Dinamika Suhu dan Kelembaban Udara pada Penyimpanan Kentang (Solanum tuberosum L.) Bibit Tipe Para-Para
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p16%20AbstractKata Kunci:
dinamika suhu dan kelembaban, kentang, para-para, pindah panasAbstrak
Petani di Bali belum mampu menghasilkan bibit yang baik akibat kegagalan di tahap penyimpanan dan
masih tergantung pada bibit kentang kelompok G2-G4 yang didatangkan dari luar. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui dinamika suhu udara dan kelembaban udara (RH) selama penyimpanan kentang
bibit dan perubahan fisik umbi bibit kentang hasil penyimpanan. Parameter yang diukur antara lain suhu
dan kelembaban selama penyimpanan kentang, analisis neraca massa dan energi, perhitungan panas
respirasi, panas untuk menaikan suhu kentang, panas untuk menguapan air serta panas yang hilang ke
lingkungan dengan pendekatan model matematik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu
cenderung membentuk pola polinomial orde dua atau kuadratik, sedangkan RH cenderung membentuk pola
linier. Suhu ruang penyimpanan kentang berada pada kisaran 29,50 ºC - 29,09 ºC dan RH berada pada
kisaran 73,00% - 81,80%. Nilai panas respirasi bervariasi antara 470,26 - 491,30 Watt. Panas yang
dihasilkan dari proses respirasi adalah sebesar 72 -143 watt, panas untuk menaikan suhu umbi kentang
sekitar kentang adalah 2,02 Watt; 1,81 Watt; 3,80 Watt; 2,60 Watt; 10,70 Watt; dan 15,20 Watt. Panas yang
hilang ke lingkungan membentuk pola linier. Para-Para mampu menciptakan kondisi penyimpanan dan
penyediaan oksigen yang, untuk perubahan fisik hampir tidak ada.
Referensi
Aghdam, M. S., Jannatizadeh, A., Luo, Z., &
Paliyath, G. (2018). Ensuring sufficient
intracellular ATP supplying and friendly
extracellular ATP signaling attenuates stresses,
delays senescence and maintains quality in
horticultural crops during postharvest life.
Trends in Food Science & Technology, 76, 67
81.
https://doi.org/10.1016/J.TIFS.2018.04.003
Amarullah, M. R., Sudarsono, ., & Amarillis, S.
(2019). Produksi dan Budidaya Umbi Bibit
Kentang
(Solanum tuberosum L.) di
Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Buletin
Agrohorti,
7(1),
93–99.
https://doi.org/10.29244/agrob.v7i1.24753
Babarinsa, F. A., & Williams, J. O. (2015).
Development of a diffuse light store for
“ seed ” potato storage. International Journal
of Agriculture and Earth Science, 1(8), 25–33.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2018). Statistik
Tanaman Sayuran dan Buah- Buahan
Semusim Indonesia 2018. BPS-Statistics
Indonesia.
https://www.bps.go.id/publication/2019/10/07
/1846605363955649c9f6dd6d/statistik
tanaman-buah-buahan-dan-sayuran-tahunan
indonesia-2018.html
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2020).
Produksi Kentang Provinsi Bali Menurut
Kabupaten/Kota (Ton), 2019-2021. BPS
Statistics
Indonesia.
https://bali.bps.go.id/indicator/55/338/1/produ
ksi-kentang-provinsi-bali-
menurut
kabupaten-kota.html
David, J. H. dan J., & Kilmanun, J. C. (2016).
Penanganan Pasca Panen Penyimpanan untuk
Komoditas Hortikultura. Seminar Nasional
Inovasi Teknologi Pertanian, 4(5), 1015–1026.
Eltawil, M. A., Samuel, D. V. K., & Singhal, O. P.
(2006). Potato Storage Technology and Store
Design Aspects. VIII(11), 1–18.
Kosasih, E. A., & Ronald, J. (2014). Pengaruh Laju
Aliran , Kelembaban dan Temperatur Udara
Pengering terhadap Kinerja Pengering
Semprot pada Tekanan Udara Nozel
Pneumatik 2 bar Absolut. Snttm Xiii, 15–16.
Murtado, A. D. (2014). Karakteristik Kimia Dan
Fisik Kentang Selama Penyimpanan Dalam
Kondisi Gelap. Journal of Chemical
Information and Modeling, 3(1), 28–30.
Ndukwu, M. C., & Manuwa, S. I. (2015). Impact of
evaporative cooling preservation on the shelf
life of fruits and vegetable in South Western
Nigeria.
Research
Engineering,
in
61(3),
Agricultural
122–128.
https://doi.org/10.17221/54/2013-RAE
Purnomo, E., Suedy, S. W. A., & Haryanti, S.
(2017).
Pengaruh
Cara
dan
Waktu
Penyimpanan terhadap Susut Bobot, Kadar
Glukosa dan Kadar Karotenoid Umbi Kentang
Konsumsi (Solanum tuberosum L. Var
Granola). Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 2(2),
107.
https://doi.org/10.14710/baf.2.2.2017.107-113
Purnomo, E., Widodo, S., Suedy, A., Haryanti, S., &
Biologi, J. (2014). Perubahan Morfologi Umbi
Kentang Konsumsi (Solanum Tuberosum L.
Var Granola) Setelah Perlakuan Cara Dan
Waktu Penyimpanan Yang Berbeda. Jurnal
Biologi, 3(1), 40–48.
Setiyo, Y., Gunadnya, I. B. P., Gunam, I. B. W., &
Susrusa, I. K. B. (2017). The implementation
of low external input sustainable agriculture system to increase productivity of potato
(Solanum tuberosum L.). Journal of Food,
Agriculture and Environment, 15(2), 62–67.
Setiyo, Y., Harsojuwono, B. A., Gunam, I. B. W., &
Wirawan, P. S. (2020). Storage characteristics
of granola potato bulbs for seedlings after
storage. International Journal of Scientific and
Technology Research, 9(3), 5500–5504.
Setiyo, Y., Yuliadhi, K. A., Triani, I. G. A. L.,
Permana, I. D. G. M., Gunam, I. B. W., &
Antara, N. S. (2018). Application of chicken
manure compost as organic fertilizer to
improve the quality and productivity of potato
(Solanum
tuberosum
l.).
Ecology,
Environment and Conservation, 24(2), 621-
627.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/