Efektivitas ekstrak daun dan buah bintaro (Cerbera odollam) terhadap aktivitas antimakan dan mortalitas Plutella xylostella

Authors

  • lailatul Maghfiroh Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
  • Yuliani Yuliani Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p06

Keywords:

Aktivitas antimakan, Mortalitas, Cerbera odollam, Plutella xylostella

Abstract

Plutella xylostella merupakan hama utama pada tanaman kubis yang dapat menurunkan hasil produksi hingga 80–100%. Pengendalian yang umum dilakukan petani adalah menggunakan pestisida sintetik, namun penggunaannya dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan biopestisida berbahan ekstrak tanaman Cerbera odollam. Tanaman Cerbera odollam diketahui mengandung senyawa aktif seperti cerberin, saponin, flavonoid, tanin dan alkaloid yang berpotensi sebagai pengendalian serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis dan konsentrasi ekstrak daun, buah C. odollam serta kombinasinya terhadap aktivitas aktivitas antimakan dan mortalitas larva P. xylostella. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu jenis ekstrak (daun, buah, dan kombinasi) dan konsentrasi (3%, 6%, dan 9%), dengan dua kontrol (negatif dan positif), sehingga diperoleh 33 unit percobaan. Metode aplikasi dilakukan dengan teknik celup pakan menggunakan daun sawi hijau. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis ekstrak, konsentrasi, serta interaksi terhadap aktivitas antimakan  dan mortalitas larva. Perlakuan paling efektif adalah ekstrak kombinasi konsentrasi 9% dengan aktivitas antimakan  sebesar 60,44% dan mortalitas mencapai 83,33%. Analisis LC50 ekstrak kombinasi sebesar 2,39% menunjukkan bahwa pada konsentrasi tersebut mampu menyebabkan kematian 50% larva uji. Dengan demikian, perlakuan ekstrak kombinasi 9% dapat direkomendasikan sebagai perlakuan aplikasi yang paling efektif dalam mengendalikan larva P. xylostella.

Downloads

Published

07-07-2026

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.