Pengukuran Kinerja Sistem Rantai Pasok Sayuran untuk Memenuhi Permintaan Hotel di Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p03Kata Kunci:
rantai pasok, komoditi sayuran, industri pariwisata, kinerja manajemen rantai pasokAbstrak
Permintaan pasokan sayuran yang ditetapkan oleh hotel memiliki standar tertentu berupa tepat kualitas,
tepat waktu dan tepat kuantitas, sedangkan sayuran memiliki sifat dasar perishable yang kualitasnya
masih bergantung pada iklim dan cuaca sehingga perlu dilakukan pengukuran kinerja sistem rantai
pasokan sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme kerja dan tingkat pencapaian
kinerja sistem rantai pasokan sayuran dalam memenuhi permintaan hotel di Bali. Penelahaan mekanisme
kerja menggunakan kerangka analisis Food Supply Chain Network (FSCN) dan pengukuran tingkat
pencapaian kinerja mengacu pada model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Objek penelitian
ini adalah sistem rantai pasokan menggunakan lima jenis komoditi sayuran yang dipilih yaitu kubis,
wortel, chaisim, brokoli, dan sawi putih dengan melibatkan petani di Bedugul. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat pencapaian kinerja sistem rantai pasok sayuran yang diteliti, yaitu Perfect
Order Fulfillment (POF) kelima jenis sayuran memperoleh nilai rata-rata 98,2%, termasuk dalam kategori
superior, Standard Fulfillment (SF) memperoleh nilai rata-rata 100%, termasuk dalam kategori superior,
Flexibility sayuran memperoleh nilai rata-rata 1,2 hari yang tergolong superior, Order Fulfillment Cycle
Time (OFCT) memperoleh nilai rata-rata 0,7 hari yang tergolong superior, Lead Time (LT) memperoleh
nilai rata-rata 0,67 hari termasuk dalam golongan superior. Cash to Cash Cycle Time (CTCCT)
memperoleh nilai 13,80 hari. Tingkat pencapaian kinerja sistem rantai pasokan sayuran yang diteliti
tergolong memiliki kinerja superior atau termasuk dalam katagori sangat baik.
Referensi
Adinugroho, B. (2010). Manajemen Rantai Pasokan
Sayuran (Studi Kasus: Frida Agro, Kecamatan
Lembang, Kabupaten Bandung Barat) (Vol.
31, Issue 3).
Apriyani, D., Nurmalina, R., & Burhanuddin, B.
(2018). Evaluasi Kinerja Rantai Pasok
Sayuran Organik Dengan Pendekatan Supply
Chain Operation Reference (Scor). Mix:
Jurnal Ilmiah Manajemen, 8(2), 312.
https://doi.org/10.22441/mix.2018.v8i2.008
Badan Pusat Statistik. (2018). Kecamatan Baturiti
Dalam Angka 2018.
Batt, P. J., & Parining, N. (2000). Price-quality
relationships in the fresh produce industry in
Bali. International Food and Agribusiness
Management Review, 3(2), 177–187.
https://doi.org/10.1016/s1096-7508(00)00034
3
Bolstorff, Peter; Rosenbaum, R. (2012). Supply
Chain Excellence A Handbook for Dramatic
Improvement Using The SCOR Model (Third
Edit). AMACOM.
https://doi.org/10.4324/9781003084044-3
Adelianie, D., I. G. A. (2015). Alasan Dan
Hambatan Penyajian Buah Lokal Dalam
Pangan, 19(2), 169–188.
Operasional Hotel Berbintang Di Sanur.
Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 2, 150
164.
https://doi.org/10.24843/jumpa.2015.v02.i01.p
09
Latifah, E., Hanik A. Dewi, Putu B. Daroini,
Kuntoro B. Andri, J. M. (2014). Vegetable
Consumption Pattern in East Java and Bali.
Seminar
Nasional
Agribisnis
Dan
Pengembangan Ekonomi Pedesaan, June,
367–380.
Francis, J. (2003). Benchmarking-Get the gain
without the pain Supply Chain Management
Review.pdf.
Supply
Chain
Management
Review. Retrieved July 23, 2018, from
www.scmr.com
Kemenparekraf.
Kementerian
(2020).
Kemenparekraf.Go.Id,
Laporan
Kinerja
Pariwisata.
iii.
https://www.kemenparekraf.go.id/post/laporan-akuntabilitas-kinerja
kemenparekrafbaparekraf
Marimin & Slamet, A. S. (2010). Analisis
Pengambilan Keputusan Manajemen Rantai
Pasok Bisnis Komoditi dan Produk Pertanian.
Sari, I. R. M. (2017). Rantai pasok sayuran di pt
bimandiri agro sedaya. Institut Pertanian
Bogor.
Slamet, A. S., Arkeman, Y., Udin, F., & Marimin,
M. (2010). Integrasi Model SCOR dan Fuzzy
AHP untuk Perancangan Metrik Pengukuran
Kinerja Rantai Pasok Sayuran. Jurnal
Manajemen Dan Organisasi, 1(3), 148–161.
https://www.researchgate.net/publication/2768
49006
Immawan, T. (2016). Pengukuran Performansi
Rantai Pasok pada Industri Batik Tipe
Produksi Make-to-stock dengan Menggunkan
SCOR 11.0 dan Pembobotan AHP (Studi
Kasus Batik Gunawan Setiawan, Surakarta.
Teknoin.
https://doi.org/10.20885/teknoin.vol22.iss1.art
9.
Vorst, V. D. J. G. A. J. (2006). Performance
measurement in agri-food supply-chain
networks. Quantifying the Agri-Food Supply
Chain, 15–26. https://doi.org/10.1007/1-4020
4693-6_2
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/