Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-10. Baca versi terbaru.

Karakteristik Briket Biomassa dengan Variasi Geometri dan Jenis Bahan Baku yang Berbeda

Penulis

  • I Putu Dharma Putra Ritzada Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p06

Kata Kunci:

bambu tabah, sekam padi, bentuk geometri, briket biomasa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik briket biomassa dengan variasi geometri dan jenis bahan baku briket biomassa yang berbeda dan menentukan perlakuan manakah yang menghasilkan briket dengan kualitas yang paling baik. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) factorial menggunakan 2 faktorial dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis bahan baku (A) yang terdiri dari tiga taraf yaitu bambu tabah (A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah dan sekam padi (A3). Faktor kedua yaitu bentuk geometri briket (B) yang terdiri dari dua taraf yaitu balok (B1) dan silinder (B2). Seluruh perlakuan
diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 18 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, lalu dilanjutkan dengan uji BNT terhadap rata rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antar perlakuan jenis bahan baku dan bentuk geometri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu briket yang dihasilkan. Perlakuan briket yang dibuat dari arang sekam padi dengan bentuk silinder (A2B2) merupakan perlakuan yang menghasilkan briket dengan kualitas paling baik dengan nilai kadar air sebesar 2,64% bb, kadar abu sebesar 6,60%, laju pembakaran sebesar 73,16 (gr/menit) dan volatille matter sebesar 13,86 %.

Referensi

Almu, M. A., Syahrul, S., & Padang, Y. A. (2014).

Analisa Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran Pada

Briket Campuran Biji Nyamplung (Calophyllm

Inophyllum) Dan Abu Sekam Padi.Dinamika

Teknik

Mesin,

4(2),

https://doi.org/10.29303/d.v4i2.61

117–122.

Elsaprike, J., Yahya, R., & Yuwana, Y. (2018).

Pembuatan Arang Dengan Metode Tungku

Piloris Double Burner Menggunakan Limbah

Kayu Dengan Metode Manduk Di Kecamatan

Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan

Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 7(2), 33

40. https://doi.org/10.31186/naturalis.7.2.6009

Hastiawan, I., Ernawati, E., Noviyanti, A. R., Eddy,

D. R., & Yuliyati, Y. B. (2018). Pembuatan

briket dari limbah bambu dengan memakai.

Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk

Masyarakat, 7(3), 154–156.

Hendra, D. (2007). Pembuatan Briket Arang Dari

Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa Dan

Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi

Alternatif. In Jurnal Penelitian Hasil Hutan

(Vol.

25,

Issue

3,

pp.

242–255).

https://doi.org/10.20886/jphh.2007.25.3.242

255

Ihsan, (2019). Pengaruh Komposisi Terhadap

Karakteristik

Briket

Kombinasi

Arang

Tempurung Kelapa Dan Arang Bambu. JFT :

Jurnal Fisika Dan Terapannya, 6(1), 89.

https://doi.org/10.24252/jft.v6i1.12737

Ismanto, A., & Martono, D. (2012). ( Physical

Properties and Dimentional Stabilization of

Several Commercial Bamboo Species ). 30(3),

163–170.

Kencana, P. K. D., Widia, W., & Antara, N. S. (2012).

Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah

(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ). 1

69.

https://bamboeindonesia.files.wordpress.com/2

012/06/budidaya-bambu-rebung-tabah.pdf

Kurdiawan, Y. Z., Erlangga, M., & Juliastuti, S. R.

(2013). Pemanfaatan Limbah Sekam Padi

Menjadi Briket Sebagai Sumber Energi

Alternatif dengan Proses Karbonisasi dan Non

karbonisasi. ITS Chemical Engineering, 2(1), 1

5.

