kata Kunci:
arang sekam, bibit kentang G0, media tanamAbstrak
Bibit merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan menanam kentang. Di Indonesia
ketersediaan bibit kentang berkualitas sangat sedikit. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk (1)
mengetahui komposisi media tanam arang sekam dan tanah terbaik dilihat dari sifat fisik media tanam dan (2) mengetahui media terbaik yang mampu memproduksi kentang bibit secara optimal dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 5 level, faktor kedua adalah waktu pengamatan yang terdiri dari 4 level. Lima level perlakuan budidaya terdiri dari arang sekam dan tanah, empat level pengamatan adalah 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu dan 8 minggu. arang sekam 100%, tanah 100%, arang sekam : tanah 50% : 50%, arang sekam : tanah 75% : 25%, dan arang sekam : tanah 25% : 75%. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi porositas media tanam, pH dan electrical conductivity nutrisi, volume nutrisi terikat media tanam, perkembangan tanaman dan produktivitas.
Dilihat dari sifat fisik, hasil penelitian menunjukkan media arang sekam 100% porositas terbaik 55,35%, dan nilai pH=6,7. Arang sekam : tanah 50% : 50% menghasilkan ketersediaan air bagi tanaman 22,04 % w.b, paling tinggi mengikat unsur hara dengan nilai 742 µS/cm, tinggi tanaman 74 cm, jumlah daun paling banyak 14 cabang daun, panjang akar ke bawah 63 cm, dan rata-rata jumlah umbi paling banyak 7 knol/tanaman. Perlakuan Arang sekam : tanah 50% : 50% merupakan yang terbaik mampu
memproduksi kentang bibit dengan menghasilkan berat umbi 240 g/tanaman dan menghasilkan 29 umbi berukuran S dan M dari 40 umbi.
Referensi
Arsa, I. W., Setiyo, Y., & Nada, I. M. (2015). Kajian
Relevansi Sifat Piskokimia Tanah pada
Kualitas dan Produktifitas Kentang (Solanum
Tuberosum L). Jurnal BETA (Biosistem Dan
Teknik Pertanian), 1(1), 1–10.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2021).
Produksi Kentang Provinsi Bali Menurut
Kabupaten/Kota (Ton) 2019-2021, Denpasar:
BPS Provinsi Bali. Diakses pada 11 oktober
2022,
dari
https://bali.bps.go.id/indicator/55/338/1/produ
ksi-kentang-provinsi-bali-menurut-kabupaten
kota.html.
Batt, P. J., & Rexha, N. (2000). Building trust in
agribusiness supply chains: a conceptual
model of buyer-seller relationships in the seed
potato
industry
International
in
Food
Marketing, 11(1), 1-17.
Asia. Journal
of
& Agribusiness
Heryani, N., Sawiyo, & Pujilestari, N. (2013).
Pemberian
Irigasi
Suplementer
Pada
Lahan Kering Berbasis Kearifan Lokal Untuk
Meningkatkan
Produktivitas
Lahan. Proceedings of the Seminar Nasional
Matematika,
Sain,
Dan
Teknologi,
Yogyakarta, Indonesia.
Sutedjo, M. M.(2010). Pupuk dan Cara Pemupukan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Nada, I. M., Merta, M., & Setiyo, Y. (2017).
Optimasi Sifat Fisik Tanah di Zone Perakaran
untuk Peningkatan Produksi dan Kualitas
Umbi Kentang. Jurnal Ilmiah Teknologi
Pertanian AGROTECHNO, 2(1), 147–153.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/agrotechno/ar
ticle/view/33235
Prihmantoro, H., & Y.H, I. (2017). Petunjuk praktis
memupuk tanaman sayur. Jakarta: Penebar
Swadaya 2017, 16–30.
Rukmana, R. (1997). Kentang budidaya dan pasca
panen. Kanisius, Yogyakarta.
Sa’id, E.G., (1994). Dampak Negatif Pestisida,
Sebuah Catatan bagi Kita Semua. Agrotek,
Vol. 2(1). IPB, Bogor, hal 71-72.
