Studi Variasi Suhu dan Lama Pemanasan dalam Proses Delignifikasi Selulosa Daun Kelapa sebagai Penguat Kertas Kemasan
Study of Temperature Variations and Heating Duration in the Delignification Process of Coconut Leaf Cellulose as a Reinforcement for Packaging Paper
DOI:
https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p00Kata Kunci:
Daun Kelapa, Delignifikasi, Selulosa, Suhu Pemanasan, Waktu PemanasanAbstrak
Daun kelapa berpotensi sebagai sumber selulosa alternatif untuk bahan penguat kertas kemasan. Proses delignifikasi diperlukan untuk menghilangkan lignin sehingga diperoleh selulosa dengan kualitas yang murni, Selulosa hasil delignifikasi digunakan sebagai bahan penguat kertas kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan lama pemanasan proses delignifikasi selulosa terhadap karateristik kertas kemasan yang dihasilkan serta menentukan perlakuan yang menghasilkan karateristik kertas kemasan daur ulang terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu 2 level suhu delignifikasi (S) 85°C dan 100°C faktor kedua yaitu waktu pemanasan delignifikasi (W) 3 taraf waktu 30, 45 dan 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam jika perlakuan berpengaruh signifikan terhadap parameter maka dilanjutkan Uji Duncan, penentuan nilai terbaik dari semua parameter menggunakan uji indeks efektivitas dan dibandingkan dengan nilai kontrol menggunakan uji t-test. Perlakuan terbaik delignifikasi selulosa suhu pemanasan 85°C dan waktu 30 menit menunjukkan peningkatan karateristik kertas kemasan pada semua parameter yang diamati dibandingkan dengan kontrol tanpa penambahan selulosa. Variasi suhu dan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap semua parameter yaitu Gramatur, ketebalan, densitas, kuat tarik, ketahanan sobek, WVTR, menghasilkan nilai gramatur 198.57 g/m2, ketebalan 0.42 mm, densitas 480.64 kg/m3, kuat tarik 4493820.20 N/m2, ketahanan sobek 2.43 N dan water vapor transmission rate (WVTR) 43.40 gram/m2/hari. Dapat disimpulkan, daun kelapa hasil delignifikasi memiliki potensi sebagai sumber selulosa dalam pembuatan kertas kemasan. Perlakuan terbaik delignifikasi selulosa suhu 85°C dan waktu pemanasan 30 menit, sehingga selulosa yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan penguat kertas kemasan.
Referensi
Abenghal, L., Bley, J., Tolnai, B., Njamen, G., & Chabot, B. (2025). Development of a new sustainable packaging paper based on cellulose filaments and refined kraft pulp. Future Foods, 11(October 2024), 100540. https://doi.org/10.1016/j.fufo.2025.100540
Almiah, T., Wijayanti, R., & Anggia, M. (2024). Pembuatan Kertas Seni dari Kertas Bekas dengan Bermacam Varian Warna yang Berbeda. 8(2), 83–89.
Apriani, E. (2016). Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Lama Waktu Pemasakan terhadap Kekuatan Tarik pada Pembuatan Kertas Seni dari Limbah Batang Jagung dan Kertas Bekas. Mekanika dan Sistem Termal (JMST), 1(2), 38–42. http://e-journal.janabadra.ac.id/index.php/JMST
Ardiani, S., Suryani, M., & Akmalia, N. (2023). Analisis Peningkatan Ketahanan Sobek pada Karton Ivory Laminasi Doff dan Laminasi Glossy. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 9, 130–139. https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/sciencetech/%0AAnalisis
Cahyani, A. P. R., Sandi, F. P., & Santi, S. S. (2025). Kajian Pengaruh PH dan Berat Kertas Terhadap Sintesis dan Karakteristik Silika Fiber dari Limbah Kertas HVS dan Kardus dengan Metode Sol Gel. Jurnal Fisika Unand, 14(5), 428–434. https://doi.org/10.25077/jfu.14.5.428-434.2025
DeGarmo, E. P., Sullivan, W. G. ., & Canada, J. R. . (1984). Engineering Economi.7th edition.
Fenny, F. O., Farma, W., & Fitriyano, G. (2016). Pengaruh Rasio Berat Kulit Pisang dengan Kertas Koran dan Batang Jagung dengan Kertas Koran Terhadap Indeks Tarik dan Indeks Sobek Kertas Recycle. November 2016, 1–7.
Fisher, S. G., Buck, Z., Karim, M. J., & Grunlan, J. C. (2026). Fish-Based Biopolymer Complex Coacervate Coating for Improved Paper Oxygen and Water Barrier. https://doi.org/10.1021/acs.biomac.5c02091
International, A. (1995). ASTM E96-95: Standard Test Methods for Water Vapor Transmission of Materials (Vol. 552).
