Karakteristik Briket Biomassa dengan Variasi Geometri dan Jenis Bahan Baku yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p06Kata Kunci:
bambu tabah, sekam padi, bentuk geometri, briket biomasaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik briket biomassa dengan variasi geometri dan jenis bahan baku briket biomassa yang berbeda dan menentukan perlakuan manakah yang menghasilkan briket dengan kualitas yang paling baik. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) factorial menggunakan 2 faktorial dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis bahan baku (A) yang terdiri dari tiga taraf yaitu bambu tabah (A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah dan sekam padi (A3). Faktor kedua yaitu bentuk geometri briket (B) yang terdiri dari dua taraf yaitu balok (B1) dan silinder (B2). Seluruh perlakuan
diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 18 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, lalu dilanjutkan dengan uji BNT terhadap rata rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antar perlakuan jenis bahan baku dan bentuk geometri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu briket yang dihasilkan. Perlakuan briket yang dibuat dari arang sekam padi dengan bentuk silinder (A2B2) merupakan perlakuan yang menghasilkan briket dengan kualitas paling baik dengan nilai kadar air sebesar 2,64% bb, kadar abu sebesar 6,60%, laju pembakaran sebesar 73,16 (gr/menit) dan volatille matter sebesar 13,86 %.
Referensi
Almu, M. A., Syahrul, S., & Padang, Y. A. (2014).
Analisa Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran Pada
Briket Campuran Biji Nyamplung (Calophyllm
Inophyllum) Dan Abu Sekam Padi.Dinamika
Teknik
Mesin,
4(2),
https://doi.org/10.29303/d.v4i2.61
117–122.
Elsaprike, J., Yahya, R., & Yuwana, Y. (2018).
Pembuatan Arang Dengan Metode Tungku
Piloris Double Burner Menggunakan Limbah
Kayu Dengan Metode Manduk Di Kecamatan
Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan
Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 7(2), 33
40. https://doi.org/10.31186/naturalis.7.2.6009
Hastiawan, I., Ernawati, E., Noviyanti, A. R., Eddy,
D. R., & Yuliyati, Y. B. (2018). Pembuatan
briket dari limbah bambu dengan memakai.
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk
Masyarakat, 7(3), 154–156.
Hendra, D. (2007). Pembuatan Briket Arang Dari
Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa Dan
Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi
Alternatif. In Jurnal Penelitian Hasil Hutan
(Vol.
25,
Issue
3,
pp.
242–255).
https://doi.org/10.20886/jphh.2007.25.3.242
255
Ihsan, (2019). Pengaruh Komposisi Terhadap
Karakteristik
Briket
Kombinasi
Arang
Tempurung Kelapa Dan Arang Bambu. JFT :
Jurnal Fisika Dan Terapannya, 6(1), 89.
https://doi.org/10.24252/jft.v6i1.12737
Ismanto, A., & Martono, D. (2012). ( Physical
Properties and Dimentional Stabilization of
Several Commercial Bamboo Species ). 30(3),
163–170.
Kencana, P. K. D., Widia, W., & Antara, N. S. (2012).
Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah
(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ). 1
69.
https://bamboeindonesia.files.wordpress.com/2
012/06/budidaya-bambu-rebung-tabah.pdf
Kurdiawan, Y. Z., Erlangga, M., & Juliastuti, S. R.
(2013). Pemanfaatan Limbah Sekam Padi
Menjadi Briket Sebagai Sumber Energi
Alternatif dengan Proses Karbonisasi dan Non
karbonisasi. ITS Chemical Engineering, 2(1), 1
5.
Latifa, A. (2015). Digital Repository Universitas
Jember.
http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/12
3456789/65672/Ainul
Latifah
101810401034.pdf?sequence=1
Lempang, M. (2016). Pengawetan Bambu Untuk
Barang Kerajinan Dan Mebel Dengan Metode
Tangki Terbuka. Info Teknis EBONI,
13(Desember
2016,),
http://balithutmakassar.org/wp
79–92.
content/uploads/2017/11/01_Pengawtan
Bambu-Tangki-Terbuka_InfotekeBoni.pdf
Nadkarni, R. (2007). Guide to ASTM Test Methods
for the Analysis of Petroleum Products and
Lubricants, 2nd Edition. In Guide to ASTM Test
Methods for the Analysis of Petroleum Products
and
Lubricants,
2nd
Edition.
https://doi.org/10.1520/mnl44-2nd-eb
Patandung, P. (2017). Pengaruh Jumlah Tepung
Kanji
Pada
Pembuatan
Briket
Arang
Tempurung Pala. Jurnal Penelitian Teknologi
Industri,
6(2),
95.
https://doi.org/10.33749/jpti.v6i2.3195
Purnama, Chumaidi, A., & Saleh., A. (2012).
Pemanfaatan Limbah Cair CPO Sebagai
Perekat Pada Pembuatan Briket dari Arang
Tandan Kosong Kelapa Sawit.18(45).
Purnomo, R. H., Hower, H., & Padya, I. R. (2015).
Pemanfaatan limbah biomassa untuk briket
sebagai energi alternatif. Prosiding Seminar
Agroindustri Dan Lokakarya Nasional FKPT
TPI, September, 2–3.
Purwanto, J., & Sofyan, S. (2014). Pengaruh Suhu
dan Waktu Pengarangan Terhadap Kualitas
Briket Arang dari Limbah Tempurung Kelapa
Sawit. Jurnal Litbang Industri, 4(1), 29.
https://doi.org/10.24960/jli.v4i1.638.29-38
Ristianingsih, Y., Ulfa, A., & Syafitri, R. (2015).
Karakteristik Briket Bioarang Berbahan Baku
Tandan. Jurnal Konversi, 4(2), 16–21.
Setiani, V., Setiawan, A., Dhani, M. R., & Maulidya,
R. D. (2019). Analisis Proximate Briket
Tempurung Kelapa dan Ampas Tebu. Jurnal
Presipitasi :
Media
Komunikasi
Dan
Pengembangan Teknik Lingkungan, 16(2), 91.
https://doi.org/10.14710/presipitasi.v16i2.91
96
Sudding, & Jamaluddin. (2015). Pengaruh Jumlah
Perekat Kanji terhadap Lama Briket Terbakar
menjadi Abu. Jurnal Chemical, 16(1), 27–36.
Suheryanto, D., Susilaning, L., Hastuti, S.,
Kusumanegara, J., & Yogyakarta, N. (2013).
Pembuatan Arang Bambu ( Bamboo Charcoal )
Pada Suhu. 2, 51–59.
Surest, A. H., & Afif, H. (2011). Kayu Dan
Tempurung
Kelapa
Karbonisasi. 17(8), 29–40.
Dengan
Proses
Susanto, A., & Yanto, T. (2013). Pembuatan Briket
Bioarang Dari Cangkang Dan Tandan Kosong
Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Hasil
Pertanian,
6(2).
https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13516
Taufik, I., & Fenni, S. (2015). Efektivitas Bentuk
Geometri Dan Berat Briket Bioarang Dari
Bambu Terhadap Kualitas Penyalaan Dan Laju
Pembakaran. Jurnal Teknik Kimia, 10(1), 8–12.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-10 (3)
- 2026-02-10 (2)
- 2021-09-29 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/