Latifa, A. (2015). Digital Repository Universitas

Jember.

http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/12

3456789/65672/Ainul

Latifah

101810401034.pdf?sequence=1

Lempang, M. (2016). Pengawetan Bambu Untuk

Barang Kerajinan Dan Mebel Dengan Metode

Tangki Terbuka. Info Teknis EBONI,

13(Desember

2016,),

http://balithutmakassar.org/wp

79–92.

content/uploads/2017/11/01_Pengawtan

Bambu-Tangki-Terbuka_InfotekeBoni.pdf

Nadkarni, R. (2007). Guide to ASTM Test Methods

for the Analysis of Petroleum Products and

Lubricants, 2nd Edition. In Guide to ASTM Test

Methods for the Analysis of Petroleum Products

and

Lubricants,

2nd

Edition.

https://doi.org/10.1520/mnl44-2nd-eb

Patandung, P. (2017). Pengaruh Jumlah Tepung

Kanji

Pada

Pembuatan

Briket

Arang

Tempurung Pala. Jurnal Penelitian Teknologi

Industri,

6(2),

95.

https://doi.org/10.33749/jpti.v6i2.3195

Purnama, Chumaidi, A., & Saleh., A. (2012).

Pemanfaatan Limbah Cair CPO Sebagai

Perekat Pada Pembuatan Briket dari Arang

Tandan Kosong Kelapa Sawit.18(45).

Purnomo, R. H., Hower, H., & Padya, I. R. (2015).

Pemanfaatan limbah biomassa untuk briket

sebagai energi alternatif. Prosiding Seminar

Agroindustri Dan Lokakarya Nasional FKPT

TPI, September, 2–3.

Purwanto, J., & Sofyan, S. (2014). Pengaruh Suhu

dan Waktu Pengarangan Terhadap Kualitas

Briket Arang dari Limbah Tempurung Kelapa

Sawit. Jurnal Litbang Industri, 4(1), 29.

https://doi.org/10.24960/jli.v4i1.638.29-38

Ristianingsih, Y., Ulfa, A., & Syafitri, R. (2015).

Karakteristik Briket Bioarang Berbahan Baku

Tandan. Jurnal Konversi, 4(2), 16–21.

Setiani, V., Setiawan, A., Dhani, M. R., & Maulidya,

R. D. (2019). Analisis Proximate Briket

Tempurung Kelapa dan Ampas Tebu. Jurnal

Presipitasi :

Media

Komunikasi

Dan

Pengembangan Teknik Lingkungan, 16(2), 91.

https://doi.org/10.14710/presipitasi.v16i2.91

96

Sudding, & Jamaluddin. (2015). Pengaruh Jumlah

Perekat Kanji terhadap Lama Briket Terbakar

menjadi Abu. Jurnal Chemical, 16(1), 27–36.

Suheryanto, D., Susilaning, L., Hastuti, S.,

Kusumanegara, J., & Yogyakarta, N. (2013).

Pembuatan Arang Bambu ( Bamboo Charcoal )

Pada Suhu. 2, 51–59.

Surest, A. H., & Afif, H. (2011). Kayu Dan

Tempurung

Kelapa

Karbonisasi. 17(8), 29–40.

Dengan

Proses

Susanto, A., & Yanto, T. (2013). Pembuatan Briket

Bioarang Dari Cangkang Dan Tandan Kosong

Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Hasil

Pertanian,

6(2).

https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13516

Taufik, I., & Fenni, S. (2015). Efektivitas Bentuk

Geometri Dan Berat Briket Bioarang Dari

Bambu Terhadap Kualitas Penyalaan Dan Laju

Pembakaran. Jurnal Teknik Kimia, 10(1), 8–12.

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29 — Diperbaharui pada 2026-02-10

Versi

Cara Mengutip

Ritzada, I. P. D. P., Yulianti, N. L., & Gunadnya, I. B. P. (2026). Karakteristik Briket Biomassa dengan Variasi Geometri dan Jenis Bahan Baku yang Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 193–201. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p06 (Original work published 29 September 2021)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>