Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-10. Baca versi terbaru.

Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Semi Kering

Penulis

  • Indri Novia Santi Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p12

Kata Kunci:

buah naga, pengeringan, uji organoleptik, suhu-waktu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap mutu organoleptik buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) semi kering, serta menemukan kombinasi terbaik dari kedua perlakuan tersebut. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu suhu (40°C, 50°C dan 60°C) dan waktu (15 jam, 20 jam dan 25 jam) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan waktu pengeringan berinteraksi dan secara sangat nyata
berpengaruh terhadap mutu visual, tekstur, aroma, rasa dan penerimaan secara keseluruhan. Kombinasi terbaik adalah perlakuan suhu 60°C dan waktu pengeringan 20 jam dengan nilai organoleptik yaitu mutu visual 3.84 (suka), tekstur 3.96 (suka), aroma 3.69 (suka), rasa 4.04 (suka) dan penerimaan secara keseluruhan 4.24 (suka).

Referensi

Adri, D., dan H. Wikanastri. 2013. Aktivitas

Antioksidan dan Sifat Organoleptik The

Daun Sirsak (Annona muricata Linn.)

berdasarkan Variasi Lama Pengeringan.

Jurnal Pangan dan Gizi. 4(7).

Azizah, N., P.B. Yoyok., dan A.M.B. Setya. 2013.

Sifat Fisik, Organoleptik, dan Kesukaan

Yogurt Drink dengan Penambahan Ekstrak

Buah Nangka. Jurnal Aplikasi Teknologi

Pangan. 2(3).

Engelan, A. 2018. Analisis Kekerasan, Kadar Air,

Warna dan Sifat Sensori pada Pembuatan

Keripik Daun Kelor. Journal of Agritech

Science. 2(1).

Elwandi, E.N. 2015. Identifikasi Morfologi Tanaman

Buah Naga Super Merah (Hylocereus

costaricensis) Di Kabupaten Pelalawan

Provinsi Riau. Thesis (Skripsi), Universitas

Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Pekanbaru.

Erungan, C.A., I. Bustami., dan Y.N. Alvi. 2000.

Analisis Pengambilan Keputusan Uji

Organoleptik

dengan

Metode Multi

Kriteria. Teknologi Hasil Perairan, Institut

Pertanian Bogor.

Faiqoh, E.N. 2004. Pengaruh Konsentrasi dan Lama

Perendaman dalam Cacl2 (Kalsium

Klorida) terhadap Kualitas dan Umur

Simpan Buah Naga Super Merah

(Hylocereus Costaricensis). Undergraduate

Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana

Malik Ibrahim. 71–81.

Fikri,F., H.S. Iwan., dan P.E.T. Muhammad. 2017.

Uji Organoleptik, pH, Uji Eber dan

Cemaran Bakteri pada Karkas yang

Diisolasi dari Kios Di Banyuwangi. Jurnal

Medix Veteriner. 1(1): 23-27.

Handayani, E., S. Samudin., dan Z. Basri. 2011.

Pertumbuhan

Eksplan

Buah

Naga

(Hylocereus undatus) pada Posisi Tanaman

dan Komposisi Media beberapa secara In

Vitro. Jurnal Agrotekbis. 1 : 1-7.

Hidayat, R.I., K. Kusrahayu., dan M. Sri. 2013. Total

Bakteri Asam Laktat, Nilai pH, dan Sifat

Organoleptik Drink Yoghurt dari Susu Sapi

yang Diperkaya dengan Ekstrak Buah

Mangga. Jurnal Pertanian dan Peternakan,

Universitas Diponegoro. 2(1).

Lamusu, D. 2018. Uji Organoleptik Jalangkote Ubi

Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) sebagai

Upaya Diversifikasi Pangan. Jurnal

Pengolahan Pangan. 3(1): 9-15.

Mundir, A. 2012. Mutu Produk. Jurnal Ilmiah, Ruz

Ress Pasuruan.

Noviyanti., W. Sri., dan S. Muhammad. 2016.

Analisis Penilaian Organoleptik Cake

Brownies Substitusi Tepung Wikau

Maombo. Jurnal Sains dan Teknologi

Pangan. 1(1): 58-66.

Risnayanti., S.M. Sri., dan Ratman. 2015. Analisis

Perbedaan Kadar Vitamin C Buah Naga

Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah

Naga Putih (Hylocereus undatus) yang

Tumbuh Di Desa Kolono Kabupaten

Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.

Jurnal Akademika Kimia. 4(2) : 91-96.

Sari, K.D., M.A. Sri., K. Lilik., K. Ali., G.M.

Tommy. 2014. Uji Organoleptik Formulasi

Biskuit Fungsional Berbasis Tepung Ikan

Gabus (ophiocephalus striatus). Agritech.

34(2).

Sulistiami, A., Waeniati., Muslimin., dan I.N.

Suwastika. 202. Pertumbuhan Organ

Tanaman Buah Naga (Hylocereus undatus)

pada Medium MS dengan Penambahan

BAP dan Sukrosa. Jurnal Natural Science.

1 : 27-33.

Yuwono, S.S., dan T. Susanto. 1998. Pengujian Fisik

Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian

Universitas Brawijaya. Malang.

Wibawa, S.A.P., A. S. Made., D. Oka. 2013.

Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Buah

Naga Putih dan Pengaruhnya terhadap

Glukosa Darah Tikus Diabetes. Indonesia

Medicus Veterinus. 2 ; 151-161.

Winarno, F.G. 1993. Pangan Gizi, Teknologi dan

Konsumen. Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta.

Wulandari, R. 2011. Pengujian Zat Warna dari Kulit

Buah

Naga

dengan

Menggunakan

Spektrofotometer Optima Sp-300. Program

Studi Diploma III Teknik Kimia Program

Diploma Fakultas Teknik Universitas

Diponegoro Semarang.

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29 — Diperbaharui pada 2026-02-10

Versi

Cara Mengutip

Santi, I. N., Utama, I. M. S., & Madrini, I. A. G. B. (2026). Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Semi Kering. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 252–258. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p12 (Original work published 29 September 2021)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>