Estimasi Evapotranspirasi Potensial Kabupaten Tabanan Berdasarkan Suhu Permukaan Daratan Menggunakan Citra Landsat 8
Estimation of Potential Evapotranspiration in Tabanan Regency Based on Land Surface Temperature Using Landsat 8 Imagery
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i02.p10Kata Kunci:
Evapotranspirasi Potensial, Land Surface Temperature, Landsat 8Abstrak
Evapotranspirasi Potensial (ETp) merupakan parameter iklim yang berguna untuk memperkirakan kebutuhan air tanaman sesuai kondisi cuaca setempat. Penentuan ETp di kabupaten Tabanan dilakukan mengingat Kabupaten Tabanan merupakan daerah yang memiliki luas lahan sawah terluas di Pulau Bali. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menentukan Land Surface Temperature (LST) yang berada di Kabupaten Tabanan, Bali dan untuk mengestimasi nilai evapotranspirasi potensial estimasi evapotranspirasi potensial berdasarkan LST yang berada di Kabupaten Tabanan, Bali. Penentuan LST dan ETp dilakukan dengan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dan perangkat lunak QGIS
3.28.11. ETp ditentukan dengan menggunakan metode Blaney Criddle. Data Citra Satelit yang digunakan adalah Citra Landsat 8 dari tahun 2018 – 2022 pada Bulan Mei – Oktober dengan penutupan awan kurang dari 20%. Sebaran LST bulan Mei - Oktober tahun 2018 sebaran untuk daerah bagian utara Kabupaten Tabanan yang meliputi Kecamatan Baturiti, sebagian Kecamatan Penebel dan sebagian Kecamatan Pupuan memiliki kisaran suhu 10°C-30°. Untuk daerah selatan Kabupaten Tabanan yang meliputi Kecamatan Kediri, Kecamatan Tabanan, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg, dan Kecamatan Selemadeg Barat memiliki kisaran suhu 25°C-45°C. Peta distribusi spasial ETp pada bulan Mei-Oktober tahun 2018-2022 di Kabupaten Tabanan menunjukkan pola sebaran yang menyerupai pola sebaran LST. Daerah Pesisir Tenggara mempunyai ETp berkisar 5 mm/hari sampai lebih dari 6 mm/hari. Sedangkan pada daerah bagian utara Kabupaten Tabanan memiliki nilai ETp berkisar 4 mm/hari kurang dari 5 mm/hari. Dapat disimpulkan bahwa makin tinggi LST nilai ETp makin tinggi. Nilai rata-rata LST dan ETP adalah adalah 29,7 oC dan 5,32 mm/hari.
Referensi
Amboro, R. N. T., Saptari, N. P. S. H., & Syanthi, N.
P. P. (2022). Provinsi Bali Dalam Angka 2022
(M. L. Kesuma (ed.)). ©BPS Provinsi Bali/BPS
- Statistics of Bali Province.
Arif, C., Setiawan, B. I., & Sofiyuddin, H. A. (2020). Analisis evapotranspirasi potensial pada berbagai model empiris dan jaringan syaraf
tiruan dengan data cuaca terbatas. Jurnal Irigasi, 15(2), 71–84. https://doi.org/10.31028/ji.v15.i2.71-84
Bratayadnya, P. A. (2023). Tabana : Lumbung Padi yang Tergerus Perencangan Photo Book di Yayasan Raws Syndicate. 3(1), 65–77.
Carlson, T. N., & Ripley, D. A. (1997). On the relation between NDVI, fractional vegetation cover, and leaf area index. Remote Sensing of Environment, 62(3), 241–252. https://doi.org/10.1016/S0034-4257(97)00104- 1
Do Nascimento, A. C. L., Galvani, E., Gobo, J. P. A., & Wollmann, C. A. (2022). Comparison between Air Temperature and Land Surface Temperature for the City of São Paulo, Brazil. Atmosphere, 13(3), 1–21. https://doi.org/10.3390/atmos13030491
Fadlin, F., Kurniadin, N., & Prasetya, A. S. (2020). Analisis Indeks Kekritisan Lingkungan Di Kota Makassar Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Oli/Tirs. Elipsoida : Jurnal Geodesi Dan Geomatika, 3(01), 55–63. https://doi.org/10.14710/elipsoida.2020.6232
Fitriani, V., Gandri, L., Indriyani, L., Bana, S., & De Ahmaliun, L. (2023). Analisis Hubungan Land Surface Temperature (LST) dan Indeks Kkerapatan Vegetasi (NDVI) DAS Wanggu, Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol, 2023, 7(1), 31–41.
