Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2021-09-29. Baca versi terbaru.

Modifikasi Kotak Polistiren Untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis Dengan Menggunakan Es Kering Sebagai Media Pendingin

Penulis

  • Program Studi Teknik Pertanian dan biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Program Studi Teknik Pertanian dan biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Program Studi Teknik Pertanian dan biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p08

Kata Kunci:

es kering, kubis segar, kotak polistiren, kotak model, pendinginan

Abstrak

Penelitian telah dilakukan pada modifikasi kotak polistiren sebagai kotak pengiriman kubis segar
menggunakan es kering sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kotak yang
dimodifikasi untuk mengetahui kotak modifikasi yang paling sesuai digunakan untuk menjaga kesegaran
sayuran. Kotak polistiren yang dimodifikasi dibuat dengan memisahkan ruangan kotak menjadi dua bagian,
satu bagian untuk menempatkan es kering sebagai media pendingin, dan bagian lainnya untuk menyimpan kubis
segar. Kotak dimodifikasi menjadi lima jenis kotak model, dua jenis media pendinginan diletakkan di bawah
sayuran segar, sedangkan tiga jenis kotak model sisanya untuk menempatkan media pendingin di atas sayuran.
Pengujian dilakukan selama 7 jam dan dilakukan pengukuran suhu di sekitar kotak, suhu di dalam kotak, dan
suhu pusat kubis segar. Pengukuran lain yang dilakukan adalah berat es kering yang digunakan selama
penyimpanan dingin, penurunan berat kubis segar, pengamatan visual kerusakan kubis segar, dan perhitungan
keseimbangan energi. Penempatan es kering di bawah kubis segar menyebabkan suhu tengah kubis segar jauh
di atas suhu penyimpanan yang disarankan, 0oC, sementara menempatkan media pendingin di atas sayuran
memberi dampak negatif pada sayuran di mana suhu tengah kubis segar di bawah 0oC untuk dua jenis kotak
model, kecuali es kering yang ditempatkan di wadah dari pelat seng. Berdasarkan perhitungan energi, terungkap
bahwa hampir lebih dari 75% energi pendingin digunakan untuk mengatasi beban pendinginan selain untuk
mendinginkan kubis segar. Ditemukan bahwa kotak model yang paling sesuai untuk menyimpan kubis segar
adalah kotak model kelima.

Referensi

Acedo Jr., A.L. 2010. Postharvest Technology for

Leafy Vegetables. AVRDC-The World

Vegetable Center, Shanhua.

ASHRAE. 2014. 2014 ASHRAE Handbook:

Refrigeration SI Edition. American Society

of Heating, Refrigerating and Air

Conditioning Engineers, Inc., Atlanta.

ASHRAE. 2006. 2006 ASHRAE Handbook:

Refrigeration

Inch-Pound

American

Refrigerating

Society

and

of

Edition.

Heating,

Air-Conditioning

Engineers, Inc., Atlanta.

BPS. 2020. Provinsi Bali dalam Angka 2020.

Badan Pusat Statistik, Denpasar.

Cantwell, M. dan T. Suslow. 2006. Cabbages

(Round

and

Recommendations

Chinese

for

types):

maintaining

postharvest quality. UC Davis Postharvest

Technology Research Information Center.

Chakraverty,

A.,

A.S. Mujumdar, G.S.V.

Raghavan, H.S. Ramaswamy. 2003.

Handbook of Postharvest Technology:

Cereal, Fruits, Vegetables, Tea, and Spice.

Marcel Dekker, Inc., New York.

Cengel, Y.A. 2002. Heat Transfer A Practical

Approach. McGraw-Hill, New York.

FAO. 2011. Global Food Losses and Food Waste:

Extent, Causes, and Prevention. FAO, Roma.

Kitinoja, L. dan J.F. Thompson. 2010. Pre-cooling

systems for small-scale producers. Stewart

Postharvest Rev. 6:1–14.

Muin, A. 2017. Sistem lemari pendingin sayuran

sederhana dengan media es batu. Jurnal

Desiminasi Teknologi. 5(2),146-151

Montgomery, D.C. dan G.C. Runger. 2014. Applied

Statistics and Probability for Engineers.

John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New

Jersey.

Putra, I.S. 2014. Studi kelayakan pengadaan mobile

coolbox

dalam rangka mendukung

pengembangan eksport kubis. J Social

Economic Arigulcure and Agribusiness.

3(2):-.

Prusky, D. 2011. Reduction of the incidence of

postharvest qulity losses, and future

prospects. Food Sec. 3:463-474.

Sagas, E.Y., F. Wenur, L.C.Ch.E. Lengkey. 2015.

Kajian

penggunaan kotak pendingin

menggunakan hancuran es untuk distribusi

pak choi (Brassica rapa). Cocos. 6(15):-.

Sheel, S. 2014. Logisteics in Packaging, Storage

and

Transportation

of

Horticultural

Produces: Perspective Bangladesh. Paper

presented in the International Conference

on

“Logistics

and

Supply

Chain Management in Food Industry, 2014 " .

January, 25 2014, Bangladesh University

of Engineering and Technology (BUET),

Dhaka.

Takaendengan, V., I. Longdong dan F. Wenur.

2015. Kajian perubahan mutu kubis

(Brassica oleracea var gran 11) dalam

kemasan plastik selama penyimpanan.

Cocos. 6(17):-.

Toledo, R.T. 2007. Fundamentals of Food Process

Engineering. Springer Science+Business

Media, LLC, New York.

Vigneault C., J. Thompson, S. Wu, K.P.C. Hui dan

D.I. LeBlanc. 2009. Transportation of fresh

horticultural

produce.

Postharvest

Technologies for Horticultural Crops. 2:1

24.

Wisnuwardhani, P., Lestari, D. A. H., & Santoso,

H. (2015). Motivasi Konsumen Membeli

Kubis Segar di Pasar Pasir Gintung Bandar

Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis,

3(2).

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29

Versi

Cara Mengutip

Bagus Made Brahmanda, Ida Bagus Putu, & I Putu Gede. (2021). Modifikasi Kotak Polistiren Untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis Dengan Menggunakan Es Kering Sebagai Media Pendingin . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 212–222. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p08

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>