Khadafi, M., Desyanti., Fakhruzy. (2025). Perbandingan Sifat Fisis Kertas dari Pulp Berbahan Batang Pisang (Musa paradisiaca) Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Rumbia (Metroxylon sagu). 9(1), 457–466.
Kusuma, F., & Djonaedi, E. (2025). Pengaruh Urutan Pencetakan Kertas terhadap Karakteristik Kertas Komposit Berbasis Ampas Tebu Dengan Metode Screen Printing. SEMINAR NASIONAL INOVASI VOKASI, 4(1), 707–714.
Larasati, I. A., Argo, B. D., & Hawa, L. C. (2019). Proses Delignifikasi Kandungan Lignoselulosa Serbuk Bambu Betung dengan Variasi NaOH dan Tekanan. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 7(3), 235–244. https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.03
Liyanage, C., Gunasekara, C., Law, D. W., & Setunge, S. (2025). Textile-cellulose as a secondary modifier in graphene and SCM-based cement paste. Journal of Building Engineering, 113(July), 114169. https://doi.org/10.1016/j.jobe.2025.114169
Padil, Yelminda, A.Candra, M. (2011). Optimasi Hidrolisis Tandan Kosong Sawit dengan Ekstrak Abu TKS Menggunakan Rancangan Percobaan Response Surface Methode. Jurnal Sains Dan Teknologi Reaksi, 10(1), 42–46.
Paskawati, Y. A., Susyana, Antaresti, & Retnoningtyas, E. S. (2011). Pemanfaatan Sabut Kelapa sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas Komposit Alternatif. Jurnal Widya Teknik, 9, 12–21.
Pertiwi, Y. E., Kurniasih, E., Fauzan, R., & Riskina, S. (2017). Pembuatan Kertas Dari Selulosa Mikrobial Nata De Coco Dengan Metode Organosolv. Jurnal Sains Dan Teknologi Reaksi, 15(2), 1–5. https://doi.org/10.30811/jstr.v15i2.1480
Saputra, A. Z., & Fauzi, A. S. (2022). Pengolahan Sampah Kertas Menjadi Bahan Baku Industri Kertas bisa Mengurangi Sampah di Indonesia. Jurnal Mesin Nusantara, 5(1), 41–52. https://doi.org/10.29407/jmn.v5i1.17522
Shabiri, A. N., Ritonga, R. S., & Ginting, M. H. S. (2014). Pengaruh Rasio Epoksi/Ampas Tebu dan Perlakuan Alkali pada Ampas Tebu Terhadap Kekuatan Bentur Komposit Partikel Epoksi Berpengisi Serat Ampas Tebu. Jurnal Teknik Kimia USU, 3(3), 28–31. https://doi.org/10.32734/jtk.v3i3.1638
Sutanti, S., Oktaviananda, C., Utami Handhayani, E. T., & Selin Orxellina, E. (2024). Pembuatan Kertas Seni Dari Kombinasi Limbah Serbuk Kayu Sengon dan Ampas Tebu dengan Sizing Agent Carboxy Methyl Cellulose (CMC) Menggunakan Metode Soda Pulping. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 8(2), 98–105. https://doi.org/https://doi.org/10.32493/jitk.v8i2.41252
Syamsu, K., Puspitasari, R., & Roliadi, H. (2012). Penggunaan Selulosa Mikrobial dari Nata De Cassava dan Sabut Kelapa Sebagai Pensubstitusi Selulosa Kayu Dalam Pembuatan Kertas. E-Jurnal Agroindustri Indonesia, 1(2), 118–125.
Thaib, C. M., Gultom, E., & Aritonang, B. (2020). Pembuatan Kertas dari Limbah Kulit Durian dan Ampas Tebu dengan Perbedaan Konsentrasi NaOH. Jurnal Kimia Saintek Dan Pendidikan, 4(1), 1–11.
Tiara, greenastya febrianis, & Hardjono. (2024). Pengaruh Waktu Pemanasan Terhadap Karakteristik Pulp dari Pelepah Pisang dengan Menggunakan Metode Acetosolv. 10(9), 791–797.
Wijatmoko jungkang. (2018). Pengembangan Material Kertas Daur Ulang dengan Sabut Kelapa terhadap Beberapa Pengujian dengan Variasi Konsentrasi NaOH 2%, 4%, 6% Dan 8%. Surakarta, Indonesia: Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wijaya, I. M. W., & Putra, I. K. A. (2021). Potensi Daur Ulang Sampah Upacara Adat di Pulau Bali. Jurnal ECOCENTRISM, 1(1), 1–8.
Yamauchi, T., & Tanaka, A. (2002). Tearing test for paper using a tensile tester. Journal of Wood Science, 48(6), 532–535. https://doi.org/10.1007/BF00766652
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ni Komang Ayu Tasia Antarini Tasia, Ni Luh Yulianti, I Made Anom Sutrisna Wijaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/