ANALISIS KESENJANGAN STANDAR TEPUNG SINGKONG ANTARA SNI DAN CODEX ALIMENTARIUS DALAM MENDUKUNG DAYA SAING PRODUK MOCAF
Gap Analysis of Cassava Flour Standards between Indonesian National Standards and Codex Alimentarius to Support MOCAF Competitiveness
DOI:
https://doi.org/10.24843/MITP2026.v13.i1.p27-34Kata Kunci:
MOCAF, harmonisasi standar, SNI, Codex, Tepung singkongAbstrak
Tepung singkong, khususnya Modified Cassava Flour (MOCAF), memiliki potensi strategis sebagai substitusi tepung terigu dan komoditas ekspor berbasis sumber daya lokal. Namun, variasi mutu akibat perbedaan proses produksi serta belum optimalnya standar mutu menjadi kendala dalam pengembangan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2997-1996) dan Codex Alimentarius (CXS 176-1989) pada tepung singkong serta mengevaluasi implikasi harmonisasi standar terhadap daya saing produk. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-komparatif terhadap parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. Hasil menunjukkan bahwa SNI lebih rinci dalam parameter mutu teknis, sedangkan Codex lebih menekankan aspek keamanan pangan global, khususnya batas kontaminan seperti HCN. Perbedaan signifikan ditemukan pada kadar air, kadar abu, dan batas sianida. Pendekatan adopsi modifikasi (MOD) dinilai paling sesuai untuk harmonisasi karena mampu menyesuaikan standar internasional dengan kondisi lokal Indonesia. Harmonisasi standar terbukti berpotensi meningkatkan akses pasar ekspor, efisiensi produksi, serta nilai tambah ekonomi produk MOCAF.