Setiyo, Y., Bambang Admadi, & IBW Gunam.
(2021). Buku Teknologi Kentang Bibit.
Malang: Intimedia.
Setiyo, Y., Budi Susrusa, K., Lani Triani, I. G., &
DG Mayun, dan I. (2016). Pengembangan
Sistim
LEISA
untuk
Meningkatkan
Produktivitas dan Kualitas Umbi Kentang
(Solanum Tuberosum L.). Jurnal Ilmiah
Teknologi Pertanian AGROTECHNO, 1(2),
101–106.
Setiyo, Y., I BW Gunam, Sumiyati, dan Manuntun
Manurung. (2013). Optimalisasi Produktivitas
Kentang Bibit Varietas Granola G3 Dengan
Manipulasi Dosis Pemupukan. KARYA
UNUD UNTUK ANAK BANGSA 2013
ISBN: 578-602- 7774-76-0. Universitas
Udayana.
Setiyo, Y., I.B.W. Gunam, I.B.P. Gunadnya, & Budi
Susrusa. (2017). The implementation of low
external input sustainable agriculture system to
increase productivity of potato (Solanum
tuberosum L.). Journal of Food, Agriculture &
Environment, 15 (2), 62–67.
Setiyo, Y., Susrusa, B., IBW Gunam, IBP
Gunadnya, Yulianti, & Wayan Ada. (2017).
AGRIBISNIS
KENTANG.
Denpasar
Sudirman: Udayana University Press.
Setiyo, Y., Yuliadhi, K. A., Triani, I. G. A. L.,
Permana, I. D. G. M., Gunam, I. B. W., &
Antara, N. S. (2018). Application of chicken
manure compost as organic fertilizer to
improve the quality and productivity of Potato
(Solanum
tuberosum
L.). Ecology
Environment Conservation Journal, 24, 621
627.
Sinulingga, M., & Darmanti, S. (2007). Kemampuan
Mengikat Air oleh Tanah Pasir yang
Diperlakukan dengan Tepung Rumput Laut
Gracilaria verrucosa. Ejournal Undip, 15(2),
32–38.
Sitawati, Nugroho, A., Cicik U. dan A. Suryanto.
(1998). Pengaruh Ber-bagai Media dan Hara
terhadap Pertumbuhan Tanaman Lombok
Besar (Capsicum annum L). Jurnal Penelitian
Ilmu Hayati. 10 : 13 – 20.
Sofyan, S. E., Riniarti, M., & Duryat. (2014).
Pemanfaatan Limbah Teh, Sekam Padi, Dan
Arang Sekam Sebagai Media Tumbuh Bibit
Trembesi (Samanea Saman) (Utilitization Of
Tea Waste, Rice Husk And Husk Charcoal As
A Growth Media For Rain Tree Seedling
(Samanea saman)). Jurnal Sylva Lestari, 2(2),
61–70.
Suastika, I., Setiyo, Y., & Sulastri, N. (2021). Kajian
Kemampuan Media Tanam Penyimpan Air dan
Produktivitas Tanaman pada Budidaya Kentang
(Solanum tuberosum L.). Jurnal BETA (Biosistem Dan
Teknik
Pertanian),
10(2),
http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta
269-275.
Sulastri, N. N., Shibusawa, S., & Kodaira, M.
(2020). Soil Electrical Conductivity (Ec)
Mapping Using Real-Time Soil Sensor. Jurnal
Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(1),
9–13.
Surdianto, Y., Sutrisna, N., Basuno, & Solihin.
(2015). Panduan teknik cara membuat arang
sekam padi. Bogor: Balai Pengkajian
Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat.
Diakses pada 25 Desember 2022, dari
http://repository.pertanian.go.id/handle/12345
6789/6751.
Utomo, M., Sudatrusono, Rusman, B., Sabrina, T.,
& Lumbanraja, J. (2016). Ilmu Tanah Dasar-
Dasar Pengolahan. Jakarta: Kencana.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/