Efisiensi Penggunaan Air Irigasi Pada Tingkat Subak, Tempekan, dan Petakan
DOI:
https://doi.org/10.24843/jbeta.2026.v14.i01.p17Kata Kunci:
Debit Tersedia, Kebutuhan air irigasi, Efisiensi, Sistem Irigasi SubakAbstrak
Distribusi air pada tingkat subak, tempekan dan petakan yang tidak merata dan tidak sesuai sehingga menyebabkan tidak efisiennya penggunaan air. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi pada tingkat subak, tempekan dan petakan sawah. Lokasi penelitian berada di Subak Suala, Subak Sigaran, dan Subak Jegu, yang termasuk dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Yeh Ho, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi hasil ketersediaan air irigasi melalui pengukuran debit air di subak, tempekan dan sawah irigasi. Data sekunder diperoleh dari Nasa Power, BMKG Meteorologi I Gusti Ngurah Rai, dan Pekaseh. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penggunaan air irigasi memiliki standar 65% ke atas di Subak Suala, Sigaran, dan Jegu tergolong agak kurang pada semua tingkatan. Pada tingkat subak, Subak Suala mencapai 36,37%, Sigaran 33,41%, dan Jegu 47,67%. Di tingkat tempekan, Subak Suala mencatat Tempekan 1 26,99% dan Tempekan 2 26,07%, Subak Sigaran Tempekan 1 20,13% dan Tempekan 2 17,24%, serta Subak Jegu Tempekan 1 18,73% dan Tempekan 2 17,29%. Pada tingkat petakan, Subak Suala menunjukkan Petakan 1 11,93%, Petakan 2 16,92%, Petakan 3 12,59%; Subak Sigaran Petakan 1 17,74%, Petakan 2 11,86%, Petakan 3 6,09%; dan Subak Jegu Petakan 1 15,22%, Petakan 2 16,20%, Petakan 3 19,43%.
Referensi
Arnanda, Y., et al. (2019). Analisis rasio prestasi manajemen irigasi pada distribusi air di subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–299. https://doi.org/10.24843/jbeta.2020.v08.i02.p13
Heryani, N., et al. (2020). Analisis ketersediaan dan kebutuhan air irigasi pada lahan sawah: Studi kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah dan Iklim, 41(2), 135–148. https://doi.org/10.21082/jti.v41n2.2017.135-148
Kinasih, M., et al. (2023). Efisiensi penggunaan air irigasi pada saluran sekunder di daerah irigasi Tungkub. 11, 449–457.
Puspitasari, A., et al. (2025). Diplomasi budaya Indonesia dalam memperkenalkan subak dan jalur rempah di Forum Air Dunia 2024 (EP-27168 & EP-27168B).
Sukertayasa, I. P., et al. (2017). Analisis efisiensi penggunaan air irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 5(1), 45–50. https://ojs.unud.ac.id/index.php/beta/article/view/25570/18897
Sunaryo. (2020). Analisis kehilangan air irigasi pada saluran primer dan sekunder daerah irigasi Rentang Jawa Barat. Jurnal Rekayasa Infrastruktur, 6(1), 7–16. https://rekayasainfrastruktur.unwir.ac.id/index.php/jri/article/view/158
Tika, I. W., et al. (2019). Peningkatan efisiensi penggunaan air irigasi dengan aplikasi jadual tanam secara “nyorog” pada subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 4(1), 35–40. https://doi.org/10.24843/jitpa.2019.v04.i01.p05
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Teresia Dimu, I Wayan Tika, I Made Supartha Utama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/