Pengaruh Perlakuan Waktu dan Suhu Penyimpanan Dingin terhadap Mutu Kubis Bunga (Brassica oleracea L. var. botrytis)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p17Kata Kunci:
cauliflower, quality of cauliflower, cold storage temperature, storage timeAbstrak
T
ujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu terbaik dan suhu penyimpanan dingin untuk mutu kubis bunga. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama sebagai suhu penyimpanan dan faktor ke dua waktu tampilan selama showcase . Faktor pertama terdiri dari dua taraf, yaitu: suhu showcase 8 ± 1 °C , dan suhu showcase 15 ± 1 °C dan ditambahkan kontrol. Faktor kedua terdiri dari empat taraf, yaitu: penyimpanan selama 0 jam, penyimpanan selama 12 jam, penyimpanan selama 16 jam, penyimpanan selama 20 jam, kubis bunga sebagai kontrol disimpan pada suhu kamar (28 ± 1 °C )dan diulang untuk 3 kali ulangan sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain: susut bobo t, laju konsumsi O 2 , warna ( color difference ), uji organoleptik termasuk umur simpan dan tingkat kerusakan. Hasil terbaik menunjukan pada suhu 8 ± 1°C dan waktu penyimpanan 20 jam (P1A3) dengan nilai parameter laju konsumsi O 2 143.65 ml/kg.jam, susut bobot dengan nilai 1.69 %, beda warna dengan nilai 7,33, umur simpan dengan skor nilai 4,3, dan tingkat kerusakan dengan skor nilai 4,2.Referensi
Fitriani, M. L. (2009). Budidaya tanaman kubis bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) di kebun benih hortikultura (KBH) Tawangmangu(Doctoral dissertation, Universitas Sebelas Maret Surakarta).
Floros, J. D., & Gnanasekharan, V. (1993). Shelf life prediction of packaged foods: chemichal, biological, physical, and nutritional aspects. G. Chlaralambous.
Hasbullah, R. (2015). Teknik Pengukuran Laju Respirasi Produk Hortikultura pada Kondisi Amosfir Terkendali Bagian I: Metode Sistem Tertutup. Jurnal Keteknikan Pertanian, 21(4).
Musaddad, D. (2011). Penetapan parameter mutu kritis untuk menentukan umur simpan kubis bunga fresh-cut. Cefars: Jurnal Agribisnis Dan Pengembangan Wilayah, 3(1), 46-55.
Mahendra, I. P. A. O., & Pudja, I. R. P. (2015). Pengaruh Package Icing Terinterupsi Terhadap Mutu Brokoli (Brassica Oleracea, L.) Selama Penyimpanan.Jurnal BETA(Biosistem dan Teknik Pertanian),4(1).
Martini, N. K. S., Utama, I. M. S., & Pudja, I. A. R. P. (2017). Pengaruh Perlakuan Uap Etanol Terhadap Mutu Dan Masa Simpan Bunga Kol (Brassica oleracea var. botrytis) Pada Suhu Ruang. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(2), 49-58.
Muchtadi, Deddy. 1992. Fisiologi Pasca Panen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan Dan Gizi IPB, Bogor.
Pantastico, E.B. (1997). Postharvest Physiology, Handling and Utilization of Tropical and Subtropical Fruits and Vegetabels (Fisiologi Pascapanen, penanganan dan pemanfaatan buah-buahan dan sayur - sayuran tropika dan subtropika. Alih bahasa: Kamariyani).
Marliah, A., Nurhayati, N., & Riana, R. (2013). Pengaruh varietas dan konsentrasi pupuk majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleracea L.). Jurnal Floratek, 8(2), 118-126.
Rhim, J. W., Wu, Y., Weller, C. L., & Schnepf, M. (1999). Physical characteristics of a composite film of soy protein isolate and propyleneglycol alginate.Journal of food science,64(1), 149-152.
Safaryani, N., Haryanti, S., & Hastuti, E. D. (2007). Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap penurunan kadar vitamin C Brokoli (Brassica oleracea L).ANATOMI FISIOLOGI,15(2), 39-45.
Swadianto, S.2010. Pengaruh Suhu Terhadap Laju Respirasi Dan Produksi Etilena Pada Pascapanen Buah Manggis (Garcinia Mangostana L). Departemen Biokimia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.Bogor
Takaendengan, V., Longdong, I., & Wenur, F. (2015, December). Kajian Perubahan Mutu Kubis (Brassica Oleracea Var Gran 11) Dalam Kemasan Plastik Selama Penyimpanan. In Cocos(Vol. 6, No. 17).
Utama, I.M.S dan I.D.G.M. Permana. 2002. Teknologi Pascapanen. Universitas Udayana, Bali
Utama, M. S. (2006). Pengendalian Organisme Pengganggu Pascapanen Produk Hortikultura dalam Mendukung GAP.Pemberdayaan Petugas dalam Pengelolaan OPT Hortikultura dalam Rangka Mendukung Good Agriculture Practies (GAP).
Utama, I. M. S., & Antara, N. S. (2013). Pasca Panen Tanaman Tropika: Buah Dan Sayur. Denpasar. Universitas Udayana, 8-9.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/