KONSEP REVITALISASI PASAR RAKYAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN BANGLI
DOI:
https://doi.org/10.24843/KS.2026.v14.i05.p02Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep penyelenggaraan Revitalisasi Pasar Rakyat serta mengkonstruksikan strategi Revitalisasi Pasar Rakyat berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpuan data dilakukan dengan cara observasi, studi dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep penyelenggaraan revitalisasi Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli khususnya Pasar Rakyat Singamandawa dengan mengusung tema pariwisata adalah sesuai dengan pengembangan pasar rakyat berbasis kepariwisataan budaya Bali sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal. Strategi dalam pelaksanaan revitalisasi Pasar Rakyat Berbasis Kearifan Lokal adalah melalui penggunaan desain arsitektur Bali modern yang menggabungkan elemen tradisional dengan prinsip-prinsip modern, serta konsep pasar diatas awan dengan open space. Tata letak kios Pasar Rakyat Singamandawa terinspirasi dari konsep Tri Hita Karana dan Sanga Mandala, yang terlihat pada tata letak kios berdasarkan zona-zona sesuai dengan peruntukan para pedagang, dimana kios kuliner ada di lantai 1, kios-kios di lantai 2 untuk pedagang sovenir atau kerajinan serta pakaian adat khas bali, dan zona/lantai 3 sebagai tempat pertunjukan, lomba-lomba dan spot foto.
ABSTRACT
This study aims to examine and analyze the concept of implementing traditional market revitalization and construct a local wisdom-based traditional market revitalization strategy in Bangli Regency. This research is empirical legal research with a legal sociology approach. Data collection techniques are carried out through observation, document studies, and interviews. The results of the study indicate that the concept of implementing traditional market revitalization in Bangli Regency, especially Singamandawa Traditional Market, with a tourism theme, is in accordance with the development of traditional markets based on Balinese cultural tourism as a form of preserving local wisdom. The strategy in implementing the revitalization of the Local Wisdom-Based People's Market is through the use of modern Balinese architectural design that combines traditional elements with modern principles, as well as the concept of a market above the clouds with open space. The layout of the Singamandawa People's Market kiosks is inspired by the Tri Hita Karana and Sanga Mandala concepts, which can be seen in the layout of the kiosks based on zones according to the traders' designation, where culinary kiosks are on the 1st floor, kiosks on the 2nd floor for souvenir or craft traders and traditional Balinese clothing, and zone/ 3rd floor as a place for performances, competitions and photo spots.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ida Ayu Putu Widiati, Kade Richa Mulyawati, Indah Permatasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