Georgiou, A. M., & Varnava, S. T. (2019). Evaluation of MODIS-Derived LST Products with Air Temperature Measurements in Cyprus. Geoplanning, 6(1), 1–12. https://doi.org/10.14710/geoplanning.6.1.1-12
Guha, S., Govil, H., Dey, A., & Gill, N. (2018). Analytical study of land surface temperature with NDVI and NDBI using Landsat 8 OLI and TIRS data in Florence and Naples city, Italy. European Journal of Remote Sensing, 51(1), 667–678.
https://doi.org/10.1080/22797254.2018.147449 4
Hilmy, A., Susandi, A., Damanik, B. M., Widdyusuf, L., Ridwana, R., & Himayah, S. (2021). Analisis Perubahan Land Surface Temperature Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Pekanbaru Riau Tahun 2000 dan 2020. JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 6(1), 74–80. https://doi.org/10.21067/jpig.v6i1.5197
Marganingrum, D., & Santoso, H. (2019). Jurnal Presipitasi Evapotranspiration of Indonesian Tropical Area. Jurnal Presipitasi, 16(3), 106–
116. www.bmkg.go.id.
Maulana, J., & Bioresita, F. (2023). Monitoring of Land Surface Temperature in Surabaya, Indonesia from 2013-2021 Using Landsat-8
Imagery and Google Earth Engine. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1127(1). https://doi.org/10.1088/1755- 1315/1127/1/012027
Montaño Moreno, J. J., Palmer Pol, A., Sesé Abad, A., & Cajal Blasco, B. (2013). El índice R- MAPE como medida resistente del ajuste en la previsiońn. Psicothema, 25(4), 500–506. https://doi.org/10.7334/psicothema2013.23
NOAA. (2023). Monthly Global Report for Annual 2022. National Centers for Environmental Information. https://www.ncei.noaa.gov/access/monitoring/ monthly-report/global/202213.%0A
Nuryanto, D. E., & Rizal, J. (2013). Perbandinan Evapotranspirasi Potensial Antara Hasil Keluaran Model RegCM 4.0 Dengan Perthitungan Data Pengamatan. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 14(2), 75–85. https://doi.org/10.31172/jmg.v14i2.157
Peng, X., Wu, W., Zheng, Y., Sun, J., Hu, T., & Wang, P. (2020). Correlation analysis of land surface temperature and topographic elements in Hangzhou, China. Scientific Reports, 10(1), 1–16. https://doi.org/10.1038/s41598-020-
67423-6
Rocha, N. S., Kafer, P. S., Skokovic, D., Veeck, G., Diaz, L. R., Kaiser, E., Carvalho, C. M., Veettil,
B. K., Costa, S. T. L., Cruz, R. C., Roberti, D., & Rolim, S. B. A. (2020). The Evaluation of the Influence of Land Surface Temperature in Energy Balance Estimated by S-Sebi Model. 2020 IEEE Latin American GRSS and ISPRS Remote Sensing Conference, LAGIRS 2020 - Proceedings, 22–27.
https://doi.org/10.1109/LAGIRS48042.2020.91 65570
Sholihah, R. I., & Shibata, S. (2019). Retrieving Spatial Variation of Land Surface Temperature Based on Landsat OLI/TIRS: A Case of Southern part of Jember, Java, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 362(1). https://doi.org/10.1088/1755- 1315/362/1/012125
Stathopoulou, M., & Cartalis, C. (2007). Daytime urban heat islands from Landsat ETM+ and Corine land cover data: An application to major cities in Greece. Solar Energy, 81(3), 358–368. https://doi.org/10.1016/j.solener.2006.06.014
Sun, Z., Wang, Q., Batkhishig, O., & Ouyang, Z. (2016). Relationship between Evapotranspiration and land surface temperature under energy- and water-limited conditions in dry and cold climates. Advances in Meteorology, 2016.
https://doi.org/10.1155/2016/1835487 Urfiyah, U. (2019). Analisis Hubungan Normalized
Difference Vegetation Index (Ndvi) Dengan Land Surface Temperature (Lst) Di Kota Malang Menggunakan Citra Landsat 8. Digital Repository Universitas Jember, 1–49.
Wachid, N., & Tyas, W. P. (2022). Analisis Transformasi NDVI dan kaitannya dengan LST Menggunakan Platform Berbasis Cloud: Google Earth Engine. Jurnal Planologi, 19(1),
60. https://doi.org/10.30659/jpsa.v19i1.20199 Wei, B., Bao, Y., Yu, S., Yin, S., & Zhang, Y.
(2021). Analysis of land surface temperature variation based on MODIS data a case study of the agricultural pastural ecotone of northern China. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 100, 102342.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ni Nyoman Sulastri, Taruli Lasmaria Simanjuntak, I Made Anom Sutrisna Wijaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/